Ternyata Begini Cara BMKG Selamatkan Kampung Nelayan Ini dari Siklon Seroja

Jum'at, 09 April 2021 - 01:19 WIB
loading...
Ternyata Begini Cara...
Info cuaca dari BMKG selalu rutin dikirimkan ke grup. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A A A
JAKARTA - Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) diterpa cuaca buruk hingga mengakibatkan bencana banjir bandang dan tanah longsor. Bencana alam di NTT ini dipicu oleh Siklon Tropis Seroja.

Baca juga: Baru Pertama Terjadi, BMKG: Pusaran Angin Siklon Seroja di NTT 85 Km/Jam

Hingga kini tak kurang terdapat 11 wilayah yang terdiri dari kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak banjir bandang dan longsor akibat cuaca ekstrem imbas dari bibit siklon dan siklon tropis Seroja sejak akhir pekan lalu.

Akibat siklon ini, ada delapan daerah di provinsi NTT dengan kondisi kerusakan terparah, termasuk antara lain Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Alor, Kabupaten Malaka, dan Kabupaten Sabu Raijua.

Baca juga: BMKG Bantah Isu Bakal Terjadi Tsunami di NTT

Beruntung, sejumlah nelayan di Kampung Nelayan Oesapa, Kota Kupang masih sempat untuk mengungsikan warga kampung ke gedung sekolah dan memindahkan perahu-perahu ke tempat yang lebih aman agar selamat dari gulungan ombak.

"Info cuaca dari BMKG selalu rutin dikirimkan ke grup, kebetulan saya juga tergabung didalamnya karena saya alumni Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) BMKG. Begitu saya dapat informasi akan ada cuaca buruk berupa gelombang tinggi dan angin kencang langsung saya sebarluaskan ke orang-orang kampung," ujar Ketua Komunitas Angsa Laut, Mohammad Mansyur, di Kampung Nelayan Oesapa, Kupang, Kamis (8/4/2021).

Pria yang akrab disapa Dewa ini mengatakan, bahwa jika ia tidak menerima pesan whatsapp dari BMKG kala itu, maka ia tidak tahu lagi bagaimana nasib warga dikampungnya. Karena beberapa saat usai ia dan warga telah mengungsi, hal yang ditakutkan terjadi. Angin kencang dan gelombang akibat Siklon Seroja tersebut datang menerpa kawasan perkampungan mereka.

"Beruntung, karena informasi tersebut, tidak ada korban jiwa di Kampung Nelayan Oesapa terutama di Komplek. Meski masih ada beberapa kapal yang terdampak gelombang akibat tidak sempat dipindahkan," ujarnya.

Andai Pemerintah Daerah atau BPBD yang tergabung dalam WA Grup Informasi Peringatan Dini juga meresponse aktif dan menyebar luaskan informasi BMKG tersebut, langkah evakuasi penyelamatan warga dapat dilakukan lebih cepat dan efektif lagi.

Dewa mengaku kerap diandalkan warga setempat terkait update cuaca dari BMKG usai mengikuti SLCN dari BMKG. Dewa berharap semakin banyak nelayan dan warga lain yang dapat mengikuti SLCN BMKG, dan bisa bergabung dalam grup komunikasi yang dibentuk.

Dengan demikian update informasi terkini terkait cuaca dan peringatan dini dapat diupdate setiap hari sehingga dapat meminimalisir terjadinya korban jiwa jika terjadi cuaca ekstrem.

"Informasi dari Stasiun Meteorologi Maritim NTT (BMKG) sangat luar biasa dan bermanfaat sekali, mereka juga selalu update setiap saat. Saya sangat merasakan manfaatnya," ujarnya.

Terpisah, Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi mengungkapkan bahwa prospek cuaca dan peringatan dini tiga harian tersebut memang sudah disebarluarkan ke berbagai grup Whatsapp Info Publik MKG NTT dan media sosial BMKG Stasiun Meteoroligi El Tari.

"Informasi intens gencar diperbarui setiap tiga jam sejak 31 Maret, karena sudah diprakirakan akan berpotensi cuaca ekstrem," ujarnya.

Ia menambahkan, Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak dengan level Siaga dan Waspada untuk wilayahĺ NTT yang dikeluarkan Pusat Meteorologi Publik pada tanggal 2 April juga telah diseminasikan. "Selanjutnya informasi peringatan dini terus menerus diperbarui dan gencar didiseminasikan sampai siklon tropis Seroja benar-benar berlalu dari wilayah NTT," pungkasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
BMKG: 48,9% Wilayah...
BMKG: 48,9% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncaknya Juli-September 2026
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
El Nino Diprediksi Mulai...
El Nino Diprediksi Mulai Pertengahan 2026, BMKG: Waspada Potensi Karhutla
Pantau Badai Monsun...
Pantau Badai Monsun di Teluk Benggala, BMKG Ungkap Dampaknya ke Indonesia
Cegah Karhutla Akibat...
Cegah Karhutla Akibat El Nino, Kemenhut-BMKG Perkuat Modifikasi Cuaca
Gempa Magnitudo 5,5...
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sarmi Papua Sore Ini
Wali Kota Tangsel Paparkan...
Wali Kota Tangsel Paparkan Penanganan Kekeringan, Kebakaran, hingga PSEL
Hujan Deras Guyur Bogor...
Hujan Deras Guyur Bogor saat Kemarau, BMKG: Dipicu Gangguan Atmosfer Regional
Rekomendasi
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
FMIPA UNEJ Tanam 750...
FMIPA UNEJ Tanam 750 Bibit Terumbu Karang, Ekosistem Laut Banyuwangi Mulai Pulih
Berita Terkini
Kabar Duka, Juru Bicara...
Kabar Duka, Juru Bicara IKN Troy Harold Yohanes Pantouw Meninggal Dunia
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
Hukum dan Ekonomi: Penopang...
Hukum dan Ekonomi: Penopang Keberhasilan Piala Dunia 2026
Pakar: Penetapan Tersangka...
Pakar: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bukti Profesionalisme Kejagung
Febrie Adriansyah Ditahan,...
Febrie Adriansyah Ditahan, Eks Penyidik KPK: Kejagung Tunjukkan Keseriusan
Anis Matta soal Politik...
Anis Matta soal Politik Luar Negeri Bebas Aktif: Jangan Datang kepada Orang Hanya Waktu Kita Punya Masalah
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved