Moeldoko Tegaskan Tak Ingin Menyeret Presiden Jokowi dalam Kisruh Demokrat
Minggu, 28 Maret 2021 - 13:27 WIB
loading...
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) TNI Moeldoko menyatakan tak ingin menyeret Presiden Joko Widodo dalam kisruh Partai Demokrat. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) TNI Moeldoko menyatakan tak ingin menyeret Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kisruh Partai Demokrat.
Hal itu diungkapkan Moeldoko saat menjawab pertanyaan apakah dirinya sudah mendapat restu Kepala Negara untuk memimpin Partai Demokrat berdasarkan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit, Deliserdang, beberapa waktu lalu. Baca juga: Pertarungan Ideologis 2024 Jadi Alasan Moeldoko Terima Tawaran Pimpin Demokrat
Moeldoko menegaskan, terhadap persoalan yang diyakini benar dan itu di atas otoritas pribadi dimiliki, maka dia tidak mau membebani presiden. "Untuk itu jangan bawa-bawa presiden dalam persoalan ini," kata Moeldoko dalam keterangannya yang diunggah di akun instagram miliknya, Minggu (28/3/2021).
Mantan Panglima TNI itu juga mengaku khilaf tidak memberitahu kepada istri dan keluarganya atas keputusan yang telah diambil. Dalam hal ini, menerima mandat memimpin Partai Demokrat versi KLB. "Tetapi saya juga terbiasa mengambil risiko seperti ini, apalagi demi kepentingan bangsa dan negara," ujar dia.
Hal itu diungkapkan Moeldoko saat menjawab pertanyaan apakah dirinya sudah mendapat restu Kepala Negara untuk memimpin Partai Demokrat berdasarkan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit, Deliserdang, beberapa waktu lalu. Baca juga: Pertarungan Ideologis 2024 Jadi Alasan Moeldoko Terima Tawaran Pimpin Demokrat
Moeldoko menegaskan, terhadap persoalan yang diyakini benar dan itu di atas otoritas pribadi dimiliki, maka dia tidak mau membebani presiden. "Untuk itu jangan bawa-bawa presiden dalam persoalan ini," kata Moeldoko dalam keterangannya yang diunggah di akun instagram miliknya, Minggu (28/3/2021).
Mantan Panglima TNI itu juga mengaku khilaf tidak memberitahu kepada istri dan keluarganya atas keputusan yang telah diambil. Dalam hal ini, menerima mandat memimpin Partai Demokrat versi KLB. "Tetapi saya juga terbiasa mengambil risiko seperti ini, apalagi demi kepentingan bangsa dan negara," ujar dia.
(cip)
Lihat Juga :