Panglima TNI Menerima 130.000 Dosis Vaksin Astrazeneca
Kamis, 25 Maret 2021 - 15:09 WIB
loading...
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menerima 130.000 Dosis vaksin astrazeneca untuk Serbuan Vaksin Covid-19 AstraZeneca bagi Prajurit pada Jumat (25/3/21). Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Sejak pertama kali masuk, TNI telah terlibat dan bahkan menjadi salah satu garda terdepan dalam penangan pandemi Covid-19 di Indonesia hingga saat ini.
Dimulai dari penjemputan WNI di Wuhan, Menerjunkan Tenaga Kesehatan TNI untuk Penanganan Covid-19, Penyiapan RSKI Pulau Galang, RSDC-19 Wisma Atlet, Penegakkan Protokol Kesehatan, Membantu Pemerintah dalam PPKM.
Saat ini TNI di bawah Komando langsung Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., memerintahkan pelaksanaan serbuan 130.000 Vaksin Covid-19 AstraZeneca yang diberikan oleh Pemerintah melalui Menteri Kesehatan bagi seluruh Prajurit TNI di 10 Provinsi, bagi Prajurit yang belum mendapatkan Vaksin.
Baca juga:Panglima TNI Bentuk Badan Baru untuk Menghadapi Perang Biologi
Serbuan Vaksin Covid-19 AstraZeneca bagi Prajurit akan dilaksanakan Jumat (25/3/21) pada pukul 08.00 waktu setempat, serentak di 10 Provinsi diantaranya DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTT, Maluku, Sumatera Utara, Sulawesi Utara dan Papua. Diharapkan pelaksanaan Vaksin tersebut akan selesai dalam satu hari.
Hal ini dilaksanakan semata untuk mempercepat pencapaian herd immunity, sehingga Program Pemerintah ke depan dapat terwujud dengan cepat dan baik, menuju Indonesia sehat, bebas Covid-19. TNI melibatkan 10.000 lebih Personel yang bertugas sebagai tenaga vaksinator untuk membantu masyrakat dalam melaksanakan Vaksinasi Covid-19.
Baca juga: Panglima TNI: Walau Sudah Divaksin, Protokol Kesehatan Tetap Senjata Utama Covid-19
Direncanakan esok hari, Panglima TNI langsung membuka, memonitor dan turun langsung memantau prajurit TNI dalam pelaksanaan vaksin tersebut di daerah tertentu.
Diharapkan para prajurit setelah menerima vaksin, namun tetap jalankan protokol kesehatan dan para babinsa bersama Babinkamtibmas terus membantu pemerintah untuk melaksanakan tracing.
Dimulai dari penjemputan WNI di Wuhan, Menerjunkan Tenaga Kesehatan TNI untuk Penanganan Covid-19, Penyiapan RSKI Pulau Galang, RSDC-19 Wisma Atlet, Penegakkan Protokol Kesehatan, Membantu Pemerintah dalam PPKM.
Saat ini TNI di bawah Komando langsung Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., memerintahkan pelaksanaan serbuan 130.000 Vaksin Covid-19 AstraZeneca yang diberikan oleh Pemerintah melalui Menteri Kesehatan bagi seluruh Prajurit TNI di 10 Provinsi, bagi Prajurit yang belum mendapatkan Vaksin.
Baca juga:Panglima TNI Bentuk Badan Baru untuk Menghadapi Perang Biologi
Serbuan Vaksin Covid-19 AstraZeneca bagi Prajurit akan dilaksanakan Jumat (25/3/21) pada pukul 08.00 waktu setempat, serentak di 10 Provinsi diantaranya DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTT, Maluku, Sumatera Utara, Sulawesi Utara dan Papua. Diharapkan pelaksanaan Vaksin tersebut akan selesai dalam satu hari.
Hal ini dilaksanakan semata untuk mempercepat pencapaian herd immunity, sehingga Program Pemerintah ke depan dapat terwujud dengan cepat dan baik, menuju Indonesia sehat, bebas Covid-19. TNI melibatkan 10.000 lebih Personel yang bertugas sebagai tenaga vaksinator untuk membantu masyrakat dalam melaksanakan Vaksinasi Covid-19.
Baca juga: Panglima TNI: Walau Sudah Divaksin, Protokol Kesehatan Tetap Senjata Utama Covid-19
Direncanakan esok hari, Panglima TNI langsung membuka, memonitor dan turun langsung memantau prajurit TNI dalam pelaksanaan vaksin tersebut di daerah tertentu.
Diharapkan para prajurit setelah menerima vaksin, namun tetap jalankan protokol kesehatan dan para babinsa bersama Babinkamtibmas terus membantu pemerintah untuk melaksanakan tracing.
(muh)
Lihat Juga :