Pulih dari Pandemi, Sandiaga Terapkan Wisata Berkelanjutan
Sabtu, 13 Maret 2021 - 12:07 WIB
loading...
Menparekraf Sandiaga Uno setibanya di Yogyakarta, langsung menuju Lapangan Seni Kujon di Borobudur, Magelang, yang sedang dibangun menjadi pasar seni. Foto/Twitter/Sandiuno
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno tengah menggencarkan penerapan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Menurutnya sudah saatnya pengembangan pariwisata didasarkan pada kelestarian lingkungan.
Baca juga: Fasilitasi Pemda Bangun Desa Wisata, Sandiaga Uno: dari Fasilitas, Tumbuhlah Inspirasi Gerakan Ekonomi Rakyat
Konsep pariwisata berkelanjutan sendiri sebenarnya sudah didukung oleh sejumlah kebijakan. Salah satunya adalah Permenparekraf Nomor 5 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Plastik di Destinasi Wisata Bahari. Aturan ini merujuk pada Perpres Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut.
Sandiaga mengatakan, pandemi virus Corona (Covid-19) telah menjadi momentum perubahan pariwisata dari yang semula mengejar target kuantitas, kini menjadi kualitas.
Baca juga: Dengan Terapkan Prokes Ketat, Menparekraf Sandiaga Siap Motori Gerakan Kembali ke Bioskop
"Seluruh aspek pemulihan pariwisata dari pandemi harus mengupayakan penerapan sustainable tourism sebagai sustainable recovery dan percepat kesiapan destinasi super prioritas," kata Sandiaga dalam keterangan resminya, Sabtu (13/3/2021).
Saat ini, berbagai tempat wisata di Indonesia wajib menerapkan CHSE. Jumlah pengunjungnya dibatasi dan aspek kebersihan menjadi diutamakan. Ke depannya, Sandiaga berharap agar industri pariwisata juga dapat mempertimbangkan dampak lingkungan agar kegiatan berwisata semakin berkualitas.
"Perhitungkan perubahan iklim, perhitungkan keanekaragaman hayati dan lebih inklusif. Konsepnya ESG (Environmental, Social and Governance). Kita tidak bisa balik ke bisnis seperti biasanya," ujar pria yang akrab disapa Mas Menteri ini.
Untuk itu, saat ini Kemenparekraf sedang melakukan persiapan pemulihan 360 derajat. Pariwisata tidak hanya dibangun dari sisi infrastruktur, tetapi juga mengedepankan pengalaman yang bakal didapatkan wisatawan.
"Target wisata itu harus peduli lingkungan, harus memiliki atraksi yang kekinian, aksesibilitas, dan aktivitas yang multisegmented yang diarahkan pada customize personalize, localize and smaller in size," tutupnya.
Baca juga: Fasilitasi Pemda Bangun Desa Wisata, Sandiaga Uno: dari Fasilitas, Tumbuhlah Inspirasi Gerakan Ekonomi Rakyat
Konsep pariwisata berkelanjutan sendiri sebenarnya sudah didukung oleh sejumlah kebijakan. Salah satunya adalah Permenparekraf Nomor 5 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Plastik di Destinasi Wisata Bahari. Aturan ini merujuk pada Perpres Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut.
Sandiaga mengatakan, pandemi virus Corona (Covid-19) telah menjadi momentum perubahan pariwisata dari yang semula mengejar target kuantitas, kini menjadi kualitas.
Baca juga: Dengan Terapkan Prokes Ketat, Menparekraf Sandiaga Siap Motori Gerakan Kembali ke Bioskop
"Seluruh aspek pemulihan pariwisata dari pandemi harus mengupayakan penerapan sustainable tourism sebagai sustainable recovery dan percepat kesiapan destinasi super prioritas," kata Sandiaga dalam keterangan resminya, Sabtu (13/3/2021).
Saat ini, berbagai tempat wisata di Indonesia wajib menerapkan CHSE. Jumlah pengunjungnya dibatasi dan aspek kebersihan menjadi diutamakan. Ke depannya, Sandiaga berharap agar industri pariwisata juga dapat mempertimbangkan dampak lingkungan agar kegiatan berwisata semakin berkualitas.
"Perhitungkan perubahan iklim, perhitungkan keanekaragaman hayati dan lebih inklusif. Konsepnya ESG (Environmental, Social and Governance). Kita tidak bisa balik ke bisnis seperti biasanya," ujar pria yang akrab disapa Mas Menteri ini.
Untuk itu, saat ini Kemenparekraf sedang melakukan persiapan pemulihan 360 derajat. Pariwisata tidak hanya dibangun dari sisi infrastruktur, tetapi juga mengedepankan pengalaman yang bakal didapatkan wisatawan.
"Target wisata itu harus peduli lingkungan, harus memiliki atraksi yang kekinian, aksesibilitas, dan aktivitas yang multisegmented yang diarahkan pada customize personalize, localize and smaller in size," tutupnya.
(maf)
Lihat Juga :