Soal 'Indonesia Terserah', Demokrat Singgung Ketegasan Pemimpin

Selasa, 19 Mei 2020 - 13:27 WIB
loading...
Soal Indonesia Terserah,...
Petugas gabungan melakukan razia Check Point PSBB di kawasan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (14/5/2020). Foto/SINDOnews/Eko Purwanto
A A A
JAKARTA - Fenomena tagar 'Indonesia Terserah' di media sosial baru-baru ini terus mendapatkan tanggapan. Kepala Departemen Hukum dan HAM DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto mengaku memahami kerisauan para tenaga medis.

"Mengingat bahwa pengabdian dan perjuangan para dokter, tenaga medis, dan relawan medis berada dalam garda terdepan dalam penanganan Covid-19 ," ujar Didik Mukrianto kepada SINDOnews, Selasa (19/5/2020).

Dia mengatakan, para tenaga medis menyadari sepenuhnya risiko yang dihadapi. Para tenaga medis juga sangat menyadari akan berpotensi terpapar Covid-19.

"Namun untuk negara, untuk pemerintah, untuk kemaslahatan bersama, untuk kepentingan rakyat, mereka mengambil risiko itu meskipun kesehatan dan nyawa mereka taruhannya," kata anggota Komisi III DPR RI ini.

Dia melanjutkan, dengan kondisi penyebaran virus Covid-19 yang belum terkendali dan vaksin belum ditemukan, upaya yang paling efektif adalah pembatasan sosial dan menghindari kerumunan. Selain itu menerapkan protokol Covid-19 lainnya di satu sisi dan mengobati yang terpapar di sisi lain. "Terbukti di beberapa negara bahwa tidak ada upaya yang lebih efektif, kecuali itu," katanya.

Dia melanjutkan, pemerintah terus meminta masyarakat untuk melakukan pembatasan sosial di satu sisi namun di sisi lain kebijakan pemerintah serta pernyataan Presiden Jokowi bisa dianggap tidak konsisten dan cenderung membingungkan, dibalut dengan istilah-istilah penggunaan kata yang menimbulkan perdebatan publik. (Baca juga: Ini Tanggapan Pemerintah Soal “Indonesia Terserah” dan Ramainya Tempat Publik ).

"Saya sangat memahami kalau para dokter, tenaga medis dan relawan kesehatan merasa risau, betapa sakit perasaan dan psikologis mereka. Tidakkah pemerintah, tidakkah Presiden memahami risiko nyawa yang dihadapi oleh mereka? Sungguh tidak lucu apabila ada pemimpin yang menganggap bahaya Covid-19 hanya lelucon belaka, di saat semua rakyatnya sedang menghadapi derita akibat Covid-19," ungkapnya.

Dia mengatakan, pemimpin itu ditiru, omongan dan kebijakannya tidak boleh mencla-mencle. "Jangan sampai pagi dele, sore tempe. Pemimpin harus bijak, tegas, pas dan proper dalam membuat kebijakan, dan pastikan selalu bertumpu kepada kepentingan rakyatnya apa pun kondisi dan alasannya," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Demokrat: Pemerintah...
Demokrat: Pemerintah Tidak Perlu Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol
Demokrat Serahkan Urusan...
Demokrat Serahkan Urusan Reshuffle Kabinet ke Presiden: Supaya Bisa Bekerja dengan Nyaman
Hadiri Baksos di Gereja...
Hadiri Baksos di Gereja Katolik Santo Andreas, AHY Salurkan Bantuan untuk Ribuan Jemaat
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Partai Demokrat Ancam...
Partai Demokrat Ancam Gugat Trump Terkait Perang Iran
Perkuat Akar Rumput,...
Perkuat Akar Rumput, BMI Demokrat Gelar Muscab dan Pelantikan Serentak se-Tegal Raya
Rekomendasi
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Berita Terkini
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved