Tekan Risiko Penularan dengan Cerdas Tangani Virus Corona
Selasa, 09 Maret 2021 - 10:25 WIB
loading...
A
A
A
“Oleh karena itu penting mengetahui status kesehatan kita jika terinfeksi pun kita langsung bisa teratasi dengan baik. Sejauh data yang didapat saat ini bahwa imunitas yang dibentuk dari vaksin atau pasca infeksi sekalipun sangat individual, sehingga meskipun sudah divaksin harus tetap protokol kesehatan, agar tidak terinfeksi,” ujar dokter lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.
Baca juga: Update, 3.788 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri
Mariya mengimbau perawat mengupayakan skrining komorbid. Alasannya, orang dengan komorbid, seperti kolesterol tinggi dan diabetes dengan kadar gula tinggi mudah terinfeksi. Kemudian, jika terinfeksi Covid-19, pasien komorbid cenderung mudah sekali ke fase kritis dan untuk menurunkan kolesterol itu tidak bisa dalam satu dua hari, tapi bisa mencapai mungkin sampai tiga bulan.
Begitu juga dengan penderita diabetes melitus, Mariya menyarankan agar dilakukan pengecekan HB A1C. Penderita diabetes yang kadar gulanya stabil itu seperti orang biasa, tapi kalau gula darahnya tinggi dia memiliki tingkat risiko tinggi dan berpotensi masuk ruang ICU.
Satgas Bidang Perlindungan Tenaga Kesehatan, lanjut Mariya, berencana melakukan advokasi juga ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar program skrining komorbid untuk tenaga kesehatan yang dilaksanakan di setiap daerah masing-masing ditanggung pemda karena ini sangat penting.
“Bagi perawat yang memiliki komorbid jangan kecil hati. Asalkan terkontrol itu menjadi aman,” ujar Mariya.
Sebelum mengakhiri presentasinya, dia mengingatkan perawat terutama yang bertugas di ruang UGD menandai pasien dari tenaga kesehatan untuk segera mendapat penanganan cepat. Semua tenaga kesehatan terinfeksi Covid-19 bisa menghubungi layanan bantuan Helpline 117 ext.3 untuk mendapatkan penanganan. “Semua nakes harus selamat, jangan sampai masuk ke fase berat,” ujarnya.
Baca juga: Update, 3.788 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri
Mariya mengimbau perawat mengupayakan skrining komorbid. Alasannya, orang dengan komorbid, seperti kolesterol tinggi dan diabetes dengan kadar gula tinggi mudah terinfeksi. Kemudian, jika terinfeksi Covid-19, pasien komorbid cenderung mudah sekali ke fase kritis dan untuk menurunkan kolesterol itu tidak bisa dalam satu dua hari, tapi bisa mencapai mungkin sampai tiga bulan.
Begitu juga dengan penderita diabetes melitus, Mariya menyarankan agar dilakukan pengecekan HB A1C. Penderita diabetes yang kadar gulanya stabil itu seperti orang biasa, tapi kalau gula darahnya tinggi dia memiliki tingkat risiko tinggi dan berpotensi masuk ruang ICU.
Satgas Bidang Perlindungan Tenaga Kesehatan, lanjut Mariya, berencana melakukan advokasi juga ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar program skrining komorbid untuk tenaga kesehatan yang dilaksanakan di setiap daerah masing-masing ditanggung pemda karena ini sangat penting.
“Bagi perawat yang memiliki komorbid jangan kecil hati. Asalkan terkontrol itu menjadi aman,” ujar Mariya.
Sebelum mengakhiri presentasinya, dia mengingatkan perawat terutama yang bertugas di ruang UGD menandai pasien dari tenaga kesehatan untuk segera mendapat penanganan cepat. Semua tenaga kesehatan terinfeksi Covid-19 bisa menghubungi layanan bantuan Helpline 117 ext.3 untuk mendapatkan penanganan. “Semua nakes harus selamat, jangan sampai masuk ke fase berat,” ujarnya.
Lihat Juga :