Jhoni Allen Sebut AHY Tak Pernah Mendaki, Wasekjen: Demokrat Bukan Gunung
Selasa, 02 Maret 2021 - 08:05 WIB
loading...
A
A
A
"Tidak ada krisis kepemimpinan di Partai Demokrat. Yang ada krisis moral kader yang tidak bertanggung jawab. Krisis moral itu adalah dengan menarik-narik kekuasaan dan penggunaan uang untuk mengambil alih kepemimpinan sah partai Demokrat," beber Irwan.
(Baca: SBY Disebut Tak Ikut Berkeringat Dirikan Partai, Begini Cerita Versi Demokrat)
Ketua Umum Cakra AHY ini menegaskan, sampai sekarang AHY terbukti mampu mengkonsolidasikan kekuatan internal partai, mendongkrak elektrabilitas Demokrat, tegas dalam memberikan reward and punishment, responsif serta konsisten dalam memimpin kader dan menjawab kebutuhan rakyat dalam masa krisis pandemi.
Karena itu, dia menilai bahwa Jhoni tidak memahami AD/ART partai. Dan perlu diketahui juga bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bukan turun gunung. Tapi sesuai kewenangan SBY dalam posisi sebagai Majelis Tinggi Partai Demokrat, yang punya hak dan kewenangannya terkait dengan masalah yang ada, dan dapat dikategorikan masalah strategis partai.
"Karena ada elemen kekuasaan yang mengancam keberlangsungan partai. Jadi masalah ini masalah bersama Majelis Tinggi Partai dan DPP, bukan hanya pada eksekutif partai, dalam hal ini Ketum dan jajaran," tandasnya.
(Baca: SBY Disebut Tak Ikut Berkeringat Dirikan Partai, Begini Cerita Versi Demokrat)
Ketua Umum Cakra AHY ini menegaskan, sampai sekarang AHY terbukti mampu mengkonsolidasikan kekuatan internal partai, mendongkrak elektrabilitas Demokrat, tegas dalam memberikan reward and punishment, responsif serta konsisten dalam memimpin kader dan menjawab kebutuhan rakyat dalam masa krisis pandemi.
Karena itu, dia menilai bahwa Jhoni tidak memahami AD/ART partai. Dan perlu diketahui juga bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bukan turun gunung. Tapi sesuai kewenangan SBY dalam posisi sebagai Majelis Tinggi Partai Demokrat, yang punya hak dan kewenangannya terkait dengan masalah yang ada, dan dapat dikategorikan masalah strategis partai.
"Karena ada elemen kekuasaan yang mengancam keberlangsungan partai. Jadi masalah ini masalah bersama Majelis Tinggi Partai dan DPP, bukan hanya pada eksekutif partai, dalam hal ini Ketum dan jajaran," tandasnya.
(muh)
Lihat Juga :