Revisi UU ITE Harus Selaraskan Aspek HAM, Ketertiban Sosial, dan Keadilan

Rabu, 17 Februari 2021 - 10:11 WIB
loading...
Revisi UU ITE Harus...
Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Langkah pemerintah yang ingin merevisi Undang-Undang Nomor 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ( UU ITE ) menuai dukungan sejumlah pihak, termasuk sejumlah partai politik (parpol) pendukung pemerintah. Dukungan itu antara lain diberikan oleh Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Sekretaris Jenderal DPP Partai Hanura Gede Pasek Suardika mengatakan, memang sudah saatnya UU ITE diperbaiki sejalan dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat. "Sudah saatnya UU ITE diperbaiki. Perkembangan teknologi komunikasi informasi saat ini begitu pesatnya dan paradigma serta interaksi sosial juga mengalami perubahan yang sangat besar," ujarnya saat dihubungi, Rabu (17/2/2021).

Baca juga: Pak Jokowi, Jika Serius Ingin Revisi UU ITE Lebih Bagus Usulan dari Pemerintah

Pasek mengatakan, UU ITE yang baru nantinya harus bisa diselaraskan antara aspek HAM, ketertiban sosial, keadilan, serta mengantisipasi kemajuan teknologi. Dalam hal ini, Pasek meminta agar seluruh elite partai politik tanpa terkecuali wakil rakyat di Senayan merespons secara serius niat baik dari pemerintah tersebut.
Revisi UU ITE Harus Selaraskan Aspek HAM, Ketertiban Sosial, dan Keadilan

Mantan anggota DPR ini percaya revisi UU ITE dapat melindungi hak-hak rakyat dan juga penyelenggara negara dalam konteks demokrasi di Indonesia. Terlebih, Presiden Jokowi dan Kapolri telah memilki pandangan yang sama bahwa wacana revisi ini dapat memberikan rasa keadilan di masyarakat.

Baca juga: Pemerintah Ingin Revisi UU ITE, Faktanya Sudah Jadi Usulan DPR


"Jangan juga sampai kondisi masyarakat terlalu bebas dan barbar dalam berekspresi sekaligus juga jangan sampai masyarakat ketakutan karena dikriminalisasi. Perlu ada tolok ukur yang lebih tegas dan tidak multitafsir dalam penegakan hukumnya nanti," kata mantan politisi Partai Demokrat itu.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lagi, Abu Janda Diadukan...
Lagi, Abu Janda Diadukan ke Bareskrim soal Pernyataan Sumbar Intoleran dan Barbar
Pemerintah Perlu Menetralisir...
Pemerintah Perlu Menetralisir Narasi Negatif di Media Sosial
Isu Mark Up Harga Sepatu...
Isu Mark Up Harga Sepatu Siswa Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Itu Fitnah, Hoaks
Soroti Pernyataan Amien...
Soroti Pernyataan Amien Rais, Pengamat Ingatkan Bahaya Politik Fitnah
Tanggapi Amien Rais,...
Tanggapi Amien Rais, Gerakan Pemuda Marhaen: Penurunan Kualitas Demokrasi
Komdigi Tegaskan Video...
Komdigi Tegaskan Video Amien Rais soal Prabowo Hoaks dan Bermuatan Ujaran Kebencian
Keluarga Bantah Kabar...
Keluarga Bantah Kabar Haji Bolot Meninggal Dunia, Cucu: Hoaks!
Hadapi Dampak Negatif...
Hadapi Dampak Negatif Digitalisasi, Perlu Literasi dan Aturan yang Relevan
UPN Veteran Jakarta...
UPN Veteran Jakarta Perkuat Literasi Digital Warga untuk Cegah Penyebaran Hoaks
Rekomendasi
Argentina vs Aljazair:...
Argentina vs Aljazair: Messi dan Misi Pertahankan Takhta Piala Dunia
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Tekuk Irak 4-1, Erling Haaland Cetak Brace
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Berita Terkini
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved