Polri Itu Polisi Pemerintah, Selalu Sulit Berjarak dengan Kekuasaan
Jum'at, 08 Januari 2021 - 07:45 WIB
loading...
Siapa pun kapolri baru pengganti Idham Azis akan sulit mengambil jarak dengan kekuasaan karena polri adalah polisi pemerintah. Foto/ilustrasi.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sosok seperti apa yang pas sebagai kapolri ? Co-Founder Institute for Scurity and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyatakan selain punya kemampuan persuasi dan komunikasi, sosok tersebut juga harus tegas.
"Tegas bukan berarti tak perlu persuasi, pun sebaliknya komunikatif juga bukan berarti tidak tegas," ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Jumat (8/1/2021).
(Baca: Jokowi Sudah Pilih Satu Calon Kapolri, Para Jenderal Polisi Tak Usah Lobi-lobi)
Melihat kondisi penegakan hukum, keamanan dan ketertiban serta dinamika sosial politik beberapa tahun terakhir yang cenderung gaduh dan melelahkan, Fahmi mengatakan yang dibutuhkan bukan hanya figur pemimpin polri yang persuasif dan komunikatif.
Namun lebih jauh, dibutuhkan figur Kapolri yang lebih cerdas dan lebih menunjukkan jatidiri sebagai pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, sekaligus penegak hokum yang kokoh. Menurut dia, kriteria itu tentu saja dimulai dari penentuan figur pemimpinnya.
"Tegas bukan berarti tak perlu persuasi, pun sebaliknya komunikatif juga bukan berarti tidak tegas," ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Jumat (8/1/2021).
(Baca: Jokowi Sudah Pilih Satu Calon Kapolri, Para Jenderal Polisi Tak Usah Lobi-lobi)
Melihat kondisi penegakan hukum, keamanan dan ketertiban serta dinamika sosial politik beberapa tahun terakhir yang cenderung gaduh dan melelahkan, Fahmi mengatakan yang dibutuhkan bukan hanya figur pemimpin polri yang persuasif dan komunikatif.
Namun lebih jauh, dibutuhkan figur Kapolri yang lebih cerdas dan lebih menunjukkan jatidiri sebagai pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, sekaligus penegak hokum yang kokoh. Menurut dia, kriteria itu tentu saja dimulai dari penentuan figur pemimpinnya.
Lihat Juga :