Kemlu Didesak Sampaikan Protes Diplomatik Terhadap Pemilik Drone Bawah Air

Sabtu, 02 Januari 2021 - 19:57 WIB
loading...
Kemlu Didesak Sampaikan...
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto mendesak pemerintah menyampaikan protes diplomatik terhadap negara pemilik drone bawah air yang masuk ke perairan Indonesia tanpa izin. Foto/SINDOnews
A A A
DEPOK - Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) didesak menyampaikan protes diplomatik dan menindak tegas negara pemilik drone asing yang masuk ke perairan laut Indonesia.

Seperti diketahui, sebuah drone bawah laut ditemukan oleh seorang nelayan di dekat Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan. Drone tersebut dicurigai untuk mengintai rute kapal-kapal selam ke Samudera Hindia melalui perairan Indonesia. Saat ini drone tersebut telah diamankan oleh TNI AL. (Baca juga: Drone Selam China Berkeliaran di Perairan Indonesia Patut Dicurigai)

“Bila sudah diketahui asal usul negara yang memiliki drone tersebut, Kemlu harus melakukan protes diplomatik yang keras terhadap negara tersebut dan bila perlu tindakan tegas lainnya,” kata Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto, Sabtu (2/1/2021). (Baca juga: Drone Bawah Air Masuk RI, Anggota DPR Desak Perkuat Patroli Laut)

Protes keras dan tindakan tegas ini dilakukan terlepas apakah negara tersebut adalah negara sahabat, bahkan adanya ketergantungan Indonesia secara ekonomi. Dia menegaskan jangan sampai terulang kembali insiden atas agen intelijen Jerman. ”Kemlu hanya puas dengan klarifikasi Kedubes Jerman dan agen tersebut dipulangkan oleh Kedubes tanpa ada protes diplomatik. Seharusnya Kemlu melakukan tindakan yang lebih tegas lainnya bila kegiatan mata-mata terkuak,” tegasnya. (Baca juga: Benda Asing Mirip Drone di Selayar Dibawa Kapal Perang ke Komando Armada II TNI AL)

Kemlu Didesak Sampaikan Protes Diplomatik Terhadap Pemilik Drone Bawah Air


Rektor Universitas Jenderal A.Yani itu menambahkan Indonesia harus mempertahankan kedaulan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jangan sampai Indonesia dianggap lemah dan mudah diajak berkompromi. “Ini semua dilakukan agar diplomasi untuk mempertahankan kedaulatan NKRI benar-benar diperankan oleh Kemlu. Jangan sampai Indonesia dianggap lemah bahkan mudah untuk diajak berkompromi saat tindakan mata-mata yang dilakukan oleh negara lain terkuak,” pungkasnya.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Rekomendasi
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Selebriti Pakai Earphone...
Selebriti Pakai Earphone Kabel, Pasar IEM Chi-Fi Diam-Diam Meledak
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Berita Terkini
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Infografis
Pentagon Didesak Kirim...
Pentagon Didesak Kirim Drone Grey Eagle ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved