Fahri Hamzah Kecewa dengan Prabowo: Harusnya Bisa Rangkul Oposisi
Rabu, 23 Desember 2020 - 21:43 WIB
loading...
Politikus Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah. Foto/Instagram Fahri Hamzah
A
A
A
JAKARTA - Fahri Hamzah secara terang-terangan mengungkapkan kekecewaannya terhadap Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto .
Prabowo dinilainya tidak terlihat melakukan upaya untuk mendamaikan situasi di Tanah Air. Prabowo seharunsnya mendorong pemerintah merangkul oposisi, bukan memusuhi.
Padahal, kata politikus Partai Gelora Indonesia itu, Prabowo merupakan sosok yang diistilahkannya sebagai jantung kekuatan oposisi.
"Kekecewaan pertama saya titipkan kepada Pak Prabowo yang tidak tampak menggunakan celah yang ada untuk mrndamaikan keadaan. Padahal, beliau adalah jantung kekuatan oposisi. Harusnya sebagai pejabat polkam beliau bisa mengajak pemerintah merangkul oposisi bukan memusuhinya," kata Fahri Hamzah melalui akun Twitternya, @Fahrihamzah, Rabu (23/12/2020).
Bahkan, kata dia, Prabowo juga justru diam ketika ada seorang militer aktif berkali-kali ikut campur dalam politik keamanan sipil. Prabowo seharusnya bisa menjelaskan kepada Presiden bahwa dalam demokrasi, militer harus berada di belakang. Dia pun mempertanyakan sikap diam Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu.
Prabowo dinilainya tidak terlihat melakukan upaya untuk mendamaikan situasi di Tanah Air. Prabowo seharunsnya mendorong pemerintah merangkul oposisi, bukan memusuhi.
Padahal, kata politikus Partai Gelora Indonesia itu, Prabowo merupakan sosok yang diistilahkannya sebagai jantung kekuatan oposisi.
"Kekecewaan pertama saya titipkan kepada Pak Prabowo yang tidak tampak menggunakan celah yang ada untuk mrndamaikan keadaan. Padahal, beliau adalah jantung kekuatan oposisi. Harusnya sebagai pejabat polkam beliau bisa mengajak pemerintah merangkul oposisi bukan memusuhinya," kata Fahri Hamzah melalui akun Twitternya, @Fahrihamzah, Rabu (23/12/2020).
Bahkan, kata dia, Prabowo juga justru diam ketika ada seorang militer aktif berkali-kali ikut campur dalam politik keamanan sipil. Prabowo seharusnya bisa menjelaskan kepada Presiden bahwa dalam demokrasi, militer harus berada di belakang. Dia pun mempertanyakan sikap diam Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu.
Lihat Juga :