Jika Jadi Mensos dan Kinerjanya Oke, Risma Membayangi Puan di Pilpres 2024
Sabtu, 19 Desember 2020 - 13:28 WIB
loading...
Tri Rismaharini. Foto/Dok SINDO
A
A
A
JAKARTA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma disebut-sebut menjadi salah satu calon Menteri Sosial (Mensos) menggantikan rekan separtainya, Juliari Peter Batubara yang terjerat korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19. Namun, persoalan baru bakal dihadapi PDIP jika Risma jadi Mensos dan kinerjanya oke.
Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin menilai Risma memang menjadi salah satu nama kuat dan pas untuk menjadi Mensos. "Nah, sosok Bu Risma bisa menjadi pilihan bagi PDIP untuk menempatkannya menjadi Mensos," ujarnya, Sabtu (19/12/2020).
(Baca juga : Rumor PDIP-Gerindra Bersatu di Pilpres 2024, Pengamat: Segala Kemungkinan Masih Bisa Terjadi )
Apalagi, kata Ujang, kursi Mensos adalah jatah PDIP. "Yang pertama ini kan jatahnya PDIP. Kedua, Megawati dan Risma itu sangat dekat. Ketiga, biasanya kan menteri itu diambil dari petinggi partai. Nah Risma ini kan petinggi partai juga."
(Baca juga : Gandeng China, Luhut Kebut Pemulihan Ekonomi Pariwisata RI )
Yang terakhir, kata Ujang, Risma tidak punya posisi setelah selesai jadi Wali Kota Surabaya. Sehingga, bisa dijadikan momentum untuk melihat kapasitas Risma untuk Pilpres 2024 . "Tentunya perlu juga uji kan dalam konteks menjadi menteri agar terlihat seperti apa kapasitas Bu Risma dalam memimpin kementerian ke depan. Katakanlah, diuji menjadi wali kota sudah selesai dua periode, maka menjadi menteri adalah sebuah pilihan bagi PDIP."
(Baca juga: Risma Berpeluang Jadi Mensos Gantikan Juliari Batubara ).
Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin menilai Risma memang menjadi salah satu nama kuat dan pas untuk menjadi Mensos. "Nah, sosok Bu Risma bisa menjadi pilihan bagi PDIP untuk menempatkannya menjadi Mensos," ujarnya, Sabtu (19/12/2020).
(Baca juga : Rumor PDIP-Gerindra Bersatu di Pilpres 2024, Pengamat: Segala Kemungkinan Masih Bisa Terjadi )
Apalagi, kata Ujang, kursi Mensos adalah jatah PDIP. "Yang pertama ini kan jatahnya PDIP. Kedua, Megawati dan Risma itu sangat dekat. Ketiga, biasanya kan menteri itu diambil dari petinggi partai. Nah Risma ini kan petinggi partai juga."
(Baca juga : Gandeng China, Luhut Kebut Pemulihan Ekonomi Pariwisata RI )
Yang terakhir, kata Ujang, Risma tidak punya posisi setelah selesai jadi Wali Kota Surabaya. Sehingga, bisa dijadikan momentum untuk melihat kapasitas Risma untuk Pilpres 2024 . "Tentunya perlu juga uji kan dalam konteks menjadi menteri agar terlihat seperti apa kapasitas Bu Risma dalam memimpin kementerian ke depan. Katakanlah, diuji menjadi wali kota sudah selesai dua periode, maka menjadi menteri adalah sebuah pilihan bagi PDIP."
(Baca juga: Risma Berpeluang Jadi Mensos Gantikan Juliari Batubara ).
Lihat Juga :