Kemenag Minta Dai Muda Isi Medsos dengan Konten Dakwah Positif

loading...
Kemenag Minta Dai Muda Isi Medsos dengan Konten Dakwah Positif
Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag A Juraidi saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2020 Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) di Gedung Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat (BBPLM), Ciracas, Jakarta, Jumat (30/10/2020) mala
A+ A-
JAKARTA - Tantangan dakwahdi era sekarang dan ke depan tidak mudah, seiring perkembangan teknologi informasi dan derasnya arus informasi.

"Kita sekarang kebanjiran informasi. Para dai muda harus mempunyai pendirian dan bekal pengetahuan yang mumpuni," kata Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) A Juraidi saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2020 Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) di Gedung Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat (BBPLM), Ciracas, Jakarta, Jumat (30/10/2020) malam.

Dalam kontek keberagaman, kata Juraidi, banyaknya masuk paham radikalisme yang mempertentangkan antarumat membuat bangsa terpecah belah. "Oleh karena itu, strateginya kita harus mengimbangi dengan konten-konten positif. Dai muda harus menguasai IT dan memanfaatkan teknologi informasi, media sosial untuk kepentingan dakwah," katanya. (Baca juga: Dai Muda: Keajaiban Al-Fatihah bagi Mereka yang Mengamalkan)

Menurut Juraidi, banyaknya ajaran yang muncul belakangan sangat berbahaya bagi kesatuan dan persatuan bangsa. Hal itu juga mengganggu keberlangsungan hidup beragama dan bernegara karena mereka selalu mempertentangkan agama dan negara. "Ini tentu sangat berbahaya dalam kehidupan berbangsa kita yang heterogen. Karena bagi kita, agama dan negara saling menguatkan," katanya.



Juraidi mengatakan, Kemenag mempunyai program unggulan tentang moderasi beragama, yakni sikap beragama yang mengambil jalan tengah, tidak ekstrem. "Moderasi beragama mempunyai prinsip toleran, menghargai orang lain, keseimbangan dan berwawasan luas," paparnya.

Ketua Umum FKDMI Mohammad Nur Huda mengatakan, rakernas merupakan forum permusyawaratan yang telah diatur dalam organisasi. Rakernas kali ini mengangkat tema "Membumikan Islam Rahmatan Lil Alamin, Menjaga Ibu Pertiwi" yang digelar mulai Jumat-Minggu, 30 Oktober–1 November 2020 yang diikuti perwakilan Pengurus Wilayah FKDMI se-Indonesia.

"Selain membahas konsolidasi internal dan peraturan organisasi, kita juga akan membahas isu-isu nasional yang penting baik menyangkut keumatan dan kebangsaan," kata Huda. (Baca juga: Dai Muda RCTI+: Jangan Takut Kehilangan Harta, Sedekah Kunci Rezeki Berkah dan Berlimpah)



Ketua panitia, Ahmad Andi Wibowo mengatakan, rakernas kali ini diselenggarakan di tengah pandemi COVID-19, sehingga penyelenggaraan kegiatan harus disesuaikan dengan protokol kesehatan serta jumlah peserta yang harus dibatasi. "Peserta yang hadir di forum secara langsung harus mengikuti rapid test terlebih dahulu dan juga diberi masker kain dan hand sanitizer agar tetap dapat menerapkan protokol kesehatan. Panitia juga menerapkan physical distancing di kursi tempat duduk peserta Rakernas," kata Andi yang juga Ketua Bidang Organisasi FKDMI.

Hadir pula dalam pembukaan Rakernas FKDMI Sekjen DPP KNPI Addin Jauharudin. Sementara narasumber yang dijadwalkan akan menyampaikan materi antara lain Menko PMK Muhadjir Effendy, Plt Sekjen Kemendes PDTT Taufik Madjid, Staf Khusus Menteri Agama Kevin Haikal, Staf Khusus Menaker Hindun Anisah.

Narasumber lainnya adalah Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Rizkiyana Sukandhi Putra, Kabid OKP Kemenpora Abdullah Mas'ud, Plt Kapusdatin Kemendikbud/Plt Ketua MATAN M Hasan Chabibie, Kasubdit Dakwah dan HBI Ditjen Bimas Islam Kemenag Lubena.
(abd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top