Kemenag Minta Dai Muda Isi Medsos dengan Konten Dakwah Positif
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 13:09 WIB
loading...
Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag A Juraidi saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2020 Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) di Gedung Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat (BBPLM), Ciracas, Jakarta, Jumat (30/10/2020) mala
A
A
A
JAKARTA - Tantangan dakwah di era sekarang dan ke depan tidak mudah, seiring perkembangan teknologi informasi dan derasnya arus informasi.
"Kita sekarang kebanjiran informasi. Para dai muda harus mempunyai pendirian dan bekal pengetahuan yang mumpuni," kata Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) A Juraidi saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2020 Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) di Gedung Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat (BBPLM), Ciracas, Jakarta, Jumat (30/10/2020) malam.
Dalam kontek keberagaman, kata Juraidi, banyaknya masuk paham radikalisme yang mempertentangkan antarumat membuat bangsa terpecah belah. "Oleh karena itu, strateginya kita harus mengimbangi dengan konten-konten positif. Dai muda harus menguasai IT dan memanfaatkan teknologi informasi, media sosial untuk kepentingan dakwah," katanya. (Baca juga: Dai Muda: Keajaiban Al-Fatihah bagi Mereka yang Mengamalkan )
Menurut Juraidi, banyaknya ajaran yang muncul belakangan sangat berbahaya bagi kesatuan dan persatuan bangsa. Hal itu juga mengganggu keberlangsungan hidup beragama dan bernegara karena mereka selalu mempertentangkan agama dan negara. "Ini tentu sangat berbahaya dalam kehidupan berbangsa kita yang heterogen. Karena bagi kita, agama dan negara saling menguatkan," katanya.
Juraidi mengatakan, Kemenag mempunyai program unggulan tentang moderasi beragama, yakni sikap beragama yang mengambil jalan tengah, tidak ekstrem. "Moderasi beragama mempunyai prinsip toleran, menghargai orang lain, keseimbangan dan berwawasan luas," paparnya.
"Kita sekarang kebanjiran informasi. Para dai muda harus mempunyai pendirian dan bekal pengetahuan yang mumpuni," kata Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) A Juraidi saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2020 Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) di Gedung Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat (BBPLM), Ciracas, Jakarta, Jumat (30/10/2020) malam.
Dalam kontek keberagaman, kata Juraidi, banyaknya masuk paham radikalisme yang mempertentangkan antarumat membuat bangsa terpecah belah. "Oleh karena itu, strateginya kita harus mengimbangi dengan konten-konten positif. Dai muda harus menguasai IT dan memanfaatkan teknologi informasi, media sosial untuk kepentingan dakwah," katanya. (Baca juga: Dai Muda: Keajaiban Al-Fatihah bagi Mereka yang Mengamalkan )
Menurut Juraidi, banyaknya ajaran yang muncul belakangan sangat berbahaya bagi kesatuan dan persatuan bangsa. Hal itu juga mengganggu keberlangsungan hidup beragama dan bernegara karena mereka selalu mempertentangkan agama dan negara. "Ini tentu sangat berbahaya dalam kehidupan berbangsa kita yang heterogen. Karena bagi kita, agama dan negara saling menguatkan," katanya.
Juraidi mengatakan, Kemenag mempunyai program unggulan tentang moderasi beragama, yakni sikap beragama yang mengambil jalan tengah, tidak ekstrem. "Moderasi beragama mempunyai prinsip toleran, menghargai orang lain, keseimbangan dan berwawasan luas," paparnya.
Lihat Juga :