Marwan Jafar Apresiasi Rencana Presiden Jokowi Gratiskan Vaksin COVID-19

Jum'at, 23 Oktober 2020 - 13:18 WIB
loading...
Marwan Jafar Apresiasi...
Anggota Komisi VI DPR Marwan Jafar mengapresiasi rencana penggratisan vaksin COVID-19 bagi masyarakat tidak mampu. FOTO/DOK.SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR Marwan Jafar mengapresiasi rencana penggratisan vaksin COVID-19 bagi masyarakat tidak mampu. Menurutnya, hal itu adalah bukti bahwa negara hadir di tengah kesulitan masyarakat.

"Saya mengapresiasi rencana pemerintah tersebut. Sebelumnya sudah beberapa kali, dan bahkan sewaktu wacana penemuan vaksin dan sampai tahapan uji klinis, saya sudah mengusulkan dan memberikan pernyataan bahwa penyuntikan vaksin COVID-19 buat rakyat yang kurang mampu digratiskan. Alhamdulillah pikiran saya sejalan dengan pikiran presiden dalam hal menggratiskan vaksin bagi rakyat yang belum beruntung secara ekonomi," kata Marwan kepada awak media di Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pekan lalu menyatakan bahwa penyuntikan vaksin COVID-19 menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan dan Kementerian BUMN. Kementerian Kesehatan bertanggung jawab terkait penyuntikan vaksin gratis, sedang Kementerian BUMN yang mengurusi penyuntikan vaksin berbayar. (Baca juga: Jokowi: Menkes Urus Vaksin Gratis, BUMN Urus yang Berbayar )

Menurut Marwan, dirinya telah mendorong penyuntikan vaksin COVID-19 gratis bagi warga tidak mampu. Hal itu disampaikan pada Oktober 2020 saat rapat dengar pendapat dengan sejumlah BUMN Farmasi.

"Penggratisan vaksin ini, seperti sudah saya tandaskan merupakan bukti nyata hadirnya negara di tengah ratusan juta rakyat yang sedang khawatir karena pandemi ini. Sekaligus hal ini juga merupakan amanah dari konstitusi negara," ujar mantan Ketua Fraksi PKB ini.

Marwan menduga, penunjukkan Kementerian Kesehatan sebagai penanggung jawab rencana penyuntikan vaksin gratis bagi masyarakat tidak mampu dilatarbelakangi tingkat serapan anggaran di kementerian tersebut yang belum maksimal. Karena itu bisa dialihkan ke biaya penyuntikan vaksin yang mesti didorong agar dapat dilakukan secara lebih massif khususnya ke kalangan warga masyarakat kurang mampu atau berpenghasilan rendah.

"Perlu sekali diingatkan agar sebelum pemakaian atau penyuntikan vaksin, wajib melalui sejumlah tahapan baku dari sisi pendekatan kesehatan, ilmiah dan sebagainya. Ini untuk memastikan supaya tidak adanya efek klinis maupun pengaruh kesehatan tubuh yang mengkhawatirkan setelah penyuntikan vaksin," kata mantan Menteri Desa-PDTT ini. (Baca juga: Perawat, Dokter dan Masyarakat Kecil yang Dapat Vaksin Gratis )

Saat ini serta berdasarkan pengalaman banyak orang yang sembuh dari paparan COVID-19, kata Marwan, seluruh masyarakat tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. Selalu memakai masker standar, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Selain itu, juga sangat baik mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat dan berolahraga agar daya kekebalan, imunitas dan tingkat antibodi mampu berfungsi optimal.

(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Kritik Pemadaman Listrik,...
Kritik Pemadaman Listrik, Komisi VI DPR: Tidak Boleh Lagi Terjadi
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Perempuan Bangsa Ajak...
Perempuan Bangsa Ajak 2.000 Peserta Tanam Pohon di Singhasari Malang
Buka Muscab PKB Pamekasan,...
Buka Muscab PKB Pamekasan, Waketum: Perkuat Akar Rumput dan Kuasai Teknologi
Sapa dan Bantu Korban...
Sapa dan Bantu Korban Tanah Bergerak di Tegal, Rustini Muhaimin Dorong Tempat Huntara
Rekomendasi
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Hasil MotoGP Belanda...
Hasil MotoGP Belanda 2026: Ai Ogura Cetak Sejarah, Marc Marquez Keenam
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Berita Terkini
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Namanya
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025 (Jumat 19 Desember Pukul 14.00 WIB)
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved