Sandi Harap Program Seribu Teknopreneur Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja

Kamis, 01 Oktober 2020 - 11:31 WIB
loading...
Sandi Harap Program...
Yayasan Inotek Indonesia milik Sandiaga Uno telah menggandeng Kementerian Riset dan Teknologi dalam memperluas lapangan pekerjaan lewat program STSP. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Yayasan Inovasi Teknologi (Inotek) Indonesia milik Sandiaga Salahudin Uno telah menggandeng Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia dalam memperluas lapangan pekerjaan lewat program Seribu Teknopreneur Sejuta Pekerjaan (STSP).

(Baca juga: Ini Syarat-syarat Sembuh dan Selesai Isolasi Covid-19)

Program ini akibat krisis ekonomi imbas pandemi virus corona atau covid-19 berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal sejak beberapa bulan belakangan. Dengan adanya program ini, maka diharapkan akan membuka jutaan lapangan kerja.

(Baca juga: Legislator PPP Usul Kantor CC PKI Dibikin Museum Kekejaman G30S)

"Kita ciptakan 1000 technopreneur untuk membuka jutaan lapangan kerja. Dengan beradaptasi pada revolusi industri 4.0, technopreneur diharap mampu melihat sektor-sektor mana saja yang akan menjadi pemenang di tengah pandemi," kata Sandi Uno dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Sandi Uno yang juga pengusaha nasional mengatakan lewat program yang digagasnya ini, para technopreneur akan diberikan pelatihan dan pendampingan untuk menciptakan usaha kecil dan menengah (UMKM) sehingga tercipta lapangan kerja.

"Jadi saya akan mengingatkan kepada para seribu technopreneur ini tak hanya menjadi yang pertama tetapi menjadi yang terbaik. Bahwa mereka ada pendampingannya di sini beda dengan program-program yang lain. Di sini pelatihan, pendampingan, kami saling berpegang tangan," jelas Sandi.

Tak hanya itu, mereka juga akan didorong untuk melihat peluang sektor-sektor mana saja yang di tengah pandemi ini yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

"Jadi kita ngelihat bahwa ada sektor kesejtan, sektor pangan, sektor konsumsi. UMKM di sektor-sektor pemenang ini yang harus kita lebih geliatkan dan dinaik kelaskan agar lebih banyak lagi lapangan kerja yang berkualitas. 97 persen lapangan pekerjaan itu dikontribusikan oleh UMKM. Jadi sektor UMKM ini juga kita harus bangkitkan, kita naik kelaskan," harap Sandi.

Selanjutnya terkait anggaran, mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini memastikan pihaknya akan mengukur terlebih dahulu selama enam bulan ke depan akibat dampak dari pandemi ini.

"Karena kita ingin berangkat dari satu pendekatan bukan besar-besarkan anggaran tapi akan berbicara tentang dampaknya. Dampak ini akan kita ukur dan kalau misalnya ini program bagus, karena kita ikut merangkul sektor swasta, merangkul NGO, dan merangkul banyak sekali organisasi. Jadi besaran anggaran ini tentunya nanti akan menyesuaikan. Tentunya semakin efektif, semakin berdampak dan semakin baik," jelasnya.

Kendati demikian, politisi Gerindra ini mengingatkan bahwa membangun lapangan kerja bukan berarti soal besar-besaran anggaran tapi juga menggunakan velositas. Velositas ini yang harus dillakukan dari sekarang dan kecepatan di tengah pandemi.

"Ini tentang optimisme, ini tentang bagaimana kita membangun satu semangat psotif, membangun optimisme. Dan saya yakin di tengah tengah pandemi ini hal-hal baik tidak datang kepada mereka yang menunggu tapi yang bekerja langsung, bergerak dan melihat peluang," ujarnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Program Desa EMAS Sandi...
Program Desa EMAS Sandi Uno Ekspor Kopi ke Malaysia
Panen Perdana Edamame,...
Panen Perdana Edamame, Sandi Uno: Langkah Awal Penguatan Ekonomi Desa
Kolaborasi Budaya Nusantara...
Kolaborasi Budaya Nusantara untuk Pemberdayaan Perempuan dan Penguatan UMKM
Cerita Sandi Uno Maju...
Cerita Sandi Uno Maju Pilgub Jakarta, Sempat Tak Pede Lawan AHY dan Ditolak Usulkan Anies Jadi Cagub
Dukung Kesetaraan dan...
Dukung Kesetaraan dan Lapangan Kerja, Sandiaga Uno Resmikan Ruang Kreatif Difabel
Kukuhkan Pengurus IHTS,...
Kukuhkan Pengurus IHTS, Sandi Uno: Pariwisata Kesehatan Buka Lapangan Kerja
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
Sandination Academy...
Sandination Academy dan YIS Dampingi 50 Brand dalam Offline Mentoring Rocket Incubation 2026
Cara Sandiaga Uno Bikin...
Cara Sandiaga Uno Bikin Ibu Rumah Tangga Berdaya dan Buka Lapangan Kerja
Rekomendasi
Perbandingan Harga Tiket...
Perbandingan Harga Tiket Piala Dunia 2022 vs 2026 Bikin Melongo: Final Tembus Rp113 Juta
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
Berita Terkini
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved