Pernyataan Luhut Dinilai Tak Menyisakan Empati ke Keluarga Korban Corona
Rabu, 15 April 2020 - 13:52 WIB
loading...
A
A
A
Kedua, data yang disampaikan pemerintah kemarin terkait ODP, PDP, dan yang positif sudah menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Sebagaimana dilaporkan, angka ODP mencapai 139.137 orang, PDP 10.482 orang, dan yang positif 4.839 orang. "Jumlah ini tentu tidak sedikit. Apalagi sampai saat ini, vaksin dan obat terhadap penyakit ini belum ditemukan," kata anggota Komisi IX DPR ini.
Ketiga, sejauh ini masyarakat mengetahui bahwa pemerintah belum sepenuhnya mampu memenuhi semua kebutuhan alkes, obat, dan APD bagi rumah sakit dan seluruh tenaga medis. Dia mengatakan, kalau memang katanya jumlah 500 itu sedikit, harusnya seluruh kebutuhan itu bisa dipenuhi dengan mudah. "Tidak perlu menjadi polemik dan kontroversi di publik," ujar Legislator asal daerah pemilihan Sumatera Utara II ini.
Keempat, kata Saleh, kalau benar bahwa jumlah 500 orang itu sedikit, lalu mengapa pemerintah sampai khawatir. Dia melanjutkan, bukti kekhawatiran itu adalah ditetapkannya beberapa status yang harus diikuti masyarakat. Ada social distancing, physical distancing, dan sekarang PSBB.
“Kan tidak sinkron antara pernyataan itu dengan kebijakan yang diambil pemerintah. Berani gak pemerintah mendiamkan saja masalah ini? Tentu saja tidak. Itu artinya, pemerintah secara institusional menganggap persoalan ini serius,” ujar mantan ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah ini.
Kelima, WHO sebagai lembaga kesehatan dunia telah mengingatkan Indonesia akan bahaya penyebaran virus Covid-19. Dia menuturkan, peringatan WHO ini bahkan secara khusus ditujukan kepada pemerintah Indonesia. "Indonesia diminta untuk segera menetapkan darurat nasional. Dan itu ditindaklanjuti oleh Indonesia. Kemarin, presiden menandatangani keppres penetapan wabah Corona sebagai bencana nasional," ucapnya.
Ketiga, sejauh ini masyarakat mengetahui bahwa pemerintah belum sepenuhnya mampu memenuhi semua kebutuhan alkes, obat, dan APD bagi rumah sakit dan seluruh tenaga medis. Dia mengatakan, kalau memang katanya jumlah 500 itu sedikit, harusnya seluruh kebutuhan itu bisa dipenuhi dengan mudah. "Tidak perlu menjadi polemik dan kontroversi di publik," ujar Legislator asal daerah pemilihan Sumatera Utara II ini.
Keempat, kata Saleh, kalau benar bahwa jumlah 500 orang itu sedikit, lalu mengapa pemerintah sampai khawatir. Dia melanjutkan, bukti kekhawatiran itu adalah ditetapkannya beberapa status yang harus diikuti masyarakat. Ada social distancing, physical distancing, dan sekarang PSBB.
“Kan tidak sinkron antara pernyataan itu dengan kebijakan yang diambil pemerintah. Berani gak pemerintah mendiamkan saja masalah ini? Tentu saja tidak. Itu artinya, pemerintah secara institusional menganggap persoalan ini serius,” ujar mantan ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah ini.
Kelima, WHO sebagai lembaga kesehatan dunia telah mengingatkan Indonesia akan bahaya penyebaran virus Covid-19. Dia menuturkan, peringatan WHO ini bahkan secara khusus ditujukan kepada pemerintah Indonesia. "Indonesia diminta untuk segera menetapkan darurat nasional. Dan itu ditindaklanjuti oleh Indonesia. Kemarin, presiden menandatangani keppres penetapan wabah Corona sebagai bencana nasional," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :