Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah dan APHI Dorong Pengelolaan Berkelanjutan
Minggu, 26 Juli 2026 - 19:05 WIB
loading...
A
A
A
Ia menegaskan keberhasilan rehabilitasi tidak cukup diukur dari jumlah bibit atau luas penanaman, tetapi juga dari tingkat kelangsungan hidup tanaman, pemulihan fungsi ekosistem, penguatan kelembagaan, dan peningkatan pendapatan masyarakat pesisir. Menurut Soewarso, dunia usaha kehutanan dapat berkontribusi melalui pembibitan, penanaman, pemeliharaan, pemantauan, pengembangan teknologi, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan produk mangrove nonkayu. Baca juga: Ingin Nelayan Sejahtera, Prabowo: Bukan Kapal Asing yang Ambil Ikan di Laut Kita
“Dunia usaha tidak boleh berhenti pada penanaman yang bersifat simbolis. Harus ada pemeliharaan, pengukuran hasil, pendampingan masyarakat, dan kepastian bahwa manfaat ekologis serta ekonominya berlangsung dalam jangka panjang,” katanya.
Peringatan Hari Mangrove Sedunia diisi dengan penanaman bibit mangrove di Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, penanaman serentak secara nasional, serta diskusi mengenai penataan Kesatuan Lanskap Mangrove. APHI berharap peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 memperkuat kolaborasi lintas sektor dan melahirkan program pemulihan mangrove yang terukur, berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat pesisir.
“Dunia usaha tidak boleh berhenti pada penanaman yang bersifat simbolis. Harus ada pemeliharaan, pengukuran hasil, pendampingan masyarakat, dan kepastian bahwa manfaat ekologis serta ekonominya berlangsung dalam jangka panjang,” katanya.
Peringatan Hari Mangrove Sedunia diisi dengan penanaman bibit mangrove di Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, penanaman serentak secara nasional, serta diskusi mengenai penataan Kesatuan Lanskap Mangrove. APHI berharap peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 memperkuat kolaborasi lintas sektor dan melahirkan program pemulihan mangrove yang terukur, berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat pesisir.
(poe)
Lihat Juga :