Penampakan Alphard yang Disita KPK Terkait Kasus Bupati Lombok Barat
Kamis, 23 Juli 2026 - 16:13 WIB
loading...
KPK menyita satu unit Toyota Alphard terkait kasus dugaan korupsi yang menyeret Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ). Foto/Dok KPK
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) menyita satu unit Toyota Alphard terkait kasus dugaan korupsi yang menyeret Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ). Mobil mewah tersebut diduga penerimaan LAZ dari salah seorang tersangka yakni Alvonsus Gani (ALG) selaku Direktur Utama Meconel Sistim Instrument.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan, penyitaan ini dalam rangkaian penggeledahan terkait perkara yang menetapkan tiga tersangka tersebut.
"Salah satu yang dilakukan penyitaan dalam kegiatan ini yakni 1 unit mobil Toyota Alphard, yang diduga diterima Bupati LAZ dari ALG selaku pihak swasta, terkait proyek-proyek di PT AMGM (PT Air Minum Giri Menang)," kata Budi dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).
Baca Juga: KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka Dugaan Suap dan Gratifikasi
Budi menyebutkan, penggeledahan tidak lain guna mencari alat bukti tambahan pasca penetapn tiga tersangka yang bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (20/7/2026). "Kegiatan masih berlangsung, kami akan update kembali perkembangannya," ujarnya.
Diketahui, KPK menetapkan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Ia ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan benturan kepentingan, suap, dan gratifikasi.
Zaini ditetapkan tersangka bersama Sudirman (SUD) selaku Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang Lombok Barat dan Alvonsus Gani (ALG) selaku Direktur Utama Meconel Sistim Instrument. Penetapan ini seusai ketiganya terjaring dalam OTT KPK di Lombok pada Senin (20/7/2026).
"Berdasarkan bukti permulaan yang sah, KPK kemudian menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan, dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yaitu LAZ, SUD, dan ALG," kata Plt. Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein saat konferensi pers, Selasa (21/7/2026).
Ketiganya ditahan untuk 20 hari pertama, terhitung sejak tanggal 21 Juli sampai dengan 9 Agustus 2026 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih KPK.
Terkait dugaan benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa, LAZ bersama-sama SUD disangkakan telah melanggar ketentuan dalam Pasal 12 huruf i UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Terkait dugaan suap dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lombok Barat, LAZ bersama-sama dengan SUD sebagai penerima juga disangkakan telah melanggar ketentuan dalam Pasal 12 huruf a atau huruf b dan/atau Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo. Pasal 20 huruf c jo. Pasal 21 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Sementara itu, ALG sebagai pihak pemberi, disangkakan telah melanggar ketentuan dalam Pasal 605 atau Pasal 606 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo. UU No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan, penyitaan ini dalam rangkaian penggeledahan terkait perkara yang menetapkan tiga tersangka tersebut.
"Salah satu yang dilakukan penyitaan dalam kegiatan ini yakni 1 unit mobil Toyota Alphard, yang diduga diterima Bupati LAZ dari ALG selaku pihak swasta, terkait proyek-proyek di PT AMGM (PT Air Minum Giri Menang)," kata Budi dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).
Baca Juga: KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka Dugaan Suap dan Gratifikasi
Budi menyebutkan, penggeledahan tidak lain guna mencari alat bukti tambahan pasca penetapn tiga tersangka yang bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (20/7/2026). "Kegiatan masih berlangsung, kami akan update kembali perkembangannya," ujarnya.
Diketahui, KPK menetapkan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Ia ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan benturan kepentingan, suap, dan gratifikasi.
Zaini ditetapkan tersangka bersama Sudirman (SUD) selaku Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang Lombok Barat dan Alvonsus Gani (ALG) selaku Direktur Utama Meconel Sistim Instrument. Penetapan ini seusai ketiganya terjaring dalam OTT KPK di Lombok pada Senin (20/7/2026).
"Berdasarkan bukti permulaan yang sah, KPK kemudian menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan, dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yaitu LAZ, SUD, dan ALG," kata Plt. Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein saat konferensi pers, Selasa (21/7/2026).
Ketiganya ditahan untuk 20 hari pertama, terhitung sejak tanggal 21 Juli sampai dengan 9 Agustus 2026 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih KPK.
Terkait dugaan benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa, LAZ bersama-sama SUD disangkakan telah melanggar ketentuan dalam Pasal 12 huruf i UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Terkait dugaan suap dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lombok Barat, LAZ bersama-sama dengan SUD sebagai penerima juga disangkakan telah melanggar ketentuan dalam Pasal 12 huruf a atau huruf b dan/atau Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo. Pasal 20 huruf c jo. Pasal 21 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Sementara itu, ALG sebagai pihak pemberi, disangkakan telah melanggar ketentuan dalam Pasal 605 atau Pasal 606 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo. UU No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
(zik)
Lihat Juga :