Pakar Komunikasi Nilai Kepemimpinan Prabowo Berhasil Bangun Optimisme dan Kepercayaan Publik
Kamis, 23 Juli 2026 - 12:28 WIB
loading...
Pakar dan praktisi komunikasi dan manajemen Dr. M. Fariza Y. Irawady
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto terus menyalakan api harapan bangsa dan menghadirkan optimisme baru melalui kebijakan ekonomi yang nyata serta terukur. Komunikasi kepemimpinan yang jujur dan berbasis kerja nyata dinilai berhasil membangun keyakinan publik terhadap masa depan pembangunan nasional.
Pakar dan praktisi komunikasi dan manajemen, Dr. M. Fariza Y. Irawady, memberikan apresiasi atas gaya komunikasi publik Presiden Prabowo. Menurutnya, optimisme yang disebarkan kepada masyarakat didasari oleh bukti kinerja yang konkret, bukan sekadar janji manis semata.
"Presiden Prabowo terus menyalakan api harapan bangsa melalui kebijakan yang memperkuat ekonomi nasional yang mampu diimplementasikan secara nyata, bukan sekadar menebar harapan," ujar Fariza yang merupakan lulusan Program Doktor Ilmu Manajemen FEB UNPAD tahun 2020 ini, Kamis (23/7/2026).
Fariza menilai, pesan yang disampaikan Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Senin (20/7/2026), memiliki nilai strategis. Selain sebagai arahan internal kabinet, komunikasi tersebut juga berfungsi memperkuat kepercayaan publik terhadap arah pembangunan nasional.
"Presiden tidak sekadar menyampaikan capaian dan target pemerintah, tetapi juga membangun keyakinan publik bahwa bangsa ini memiliki arah yang jelas, fondasi ekonomi yang semakin kuat, dan masa depan yang layak untuk diperjuangkan," tambah Fariza, yang pernah menjadi Staf Khusus dan Tenaga Ahli Komunikasi di berbagai kementerian/lembaga dan kini membantu BPJPH.
Capaian Nyata 18 Bulan Pemerintahan
Pernyataan tersebut sejalan dengan pemaparan Presiden Prabowo saat memberikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna. Dalam kurun waktu 18 bulan masa pemerintahannya, pemerintah berhasil menyelesaikan lebih dari 108 persoalan nasional.
"Mungkin hitungan kita terakhir lebih dari 108 masalah, 110 masalah yang kita selesaikan dalam satu tahun lebih, 18 bulan pemerintahan kita. Ini prestasi yang bukan kecil. Kita rendah hati, kita tidak mau menepuk dada, tidak boleh besar kepala, tidak boleh sombong, itu watak bangsa kita," tegas Presiden Prabowo.
Selain penyelesaian masalah nasional, kerja nyata pemerintah juga terlihat dari langkah efisiensi BUMN di bawah naungan Danantara Indonesia. Dari total 1.077 entitas BUMN, sebanyak 250 entitas berhasil dikonsolidasikan dan digabungkan dalam 18 bulan pertama. Langkah restrukturisasi ini pun sukses menghemat anggaran negara hingga Rp 50 Triliun.
Atas pencapaian tersebut, Fariza turut memberikan apresiasi kepada Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, yang dinilai berhasil menerjemahkan visi Presiden menjadi eksekusi program yang berdampak nyata.
"Keberhasilan Danantara melakukan konsolidasi perusahaan negara mencerminkan kepemimpinan Pak Rosan Roeslani yang mampu mengeksekusi visi Presiden Prabowo. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam membangun BUMN ke depan," ungkap Fariza.
Ia berharap, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan pengawasan Danantara yang dinakhodai Rosan Roeslani, transformasi BUMN akan terus menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintah diwujudkan melalui kerja nyata demi membawa Indonesia menuju negara maju.
Pakar dan praktisi komunikasi dan manajemen, Dr. M. Fariza Y. Irawady, memberikan apresiasi atas gaya komunikasi publik Presiden Prabowo. Menurutnya, optimisme yang disebarkan kepada masyarakat didasari oleh bukti kinerja yang konkret, bukan sekadar janji manis semata.
"Presiden Prabowo terus menyalakan api harapan bangsa melalui kebijakan yang memperkuat ekonomi nasional yang mampu diimplementasikan secara nyata, bukan sekadar menebar harapan," ujar Fariza yang merupakan lulusan Program Doktor Ilmu Manajemen FEB UNPAD tahun 2020 ini, Kamis (23/7/2026).
Fariza menilai, pesan yang disampaikan Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Senin (20/7/2026), memiliki nilai strategis. Selain sebagai arahan internal kabinet, komunikasi tersebut juga berfungsi memperkuat kepercayaan publik terhadap arah pembangunan nasional.
"Presiden tidak sekadar menyampaikan capaian dan target pemerintah, tetapi juga membangun keyakinan publik bahwa bangsa ini memiliki arah yang jelas, fondasi ekonomi yang semakin kuat, dan masa depan yang layak untuk diperjuangkan," tambah Fariza, yang pernah menjadi Staf Khusus dan Tenaga Ahli Komunikasi di berbagai kementerian/lembaga dan kini membantu BPJPH.
Capaian Nyata 18 Bulan Pemerintahan
Pernyataan tersebut sejalan dengan pemaparan Presiden Prabowo saat memberikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna. Dalam kurun waktu 18 bulan masa pemerintahannya, pemerintah berhasil menyelesaikan lebih dari 108 persoalan nasional.
"Mungkin hitungan kita terakhir lebih dari 108 masalah, 110 masalah yang kita selesaikan dalam satu tahun lebih, 18 bulan pemerintahan kita. Ini prestasi yang bukan kecil. Kita rendah hati, kita tidak mau menepuk dada, tidak boleh besar kepala, tidak boleh sombong, itu watak bangsa kita," tegas Presiden Prabowo.
Selain penyelesaian masalah nasional, kerja nyata pemerintah juga terlihat dari langkah efisiensi BUMN di bawah naungan Danantara Indonesia. Dari total 1.077 entitas BUMN, sebanyak 250 entitas berhasil dikonsolidasikan dan digabungkan dalam 18 bulan pertama. Langkah restrukturisasi ini pun sukses menghemat anggaran negara hingga Rp 50 Triliun.
Atas pencapaian tersebut, Fariza turut memberikan apresiasi kepada Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, yang dinilai berhasil menerjemahkan visi Presiden menjadi eksekusi program yang berdampak nyata.
"Keberhasilan Danantara melakukan konsolidasi perusahaan negara mencerminkan kepemimpinan Pak Rosan Roeslani yang mampu mengeksekusi visi Presiden Prabowo. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam membangun BUMN ke depan," ungkap Fariza.
Ia berharap, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan pengawasan Danantara yang dinakhodai Rosan Roeslani, transformasi BUMN akan terus menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintah diwujudkan melalui kerja nyata demi membawa Indonesia menuju negara maju.
(unt)
Lihat Juga :