Panglima TNI Instruksikan Seluruh Prajurit Bantu Penanganan Sampah Nasional
Rabu, 22 Juli 2026 - 06:26 WIB
loading...
A
A
A
Lihat video: Tinjau Pengolahan Sampah: Prabowo Sebut Ini Jadi Contoh, Teknologi Sederhana Tapi Efektif
"Hari ini saya bahagia. Saya bangga jadi Presiden Republik Indonesia. Saya bangga dengan petani-petani Indonesia. Saya bangga dengan petani! Saya bangga dengan TNI! Saya bangga dengan Polri," katanya.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Panen Raya TNI Terintegrasi yang dilaksanakan secara serentak di 43 titik di seluruh Indonesia.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menginstruksikan seluruh jajaran TNI untuk terlibat aktif dalam penanganan sampah nasional melalui penguatan gerakan kebersihan fisik serta pemanfaatan teknologi inovatif ramah lingkungan.
"Langkah ini menyelaraskan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan perang terhadap sampah demi mencapai target Indonesia bersih sebelum 2029," katanya, Rabu (22/7/2026).
Seperti diketahui, dalam kunjungannya Prabowo yang didampingi Panglima TNI dan 3 Kepala Staf Angkatan juga menyatakan rasa bahagia dan bangga dengan para petani dan nelayan di Indonesia dan menyebut mereka sebagai pahlawan sebenarnya.
Panglima TNI mengatakan, keterlibatan TNI dalam program ketahanan pangan nasional adalah bukti TNI hadir perkuat kemandirian pangan. "Ini merupakan bagian dari sinergi TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui panen tiga komoditas strategis yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia, yakni tebu oleh TNI Angkatan Udara, kedelai oleh TNI Angkatan Laut, serta padi oleh TNI Angkatan Darat," katanya.
Panglima TNI menjelaskan, melalui pembagian tugas pada tiga matra, TNI mendampingi petani dalam pengembangan komoditas tebu, kedelai, dan padi di berbagai wilayah. "TNI Angkatan Udara mendapat tugas mendampingi pengembangan komoditas tebu, TNI Angkatan Laut fokus pada kedelai, sedangkan TNI Angkatan Darat bertanggung jawab mendampingi produksi padi," ujarnya.
Pendampingan TNI Angkatan Udara dilakukan bersama Sinergi Gula Nusantara (SGN), perusahaan swasta, dan asosiasi petani tebu. Pada musim panen 2026, pendampingan dilakukan di lahan seluas 236.048 hektare dengan potensi produksi mencapai 18,386 juta ton tebu. Jumlah tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar 1,36 juta ton gula, atau berkontribusi sebesar 45,05 persen terhadap target produksi gula nasional tahun 2026.
"Hari ini saya bahagia. Saya bangga jadi Presiden Republik Indonesia. Saya bangga dengan petani-petani Indonesia. Saya bangga dengan petani! Saya bangga dengan TNI! Saya bangga dengan Polri," katanya.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Panen Raya TNI Terintegrasi yang dilaksanakan secara serentak di 43 titik di seluruh Indonesia.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menginstruksikan seluruh jajaran TNI untuk terlibat aktif dalam penanganan sampah nasional melalui penguatan gerakan kebersihan fisik serta pemanfaatan teknologi inovatif ramah lingkungan.
"Langkah ini menyelaraskan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan perang terhadap sampah demi mencapai target Indonesia bersih sebelum 2029," katanya, Rabu (22/7/2026).
Seperti diketahui, dalam kunjungannya Prabowo yang didampingi Panglima TNI dan 3 Kepala Staf Angkatan juga menyatakan rasa bahagia dan bangga dengan para petani dan nelayan di Indonesia dan menyebut mereka sebagai pahlawan sebenarnya.
Panglima TNI mengatakan, keterlibatan TNI dalam program ketahanan pangan nasional adalah bukti TNI hadir perkuat kemandirian pangan. "Ini merupakan bagian dari sinergi TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui panen tiga komoditas strategis yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia, yakni tebu oleh TNI Angkatan Udara, kedelai oleh TNI Angkatan Laut, serta padi oleh TNI Angkatan Darat," katanya.
Panglima TNI menjelaskan, melalui pembagian tugas pada tiga matra, TNI mendampingi petani dalam pengembangan komoditas tebu, kedelai, dan padi di berbagai wilayah. "TNI Angkatan Udara mendapat tugas mendampingi pengembangan komoditas tebu, TNI Angkatan Laut fokus pada kedelai, sedangkan TNI Angkatan Darat bertanggung jawab mendampingi produksi padi," ujarnya.
Pendampingan TNI Angkatan Udara dilakukan bersama Sinergi Gula Nusantara (SGN), perusahaan swasta, dan asosiasi petani tebu. Pada musim panen 2026, pendampingan dilakukan di lahan seluas 236.048 hektare dengan potensi produksi mencapai 18,386 juta ton tebu. Jumlah tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar 1,36 juta ton gula, atau berkontribusi sebesar 45,05 persen terhadap target produksi gula nasional tahun 2026.
Lihat Juga :