Wamenaker Aplikasi Dermaga Tingkatkan Efisiensi dan Transparansi Koperasi TKBM

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:37 WIB
loading...
Wamenaker Aplikasi Dermaga...
Peluncuran aplikasi Digital Ecosystem for Port Operations and Labor Management (Dermaga) menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi digital Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Indonesia. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Peluncuran aplikasi Digital Ecosystem for Port Operations and Labor Management (Dermaga) menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi digital Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Indonesia. Platform ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola koperasi, serta menghadirkan sistem pengelolaan tenaga kerja yang lebih transparan, akuntabel, dan terintegrasi.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, aplikasi Dermaga tidak hanya mendukung operasional sehari-hari koperasi TKBM, tetapi juga menyediakan data dan informasi yang lebih akurat untuk membantu proses pengambilan keputusan oleh koperasi maupun pemerintah sesuai dengan kewenangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Melalui sistem ini proses penugasan tenaga kerja, absensi, pencatatan aktivitas bongkar muat, penggajian, pembayaran digital, pelaporan operasional, hingga penyajian dashboard manajemen dapat dilakukan secara terintegrasi dalam satu platform,” katanya.

Baca juga: TKBM Pelabuhan Ungkap Platform Digital Dermaga Atasi Masalah Bongkar Muat

Afriansyah mengatakan, kehadiran aplikasi Dermaga diharap mampu meningkatkan efisiensi operasional pelabuhan sekaligus memperkuat perlindungan sosial bagi tenaga kerja bongkar muat melalui data yang lebih valid dan terdokumentasi.

“Transformasi digital kini telah menjangkau sektor tenaga kerja bongkar muat. Dengan sistem yang dikembangkan oleh TKBM dan terintegrasi dengan kebutuhan kelembagaan koperasi, data operasional tenaga kerja dapat dikelola dengan lebih baik. Ke depan, platform seperti ini diharap dapat diimplementasikan secara lebih luas sehingga informasi mengenai jumlah tenaga kerja, aktivitas operasional, serta kepesertaan program jaminan sosial dapat tersedia secara lebih akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan,” katanya.

Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi, Kementerian Koperasi Hendra Saragih menilai, kehadiran platform ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat modernisasi koperasi melalui pemanfaatan teknologi digital. Kementerian Koperasi, menyambut baik peluncuran aplikasi Dermaga oleh INKOP TKBM.

Lihat video: Macet Horor di Tanjung Priok, Gegara Truk Bongkar Muat?


"Pemanfaatan teknologi digital dalam operasional koperasi akan meningkatkan transparansi, memperkuat tata kelola organisasi, serta menghasilkan data yang lebih akurat mengenai aktivitas operasional dan tenaga kerja bongkar muat. Data tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran,,” ungkap dia.

Ketua Umum INKOP TKBM, Muhammad Nasir menambahkan, peluncuran aplikasi Dermaga merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung agenda transformasi koperasi nasional. Sebagai tindak lanjut dorongan pemerintah untuk memperkuat modernisasi koperasi dan meningkatkan efisiensi operasional melalui teknologi, INKOP TKBM menargetkan implementasi aplikasi Dermaga secara bertahap pada koperasi TKBM di pelabuhan-pelabuhan primer di seluruh Indonesia.

"Proses implementasi akan dilakukan sesuai kesiapan masing-masing daerah dengan target penyelesaian dalam kurun waktu paling lama satu tahun. Implementasi bertahap itu akan didukung melalui program sosialisasi, pelatihan pengguna, pendampingan teknis, serta penguatan infrastruktur digital agar setiap koperasi dapat mengadopsi sistem secara optimal," ucapnya.

Nasir menerangkan, implementasi Dermaga ini merupakan hasil kolaborasi antara INKOP TKBM, koperasi TKBM di seluruh Indonesia, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem pelabuhan. Platform ini dirancang untuk menghubungkan berbagai proses operasional, yang selama ini dilakukan secara manual menjadi sistem yang terintegrasi.

"Melalui sistem yang terdokumentasi secara digital, koperasi dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota, mempercepat proses administrasi, meminimalkan kesalahan pencatatan, serta meningkatkan transparansi dalam pengelolaan operasional," katanya.

Bagi pemerintah, urai Nasir, data agregat yang tersedia dapat menjadi salah satu sumber informasi dalam mendukung penyusunan kebijakan, evaluasi program perlindungan tenaga kerja, serta pengembangan ekosistem koperasi yang lebih modern dan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan tata kelola serta perlindungan data sesuai ketentuan yang berlaku.

Aplikasi Dermaga ini diharap menjadi fondasi bagi terbentuknya standar nasional pengelolaan operasional koperasi TKBM berbasis teknologi. Dengan sistem yang terintegrasi, proses kerja menjadi lebih efisien, data lebih akurat, pelayanan kepada anggota semakin baik, dan tata kelola koperasi semakin transparan serta akuntabel.

"Melalui kolaborasi antara pemerintah, INKOP TKBM, koperasi TKBM daerah, perusahaan bongkar muat, Pelindo, pengelola pelabuhan, kepala regu kerja, dan seluruh tenaga kerja bongkar muat, Dermaga diharapkan mampu menjadi motor penggerak transformasi digital pelabuhan Indonesia," ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
TKBM Pelabuhan Ungkap...
TKBM Pelabuhan Ungkap Platform Digital Dermaga Atasi Masalah Bongkar Muat
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
Selain Penjara 4,5 Tahun,...
Selain Penjara 4,5 Tahun, Eks Wamenaker Noel Diminta Bayar Uang Pengganti Rp3,4 Miliar
Divonis 4,5 Tahun Penjara...
Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Ganti Pengganti Rp3,4 Miliar, Noel: Saya Menerima Hukuman Itu
Breaking News: Noel...
Breaking News: Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi...
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi K3, Noel: Kalau Saya Terbukti Peras Pengusaha Hukum Mati
Larangan Truk Sumbu...
Larangan Truk Sumbu 3 saat Momen Lebaran Dinilai Menyusahkan Keluarga Buruh Angkut
Buruh Angkut Minta Pemerintah...
Buruh Angkut Minta Pemerintah Kaji Ulang Larangan Truk Sumbu 3 selama Momen Lebaran
Jadi Wamenaker Menggantikan...
Jadi Wamenaker Menggantikan Noel, Pendidikan Afriansyah Noor Jadi Sorotan
Rekomendasi
Juergen Klopp Selangkah...
Juergen Klopp Selangkah Lagi Jadi Pelatih Timnas Jerman
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
Berita Terkini
Kejagung Dijadwalkan...
Kejagung Dijadwalkan Periksa Febrie Adriansyah Hari Ini, Sebelumnya Mangkir
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur...
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur FBI Langkah Strategis Hadapi Kejahatan Transnasional
Sebut 108 UU Perlu Diubah,...
Sebut 108 UU Perlu Diubah, Cak Imin: Omnibus Law Ciptaker hingga Agraria
KPK: Sebelum Serahkan...
KPK: Sebelum Serahkan Amplop ke Menhut, Bupati Kuansing Kumpulkan SGD 46.500
PPATK Ungkap Perputaran...
PPATK Ungkap Perputaran Dana Judi Online Turun hingga Rp286,84 Triliun di Era Prabowo
Yane Bima Arya Harap...
Yane Bima Arya Harap Setiap Anak Peroleh Kasih Sayang dan Rasa Aman
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved