Gus Aab Nilai NU Butuh Kiai Zulfa yang Mampu Hubungkan Turats dengan Persoalan Kekinian

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:40 WIB
loading...
Gus Aab Nilai NU Butuh...
Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Abdullah Syamsul Arifin (Gus Aab). Foto: Istimewa
A A A
JAKARTA - Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Abdullah Syamsul Arifin (Gus Aab) mengatakan kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa karya KH Zulfa Mustofa menjawab kerinduan para ulama pesantren agar pemikiran keagamaan tidak hanya disampaikan secara lisan, tetapi juga diwariskan melalui karya tulis sebagaimana yang dilakukan pendiri NU Hadratusyekh KH Hasyim Asy’ari bersama para muassis NU lainnya.

“Inilah yang dibutuhkan NU hari ini, sosok yang mampu mengomunikasikan pikiran-pikiran ulama terdahulu melalui turats, kemudian menjadikannya sebagai dasar pijakan untuk menyelesaikan problem-problem kekinian yang dihadapi warga NU,” katanya dalam bedah buku kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa karya KH Zulfa Mustofa di Masjid Sunda Kelapa Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2026).

Gus Aab menilai kemampuan Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa dalam mengelaborasi teori-teori klasik, khususnya di bidang ushul fikih, menjadi salah satu keunggulannya dalam menjawab berbagai persoalan fikih kontemporer.

Baca juga: Kiai Said Aqil Anggap Kitab Kiai Zulfa sebagai Ruh Perjuangan NU Masa Depan

Menurutnya, kemampuan tersebut terlihat dari karya-karya yang telah dihasilkan KH Zulfa Mustofa, salah satunya melalui kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa. Karya tersebut, kata dia, menjadi salah satu contoh penting bagaimana tradisi keilmuan klasik dapat dikembangkan untuk menjawab kebutuhan umat masa kini.

“Ini yang beliau tekankan harus dimiliki oleh para aktivis Bahtsul Masail,” ucap Gus Aab.

Bagi Gus Aab, karya seseorang dapat menjadi salah satu cara untuk memahami pemikiran dan kontribusinya. Kiai Zulfa, menurutnya, menunjukkan kontribusi tersebut melalui karya-karya yang menjadi jembatan bagi penguatan tradisi keilmuan NU.

“Dari situ kita bisa menangkap bahwa mengetahui seseorang cukup dengan karyanya. Dari sinilah Kiai Zulfa menjembatani kekeringan yang dihadapi NU saat ini, tandasnya.

Diketahui, kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa menghimpun empat karya berbahasa Arab yang membahas metodologi Bahtsul Masail, ushul fikih, fatwa-fatwa kontemporer, serta sejarah intelektual Syekh Nawawi al-Bantani.

Salah satu pembahasan utama dalam kitab tersebut mengulas metodologi pengambilan keputusan hukum di lingkungan NU yang menekankan pentingnya memahami tujuan syariat (maqashid syariah), kondisi sosial, adat istiadat, serta perkembangan zaman sebelum menetapkan sebuah fatwa.

Kitab tersebut dikarang langsung oleh Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa. Ia lahir pada 7 Agustus 1977 di Jakarta dalam lingkungan keluarga ulama. Ayahnya adalah KH Muqarrabin dari Pekalongan, sedangkan ibunya Nyai Hajjah Marhumah Latifah dari Kresek, Tangerang.

Berasal dari keluarga ulama, KH Zulfa Mustofa dikenal sebagai bagian dari keturunan ulama besar Nusantara. Ia juga memiliki hubungan kekerabatan dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin serta disebut sebagai keturunan Syekh Nawawi al-Bantani.

Pendidikan formalnya dimulai di SD Al-Jihad Tanjung Priok hingga kelas tiga, kemudian dilanjutkan di Pekalongan. Pendidikan tingkat tsanawiyah ditempuh di Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Simbangkulon dan Pesantren Mathali’ul Falah Kajen, Pati.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kiai Said Aqil Anggap...
Kiai Said Aqil Anggap Kitab Kiai Zulfa sebagai Ruh Perjuangan NU Masa Depan
Jelang Muktamar ke-35...
Jelang Muktamar ke-35 NU, Nama KH Zulfa Mustofa Masuk Bursa Calon Ketum PBNU
Menlu dan Ketua MPR...
Menlu dan Ketua MPR Bawa Delegasi PBNU-Muhammadiyah ke Pemakaman Ali Khamenei
Nahdlatul Ulama dan...
Nahdlatul Ulama dan Kesejahteraan Sosial
Jelang Muktamar NU ke-35,...
Jelang Muktamar NU ke-35, KH Zulfa Mustofa Dorong Kebangkitan Tradisi Menulis Kitab
Ponpes Tambakberas Jadi...
Ponpes Tambakberas Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU, Gus Ma’shum Faqih: Panggilan Para Muassis NU
28 PCNU se-Jateng Dukung...
28 PCNU se-Jateng Dukung Muktamar Ke-35 NU Digelar di Ponpes Lirboyo
Wilayah dan Cabang Desak...
Wilayah dan Cabang Desak Perubahan Total PBNU, Minta Muktamar ke-35 NU Digelar di Jakarta
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Rekomendasi
Kumpulan Doa Menghadapi...
Kumpulan Doa Menghadapi Fitnah Akhir Zaman, Kaum Muslim Wajib Tahu
Goal Aksis dan Cipta...
Goal Aksis dan Cipta Cendikia FA Berebut Gelar Juara HYDROPLUS Soccer League All-Stars U-15
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Berita Terkini
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan ke Kejagung, Pakar: Proses Hukum Harus Transparan
Polri Limpahkan Kasus...
Polri Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung, KPK: Kami Yakin Ditangani Profesional
Pukat UGM: Pelimpahan...
Pukat UGM: Pelimpahan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Miliki Dasar Hukum
Pukat UGM: Penetapan...
Pukat UGM: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bisa Gugur Bila Tanpa Pemeriksaan
Cerita Rudi Margono...
Cerita Rudi Margono Ditunjuk Jadi Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved