Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Selasa, 16 Juni 2026 - 22:03 WIB
loading...
Diskusi bertajuk Kopdar Bareng Mas Dar di kompleks UGM Yogyakarta, Senin (15/6/2026) malam. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menyesalkan pembubaran forum diskusi di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, oleh sekelompok mahasiswa, Senin (15/6/2026) malam. Padahal, Budiman menyatakan siap berdiskusi dengan kelompok mahasiswa tersebut.
"Seharusnya kita bisa berdialog dengan sehat dan lancar. Saya mau kok berdiskusi dengan mahasiswa. Tapi sayangnya kondisinya sudah tidak kondusif," kata Budiman Sudjatmiko dalam keterangannya, Selasa (16/5/2026).
Lantaran situasi yang semakin tak terkendali, petugas keamanan khawatir jika Budiman tetap berada di dalam gedung. "Saya sendiri sebenarnya tidak keberatan untuk tetap menemui mahasiswa di dalam gedung," ujarnya.
Mahasiswa sempat menahan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid dan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono untuk menanyakan kondisi Indonesia saat ini. Ketika kondisi semakin tidak kondusif, Nusron dan Sudaryono pun akhirnya dievakuasi oleh pihak keamanan UGM.
Pada sesi awal, Wamentan Sudaryono memaparkan kebijakan pemerintah terkait rencana penerapan skema ekspor melalui satu pintu. Menurutnya, kebijakan tersebut disiapkan untuk menutup celah kebocoran ekonomi yang disebut telah berlangsung selama beberapa dekade.
Sudaryono menyebut, sejak akhir 1990-an hingga 2025, Indonesia mengalami potensi kehilangan nilai ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp15.000 triliun akibat perbedaan pelaporan data ekspor dan impor.
"Kalau kita jual nikel atau sawit ke luar negeri, banyak kasus yang laporannya di dalam negeri dan laporannya di luar negeri berbeda. Jadi, di Indonesia mereka bisa berbohong, di luar negeri mereka tidak. Itulah alasan Pak Prabowo ingin semuanya menjadi satu pintu," kata Sudaryono dalam forum tersebut.
Selanjutnya, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyampaikan keyakinannya terhadap arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo. Ia menilai masih terdapat banyak program yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat meski kondisi ekonomi global sedang mengalami tekanan.
Pada awal acara, suasana berlangsung tertib. Mahasiswa yang hadir mengikuti jalannya diskusi dan memenuhi area depan panggung.
Ketika Budiman giliran berbicara, beberapa massa dari luar masuk gedung dan duduk di tribun. Dalam kesempatan itu, Budiman Sudjatmiko menjelaskan dan menjamin bahwa pemerintahan Presiden Prabowo tidak akan pernah membungkam siapa pun untuk memberikan pendapat. Hal itu ditekankan Budiman menanggapi mobil yang dinaiki mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto ditemukan alat detektor yang dipasang oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Namun, setelah penyampaian tersebut, sekelompok massa yang berada di area tribun belakang mulai bergerak menuju panggung. Budiman sempat memberikan ruang agar pihak yang naik ke panggung dapat berdialog secara langsung.
Kondisi kemudian berubah menjadi tidak terkendali karena jumlah massa yang terus bertambah. Aksi saling dorong dan adu mulut terjadi di sekitar area panggung, termasuk terhadap petugas keamanan yang melakukan pengamanan.
Melihat situasi yang dinilai semakin tidak kondusif, pihak keamanan memutuskan mengevakuasi Budiman Sudjatmiko melalui jalur samping gedung untuk menjaga keselamatan seluruh pihak yang berada di lokasi.
"Seharusnya kita bisa berdialog dengan sehat dan lancar. Saya mau kok berdiskusi dengan mahasiswa. Tapi sayangnya kondisinya sudah tidak kondusif," kata Budiman Sudjatmiko dalam keterangannya, Selasa (16/5/2026).
Lantaran situasi yang semakin tak terkendali, petugas keamanan khawatir jika Budiman tetap berada di dalam gedung. "Saya sendiri sebenarnya tidak keberatan untuk tetap menemui mahasiswa di dalam gedung," ujarnya.
Mahasiswa sempat menahan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid dan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono untuk menanyakan kondisi Indonesia saat ini. Ketika kondisi semakin tidak kondusif, Nusron dan Sudaryono pun akhirnya dievakuasi oleh pihak keamanan UGM.
Kronologi
Diskusi bertajuk Kopdar Bareng Mas Dar menghadirkan tiga pejabat pemerintahan, yakni Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko, Wamentan Sudaryono, dan Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid.Pada sesi awal, Wamentan Sudaryono memaparkan kebijakan pemerintah terkait rencana penerapan skema ekspor melalui satu pintu. Menurutnya, kebijakan tersebut disiapkan untuk menutup celah kebocoran ekonomi yang disebut telah berlangsung selama beberapa dekade.
Sudaryono menyebut, sejak akhir 1990-an hingga 2025, Indonesia mengalami potensi kehilangan nilai ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp15.000 triliun akibat perbedaan pelaporan data ekspor dan impor.
"Kalau kita jual nikel atau sawit ke luar negeri, banyak kasus yang laporannya di dalam negeri dan laporannya di luar negeri berbeda. Jadi, di Indonesia mereka bisa berbohong, di luar negeri mereka tidak. Itulah alasan Pak Prabowo ingin semuanya menjadi satu pintu," kata Sudaryono dalam forum tersebut.
Selanjutnya, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyampaikan keyakinannya terhadap arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo. Ia menilai masih terdapat banyak program yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat meski kondisi ekonomi global sedang mengalami tekanan.
Pada awal acara, suasana berlangsung tertib. Mahasiswa yang hadir mengikuti jalannya diskusi dan memenuhi area depan panggung.
Ketika Budiman giliran berbicara, beberapa massa dari luar masuk gedung dan duduk di tribun. Dalam kesempatan itu, Budiman Sudjatmiko menjelaskan dan menjamin bahwa pemerintahan Presiden Prabowo tidak akan pernah membungkam siapa pun untuk memberikan pendapat. Hal itu ditekankan Budiman menanggapi mobil yang dinaiki mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto ditemukan alat detektor yang dipasang oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Namun, setelah penyampaian tersebut, sekelompok massa yang berada di area tribun belakang mulai bergerak menuju panggung. Budiman sempat memberikan ruang agar pihak yang naik ke panggung dapat berdialog secara langsung.
Kondisi kemudian berubah menjadi tidak terkendali karena jumlah massa yang terus bertambah. Aksi saling dorong dan adu mulut terjadi di sekitar area panggung, termasuk terhadap petugas keamanan yang melakukan pengamanan.
Melihat situasi yang dinilai semakin tidak kondusif, pihak keamanan memutuskan mengevakuasi Budiman Sudjatmiko melalui jalur samping gedung untuk menjaga keselamatan seluruh pihak yang berada di lokasi.
(abd)
Lihat Juga :