GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
Jum'at, 12 Juni 2026 - 17:08 WIB
loading...
PP GP Ansor melakukan penyegaran kepengurusan untuk memperkuat kapasitas organisasi. Sejumlah tokoh muda NU masuk struktur, di antaranya Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Aminuddin Maruf. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) melakukan penyegaran kepengurusan sebagai langkah strategis memperkuat kapasitas organisasi. Sejumlah tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) pun resmi bergabung dalam jajaran kepengurusan baru.
Adapun, beberapa nama yang masuk dalam kepengurusan baru yakni, Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Aminuddin Ma'ruf; Direksi Persiku Kudus, Muhammad Abdul Idris, serta Agus Herlambang dan sejumlah kader muda lainnya yang selama ini aktif dalam berbagai bidang pengabdian.
Baca juga: GP Ansor: Dari Jakarta ke BoP, Diplomasi Prabowo untuk Dunia yang Lebih Damai
Ketua Umum PP GP Ansor, Addin Jauharudin mengatakan bahwa penyegaran kepengurusan merupakan bagian dari ikhtiar organisasi untuk menghadirkan kader-kader terbaik dalam mengawal agenda besar GP Ansor dan NU. Serta memperluas jejaring dan peran GP Ansor dalam berbagai sektor strategis nasional.
"Ansor harus terus menjadi organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Karena itu, kami memperkuat struktur organisasi dengan kader-kader yang memiliki kapasitas, pengalaman, dan rekam jejak pengabdian di berbagai bidang. Mereka adalah energi baru yang akan memperkuat gerakan organisasi ke depan," ujar Addin dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
Ia menilai, figur yang bergabung dalam kepengurusan baru bukanlah sosok asing di lingkungan NU. Sebagian besar merupakan kader lama Nahdlatul Ulama dan memiliki pengalaman yang relevan untuk mendukung penguatan organisasi.
Baca juga: Ketum GP Ansor Canangkan Tahun Pembangunan SDM dan Kaderisasi Susbanpim di Semarang
"Mereka adalah kader-kader yang telah teruji. Ada yang berkiprah di pemerintahan, dunia profesional, olahraga, hingga pemberdayaan masyarakat. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa kader NU mampu mengambil peran strategis di berbagai sektor sekaligus tetap berkomitmen mengabdi melalui organisasi," ucapnya.
Addin menegaskan bahwa GP Ansor saat ini tidak hanya dituntut menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Namun juga harus mampu merespons tantangan baru seperti transformasi digital, penguatan ekonomi umat, hingga meningkatkan peran pemuda dalam pembangunan nasional.
Karena itu, organisasi menurutnya membutuhkan kombinasi antara kader yang kuat secara ideologis, matang secara organisatoris, dan memiliki kompetensi profesional yang dapat memperkuat tata kelola organisasi.
"Kami ingin mempertemukan semangat pengabdian dengan profesionalisme. Ansor harus menjadi rumah besar bagi kader-kader muda NU yang memiliki kemampuan dan keahlian di berbagai bidang agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat," ucap dia.
Penyegaran kepengurusan ini juga menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan yang terus berjalan di tubuh GP Ansor.
"Ansor dibangun oleh tradisi kaderisasi yang panjang. Tugas kita hari ini adalah memastikan tradisi itu terus melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang siap mengabdi untuk umat, bangsa, dan negara," pungkas Addin.
Adapun, beberapa nama yang masuk dalam kepengurusan baru yakni, Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Aminuddin Ma'ruf; Direksi Persiku Kudus, Muhammad Abdul Idris, serta Agus Herlambang dan sejumlah kader muda lainnya yang selama ini aktif dalam berbagai bidang pengabdian.
Baca juga: GP Ansor: Dari Jakarta ke BoP, Diplomasi Prabowo untuk Dunia yang Lebih Damai
Ketua Umum PP GP Ansor, Addin Jauharudin mengatakan bahwa penyegaran kepengurusan merupakan bagian dari ikhtiar organisasi untuk menghadirkan kader-kader terbaik dalam mengawal agenda besar GP Ansor dan NU. Serta memperluas jejaring dan peran GP Ansor dalam berbagai sektor strategis nasional.
"Ansor harus terus menjadi organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Karena itu, kami memperkuat struktur organisasi dengan kader-kader yang memiliki kapasitas, pengalaman, dan rekam jejak pengabdian di berbagai bidang. Mereka adalah energi baru yang akan memperkuat gerakan organisasi ke depan," ujar Addin dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
Ia menilai, figur yang bergabung dalam kepengurusan baru bukanlah sosok asing di lingkungan NU. Sebagian besar merupakan kader lama Nahdlatul Ulama dan memiliki pengalaman yang relevan untuk mendukung penguatan organisasi.
Baca juga: Ketum GP Ansor Canangkan Tahun Pembangunan SDM dan Kaderisasi Susbanpim di Semarang
"Mereka adalah kader-kader yang telah teruji. Ada yang berkiprah di pemerintahan, dunia profesional, olahraga, hingga pemberdayaan masyarakat. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa kader NU mampu mengambil peran strategis di berbagai sektor sekaligus tetap berkomitmen mengabdi melalui organisasi," ucapnya.
Addin menegaskan bahwa GP Ansor saat ini tidak hanya dituntut menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Namun juga harus mampu merespons tantangan baru seperti transformasi digital, penguatan ekonomi umat, hingga meningkatkan peran pemuda dalam pembangunan nasional.
Karena itu, organisasi menurutnya membutuhkan kombinasi antara kader yang kuat secara ideologis, matang secara organisatoris, dan memiliki kompetensi profesional yang dapat memperkuat tata kelola organisasi.
"Kami ingin mempertemukan semangat pengabdian dengan profesionalisme. Ansor harus menjadi rumah besar bagi kader-kader muda NU yang memiliki kemampuan dan keahlian di berbagai bidang agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat," ucap dia.
Penyegaran kepengurusan ini juga menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan yang terus berjalan di tubuh GP Ansor.
"Ansor dibangun oleh tradisi kaderisasi yang panjang. Tugas kita hari ini adalah memastikan tradisi itu terus melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang siap mengabdi untuk umat, bangsa, dan negara," pungkas Addin.
(shf)
Lihat Juga :