ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Kamis, 04 Juni 2026 - 21:09 WIB
loading...
Konfederasi ASPEK Indonesia memperkuat jejaring gerakan pekerja internasional dengan mengunjungi kantor pusat UNI Global Union di Jenewa, Swiss, Rabu (3/6/2026). Foto/Ist
A
A
A
JENEWA - Konfederasi ASPEK Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat jejaring gerakan pekerja internasional melalui kunjungan resmi ke kantor pusat UNI Global Union di Jenewa, Swiss, pada 3 Juni 2026. Kunjungan dilakukan Presiden dan Sekretaris Jenderal ASPEK Indonesia di sela pelaksanaan International Labour Conference ke-114.
Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus memperluas kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan yang tengah mengubah lanskap ketenagakerjaan global.
Baca juga: Menaker Yassierli Minta Aspek Indonesia Berkontribusi untuk Bangsa
Delegasi ASPEK Indonesia diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal UNI Global Union, Christy Hoffman didampingi Michalla Lafferty dan Joanna Katsoulas. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, dengan fokus pada penguatan solidaritas pekerja lintas negara.
Berbagai isu strategis menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut, mulai dari dampak transformasi digital terhadap hubungan kerja, perkembangan ekonomi platform, tantangan pengorganisasian pekerja di era digital, perlindungan sosial, hingga perkembangan kondisi ketenagakerjaan di Indonesia dan sejumlah negara lainnya.
Bagi ASPEK Indonesia, kunjungan ini memiliki makna historis. UNI Global Union merupakan federasi serikat pekerja internasional yang mewakili lebih dari 20 juta pekerja sektor jasa di berbagai negara dan menjadi induk afiliasi internasional ASPEK Indonesia.
Baca juga: May Day 2026: ASPEK Rumuskan 10 Agenda Utama
Hubungan keduanya telah terjalin sejak awal berdirinya ASPEK Indonesia pada 1999. Pada masa Reformasi, ketika Indonesia memasuki era baru kebebasan berserikat dan demokratisasi hubungan industrial, dukungan dari jaringan serikat pekerja internasional melalui UNI Asia Pacific turut berperan dalam mendorong lahirnya organisasi pekerja yang independen, demokratis, dan berorientasi pada perlindungan pekerja.
Karena itu, kunjungan ke kantor pusat UNI Global Union tidak sekadar menjadi agenda organisasi, melainkan juga refleksi atas perjalanan panjang ASPEK Indonesia selama lebih dari dua dekade. Dari organisasi yang lahir di tengah semangat perubahan pasca-Reformasi, ASPEK Indonesia kini berkembang menjadi bagian aktif dari jaringan gerakan pekerja internasional yang memperjuangkan hak, perlindungan, dan kesejahteraan pekerja.
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi, digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), serta munculnya berbagai bentuk pekerjaan baru menuntut organisasi pekerja untuk terus beradaptasi tanpa meninggalkan perannya sebagai pembela kepentingan pekerja.
Dalam kesempatan itu, ASPEK Indonesia dan UNI Global Union menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi dalam memperjuangkan hak-hak pekerja, memperluas akses terhadap pekerjaan layak, memperkuat perlindungan sosial, serta meningkatkan kapasitas organisasi serikat pekerja sebagai salah satu pilar penting dalam mewujudkan hubungan industrial yang adil dan berkelanjutan.
Presiden Konfederasi ASPEK Indonesia Muhamad Rusdi mengatakan, tantangan yang dihadapi pekerja saat ini semakin bersifat global sehingga membutuhkan kolaborasi yang lebih kuat antargerakan pekerja di berbagai negara.
“Banyak tantangan yang dihadapi pekerja Indonesia hari ini sesungguhnya merupakan bagian dari perubahan global. Karena itu, membangun hubungan yang kuat dengan organisasi pekerja internasional bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Yang terpenting adalah bagaimana jejaring tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi pekerja Indonesia,” ujar Rusdi dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).
Menurut dia, kehadiran ASPEK Indonesia di kantor pusat UNI Global Union menunjukkan bahwa suara pekerja Indonesia semakin menjadi bagian dari percakapan global mengenai masa depan dunia kerja.
Dari perspektif sejarah organisasi, perjalanan ini mencerminkan kesinambungan yang kuat. Jika pada 1999 ASPEK Indonesia lahir dengan dukungan solidaritas internasional, maka lebih dari dua dekade kemudian organisasi tersebut hadir di Jenewa sebagai mitra aktif dalam jaringan gerakan pekerja global.
Bagi ASPEK Indonesia, nilai sebuah jejaring internasional tidak diukur dari luasnya hubungan yang dibangun, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dapat dihadirkan bagi pekerja. Setiap kolaborasi internasional diharapkan bermuara pada satu tujuan utama, yakni memperkuat perlindungan, meningkatkan kesejahteraan, dan memperluas harapan bagi pekerja Indonesia di tengah dunia kerja yang terus berubah.
Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus memperluas kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan yang tengah mengubah lanskap ketenagakerjaan global.
Baca juga: Menaker Yassierli Minta Aspek Indonesia Berkontribusi untuk Bangsa
Delegasi ASPEK Indonesia diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal UNI Global Union, Christy Hoffman didampingi Michalla Lafferty dan Joanna Katsoulas. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, dengan fokus pada penguatan solidaritas pekerja lintas negara.
Berbagai isu strategis menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut, mulai dari dampak transformasi digital terhadap hubungan kerja, perkembangan ekonomi platform, tantangan pengorganisasian pekerja di era digital, perlindungan sosial, hingga perkembangan kondisi ketenagakerjaan di Indonesia dan sejumlah negara lainnya.
Bagi ASPEK Indonesia, kunjungan ini memiliki makna historis. UNI Global Union merupakan federasi serikat pekerja internasional yang mewakili lebih dari 20 juta pekerja sektor jasa di berbagai negara dan menjadi induk afiliasi internasional ASPEK Indonesia.
Baca juga: May Day 2026: ASPEK Rumuskan 10 Agenda Utama
Hubungan keduanya telah terjalin sejak awal berdirinya ASPEK Indonesia pada 1999. Pada masa Reformasi, ketika Indonesia memasuki era baru kebebasan berserikat dan demokratisasi hubungan industrial, dukungan dari jaringan serikat pekerja internasional melalui UNI Asia Pacific turut berperan dalam mendorong lahirnya organisasi pekerja yang independen, demokratis, dan berorientasi pada perlindungan pekerja.
Karena itu, kunjungan ke kantor pusat UNI Global Union tidak sekadar menjadi agenda organisasi, melainkan juga refleksi atas perjalanan panjang ASPEK Indonesia selama lebih dari dua dekade. Dari organisasi yang lahir di tengah semangat perubahan pasca-Reformasi, ASPEK Indonesia kini berkembang menjadi bagian aktif dari jaringan gerakan pekerja internasional yang memperjuangkan hak, perlindungan, dan kesejahteraan pekerja.
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi, digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), serta munculnya berbagai bentuk pekerjaan baru menuntut organisasi pekerja untuk terus beradaptasi tanpa meninggalkan perannya sebagai pembela kepentingan pekerja.
Dalam kesempatan itu, ASPEK Indonesia dan UNI Global Union menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi dalam memperjuangkan hak-hak pekerja, memperluas akses terhadap pekerjaan layak, memperkuat perlindungan sosial, serta meningkatkan kapasitas organisasi serikat pekerja sebagai salah satu pilar penting dalam mewujudkan hubungan industrial yang adil dan berkelanjutan.
Presiden Konfederasi ASPEK Indonesia Muhamad Rusdi mengatakan, tantangan yang dihadapi pekerja saat ini semakin bersifat global sehingga membutuhkan kolaborasi yang lebih kuat antargerakan pekerja di berbagai negara.
“Banyak tantangan yang dihadapi pekerja Indonesia hari ini sesungguhnya merupakan bagian dari perubahan global. Karena itu, membangun hubungan yang kuat dengan organisasi pekerja internasional bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Yang terpenting adalah bagaimana jejaring tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi pekerja Indonesia,” ujar Rusdi dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).
Menurut dia, kehadiran ASPEK Indonesia di kantor pusat UNI Global Union menunjukkan bahwa suara pekerja Indonesia semakin menjadi bagian dari percakapan global mengenai masa depan dunia kerja.
Dari perspektif sejarah organisasi, perjalanan ini mencerminkan kesinambungan yang kuat. Jika pada 1999 ASPEK Indonesia lahir dengan dukungan solidaritas internasional, maka lebih dari dua dekade kemudian organisasi tersebut hadir di Jenewa sebagai mitra aktif dalam jaringan gerakan pekerja global.
Bagi ASPEK Indonesia, nilai sebuah jejaring internasional tidak diukur dari luasnya hubungan yang dibangun, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dapat dihadirkan bagi pekerja. Setiap kolaborasi internasional diharapkan bermuara pada satu tujuan utama, yakni memperkuat perlindungan, meningkatkan kesejahteraan, dan memperluas harapan bagi pekerja Indonesia di tengah dunia kerja yang terus berubah.
(shf)
Lihat Juga :