Dadan Hindayana Tersangka Dugaan Korupsi MBG, PDIP Minta Pengawasan Diperketat
Kamis, 04 Juni 2026 - 15:01 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris berharap pimpinan baru BGN membenahi tata kelola MBG. Diketahui, Kejagung menetapkan tersangka mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama wakilnya Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris berharap pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) segera membenahi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) . Hal ini setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian jajaran pimpinan lembaga tersebut.
Menurut Charles, program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah memerlukan sistem pengelolaan dan pengawasan yang kuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Baca juga: Dudung Ungkap Alasan Dadan Dicopot karena Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG
"Saya berharap Kepala BGN yang baru fokus membenahi tata kelola MBG yang selama ini masih buruk. Program sebesar ini tidak bisa hanya diukur dari berapa besar anggaran yang dihabiskan atau berapa banyak penerima manfaat yang dicatat," ujar Charles, Rabu (3/6/2026).
Politikus PDIP itu mengatakan, aspek yang lebih penting adalah kualitas pelaksanaan program di lapangan, terutama terkait kandungan gizi makanan yang diterima anak-anak.
Pemerintah perlu memastikan setiap menu yang disalurkan benar-benar memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan sehingga tujuan peningkatan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak dapat tercapai.
Selain itu, dia juga menyoroti pentingnya menjaga mutu makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat. Charles berharap pergantian pimpinan di BGN dapat menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG sehingga manfaat program benar-benar dirasakan oleh kelompok sasaran yang membutuhkan.
"Yang lebih penting adalah kualitas gizi yang diterima anak-anak, kualitas makanan yang disajikan, dan efektivitas pengawasan. Jangan sampai yang dikejar hanya angka-angka, sementara kualitas programnya tertinggal," ucapnya.
Diketahui, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tersangka mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan tata kelola program MBG.
Menurut Charles, program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah memerlukan sistem pengelolaan dan pengawasan yang kuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Baca juga: Dudung Ungkap Alasan Dadan Dicopot karena Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG
"Saya berharap Kepala BGN yang baru fokus membenahi tata kelola MBG yang selama ini masih buruk. Program sebesar ini tidak bisa hanya diukur dari berapa besar anggaran yang dihabiskan atau berapa banyak penerima manfaat yang dicatat," ujar Charles, Rabu (3/6/2026).
Politikus PDIP itu mengatakan, aspek yang lebih penting adalah kualitas pelaksanaan program di lapangan, terutama terkait kandungan gizi makanan yang diterima anak-anak.
Pemerintah perlu memastikan setiap menu yang disalurkan benar-benar memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan sehingga tujuan peningkatan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak dapat tercapai.
Selain itu, dia juga menyoroti pentingnya menjaga mutu makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat. Charles berharap pergantian pimpinan di BGN dapat menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG sehingga manfaat program benar-benar dirasakan oleh kelompok sasaran yang membutuhkan.
"Yang lebih penting adalah kualitas gizi yang diterima anak-anak, kualitas makanan yang disajikan, dan efektivitas pengawasan. Jangan sampai yang dikejar hanya angka-angka, sementara kualitas programnya tertinggal," ucapnya.
Diketahui, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tersangka mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan tata kelola program MBG.
(jon)
Lihat Juga :