Prabowo: Makan Masalah Sakral, Tidak Boleh Jadi Sarana Korupsi
Kamis, 04 Juni 2026 - 08:55 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto membahas program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat rapat konsolidasi di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Rabu (3/6/2026). Foto: Binti Mufarida
A
A
A
BOGOR - Presiden Prabowo Subianto menegaskan urusan makan masyarakat, khususnya bagi kelompok kurang mampu merupakan hal yang sakral. Karena itu, tidak boleh dijadikan sarana memperkaya diri melalui praktik korupsi.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat membahas program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pencopotan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan 2 Wakil Kepala BGN yang kemudian ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Agung karena dugaan korupsi.
Baca juga: Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dadan Hindayana Punya Harta Kekayaan Rp9 Miliar
"Saudara-saudara, masalah makan ini masalah sakral. Makan bagi orang susah tidak boleh jadi sarana memperkaya oknum-oknum. Makan paling gampang dikorupsi. Makan paling gampang dikorupsi ya?" ujar Prabowo di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Rabu (3/6/2026).
Di hadapan ribuan peserta yang terdiri atas Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), pengelola dapur MBG, dan para mitra program, dia mengungkapkan keputusan mengganti sejumlah pihak yang sebelumnya diberi amanah dalam pelaksanaan program bukanlah keputusan yang mudah.
Prabowo teringat pesan almarhum ayahandanya Prof Sumitro Djojohadikusumo yang selalu mengingatkannya untuk berpihak kepada rakyat ketika menghadapi keraguan dalam mengambil keputusan.
"Kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung atau keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu," kata Prabowo.
Dia menuturkan keputusan tersebut diambil setelah dirinya menerima berbagai laporan mengenai adanya kekurangan, kejanggalan, hingga indikasi penyelewengan dalam pelaksanaan program. Menurut Presiden, kualitas kepemimpinan menjadi faktor penentu keberhasilan sebuah organisasi.
"Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompetensi, atau tidak jujur," tegasnya.
Dia pun menyampaikan pentingnya peran SPPI sebagai garda terdepan keberhasilan program MBG. Para lulusan SPPI telah dipersiapkan secara khusus untuk memimpin dan mengelola dapur-dapur MBG di seluruh Indonesia dengan mengedepankan nilai pengabdian, integritas, dan kecintaan terhadap Tanah Air.
"Kita telah mendidik saudara, merekrut saudara, menggembleng saudara, menanam nilai-nilai cinta Tanah Air, nilai-nilai pengabdian kepada negara dan bangsa, dan diberi tugas untuk memimpin dan me-manage dapur-dapur tersebut," ujarnya.
Negara tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang mencoba menyalahgunakan amanah rakyat. Presiden bahkan menyatakan siap memperkuat kapasitas lembaga pengawasan dan aparat penegak hukum untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan. "Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada, tidak ada pengecualian," ucapnya.
Prabowo meminta seluruh kepala dapur dan SPPI untuk memperkuat pengawasan di lapangan serta tidak terlibat dalam praktik-praktik yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap program MBG. Keberhasilan program tersebut merupakan amanah besar yang harus dijaga bersama demi masa depan generasi Indonesia.
"Makan ini pekerjaan yang mulia bagi kita. Dan ini harus berhasil, akan berhasil, kalian bagian penting. Kalau kalian tidak bekerja dengan baik, kalau kalian tidak sungguh-sungguh, kalau kalian tidak setia dan loyal, silakan minggir. Yang penting kepentingan rakyat di atas semua kepentingan," ungkapnya.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat membahas program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pencopotan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan 2 Wakil Kepala BGN yang kemudian ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Agung karena dugaan korupsi.
Baca juga: Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dadan Hindayana Punya Harta Kekayaan Rp9 Miliar
"Saudara-saudara, masalah makan ini masalah sakral. Makan bagi orang susah tidak boleh jadi sarana memperkaya oknum-oknum. Makan paling gampang dikorupsi. Makan paling gampang dikorupsi ya?" ujar Prabowo di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Rabu (3/6/2026).
Di hadapan ribuan peserta yang terdiri atas Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), pengelola dapur MBG, dan para mitra program, dia mengungkapkan keputusan mengganti sejumlah pihak yang sebelumnya diberi amanah dalam pelaksanaan program bukanlah keputusan yang mudah.
Prabowo teringat pesan almarhum ayahandanya Prof Sumitro Djojohadikusumo yang selalu mengingatkannya untuk berpihak kepada rakyat ketika menghadapi keraguan dalam mengambil keputusan.
"Kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung atau keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu," kata Prabowo.
Dia menuturkan keputusan tersebut diambil setelah dirinya menerima berbagai laporan mengenai adanya kekurangan, kejanggalan, hingga indikasi penyelewengan dalam pelaksanaan program. Menurut Presiden, kualitas kepemimpinan menjadi faktor penentu keberhasilan sebuah organisasi.
"Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompetensi, atau tidak jujur," tegasnya.
Dia pun menyampaikan pentingnya peran SPPI sebagai garda terdepan keberhasilan program MBG. Para lulusan SPPI telah dipersiapkan secara khusus untuk memimpin dan mengelola dapur-dapur MBG di seluruh Indonesia dengan mengedepankan nilai pengabdian, integritas, dan kecintaan terhadap Tanah Air.
"Kita telah mendidik saudara, merekrut saudara, menggembleng saudara, menanam nilai-nilai cinta Tanah Air, nilai-nilai pengabdian kepada negara dan bangsa, dan diberi tugas untuk memimpin dan me-manage dapur-dapur tersebut," ujarnya.
Negara tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang mencoba menyalahgunakan amanah rakyat. Presiden bahkan menyatakan siap memperkuat kapasitas lembaga pengawasan dan aparat penegak hukum untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan. "Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada, tidak ada pengecualian," ucapnya.
Prabowo meminta seluruh kepala dapur dan SPPI untuk memperkuat pengawasan di lapangan serta tidak terlibat dalam praktik-praktik yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap program MBG. Keberhasilan program tersebut merupakan amanah besar yang harus dijaga bersama demi masa depan generasi Indonesia.
"Makan ini pekerjaan yang mulia bagi kita. Dan ini harus berhasil, akan berhasil, kalian bagian penting. Kalau kalian tidak bekerja dengan baik, kalau kalian tidak sungguh-sungguh, kalau kalian tidak setia dan loyal, silakan minggir. Yang penting kepentingan rakyat di atas semua kepentingan," ungkapnya.
(jon)
Lihat Juga :