Profil Kombes Pol M Arsal, Perwira Bareskrim yang Masuk Tiga Besar Hoegeng Awards
Senin, 25 Mei 2026 - 19:57 WIB
loading...
A
A
A
Menyikapi situasi tersebut, Arsal bergerak cepat dengan membentuk unit khusus yang diberi nama Tim Cobra. Tugasnya fokus pada tiga masalah utama yakni, begal, pencurian sapi, dan tambang pasir ilegal. Tidak lama, nama Tim Cobra menjadi momok bagi para pelaku kejahatan di seluruh kabupaten.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah kejahatan yang dilaporkan di wilayah Polres Jawa Timur, angka kriminalitas Kabupaten Lumajang mencatat titik terendahnya tepat di 2019 saat Kombes Pol Muhammad Arsal masih menjabat.
Lihat video: BREAKING! REFORMASI POLRI! Jimly Asshiddiqie: Kompolnas Bakal Diperkuat, Kapolri Tetap Lewat DPR
Sebelum 2018, angka kejahatan mencapai 522 kasus per tahun. Namun saat Kombes Pol Muhammad Arsal angkanya menurun menjadi 312 per tahun dengan penyelesaian kasus mencapai 88,46%. Angka kejahatan kembali melonjak hingga mencapai 1.378 kasus per tahun usai dia tak lagi menjabat Kapolres Lumajang.
Di luar tugasnya sebagai perwira aktif, Arsal Sahban menjalani kehidupan akademik yang serius. Ia adalah dosen tetap STIK-PTIK dengan pangkat akademik Lektor — gelar yang diakui dan dikeluarkan secara resmi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Ini bukan sekadar jabatan fungsional internal; ini pengakuan negara atas kapasitas keilmuannya.
Sebagai akademisi, ia tidak berhenti belajar. Pada Desember 2025, Arsal Sahban menyelesaikan pendidikan kepemimpinan tertinggi Polri di Sespimti — bukan sebagai pengajar, melainkan sebagai peserta didik.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah kejahatan yang dilaporkan di wilayah Polres Jawa Timur, angka kriminalitas Kabupaten Lumajang mencatat titik terendahnya tepat di 2019 saat Kombes Pol Muhammad Arsal masih menjabat.
Lihat video: BREAKING! REFORMASI POLRI! Jimly Asshiddiqie: Kompolnas Bakal Diperkuat, Kapolri Tetap Lewat DPR
Sebelum 2018, angka kejahatan mencapai 522 kasus per tahun. Namun saat Kombes Pol Muhammad Arsal angkanya menurun menjadi 312 per tahun dengan penyelesaian kasus mencapai 88,46%. Angka kejahatan kembali melonjak hingga mencapai 1.378 kasus per tahun usai dia tak lagi menjabat Kapolres Lumajang.
Di luar tugasnya sebagai perwira aktif, Arsal Sahban menjalani kehidupan akademik yang serius. Ia adalah dosen tetap STIK-PTIK dengan pangkat akademik Lektor — gelar yang diakui dan dikeluarkan secara resmi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Ini bukan sekadar jabatan fungsional internal; ini pengakuan negara atas kapasitas keilmuannya.
Sebagai akademisi, ia tidak berhenti belajar. Pada Desember 2025, Arsal Sahban menyelesaikan pendidikan kepemimpinan tertinggi Polri di Sespimti — bukan sebagai pengajar, melainkan sebagai peserta didik.
Lihat Juga :