Profil Hasan Nasbi, Pendiri Lembaga Survei yang Kini Kembali ke Lingkaran Prabowo
Senin, 27 April 2026 - 15:51 WIB
loading...
Hasan Nasbi sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Hasan Nasbi kembali masuk ke dalam lingkaran Presiden Prabowo Subianto. Hal ini menyusul dilantiknya Hasan Nasbi sebagai utusan Presiden Bidang Komunikasi pada Senin (27/4/2026).
Diketahui, sebelumnya Hasan pernah berada di lingkaran Presiden Prabowo kala menjabat sebagai Kepala Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO). Sayangnya, dia menjadi salah satu pejabat yang dicopot Presiden saat melakukan reshuffle Kabinet pada 17 September 2025.
Namun, dalam periode yang sama Hasan diketahui telah ditunjuk sebagai Komisaris Pertamina. Penunjukkan itu ternyata sudah dilakukan pada 11 September, atau hampir sepekan sebelum dirinya terkena reshuffle.
Baca juga: Dikabarkan Jadi Utusan Khusus Presiden, Hasan Nasbi: Kalau Diperintah Presiden, Saya Siap
Dari latar belakang pendidikan, pria kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 11 Oktober 1979 itu mengenyam kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (Fisip UI).
Selain dari pendidikan formal, Hasan juga mempelajari dunia politik dari organisasi yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Di mana, dia sendiri pernah menjabat sebagai Ketua HMI Komisariat UI pada 2000.
Kemudian, Hasan melanjutkan perjalanannya dengan ikut serta mendirikan lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat Tan Malaka yang didirikan pada Juni 2002. Kemudian, dia juga pernah bekerja di media nasional selama sekitar 1 tahun pada 2005 hingga 2006.
Lihat video: Reshuffle Kabinet Hari Ini! Siapa Menteri yang Akan Diganti Prabowo?
Selain itu, Hasan juga ternyata memiliki rekam jejak sebagai peneliti di Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia hingga tahun 2008. Sampai akhirnya, Hasan mendirikan lembaga survei bernama Cyrus Network.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Hasan Nasbi untuk menjabat sebagai Penasehat Khusus Presiden Bidang Komunikasi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026) hari ini.
Adapun keputusan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 53 P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Penasehat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Usai pembacaan Keppres, Prabowo mengambil sumpah jabatan para pejabat yang dilantik. “Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Prabowo mendiktekan sumpah jabatan.
"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," ujarnya.
Setelahnya, acara pelantikan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh perwakilan pejabat yang dilantik.
Diketahui, sebelumnya Hasan pernah berada di lingkaran Presiden Prabowo kala menjabat sebagai Kepala Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO). Sayangnya, dia menjadi salah satu pejabat yang dicopot Presiden saat melakukan reshuffle Kabinet pada 17 September 2025.
Namun, dalam periode yang sama Hasan diketahui telah ditunjuk sebagai Komisaris Pertamina. Penunjukkan itu ternyata sudah dilakukan pada 11 September, atau hampir sepekan sebelum dirinya terkena reshuffle.
Baca juga: Dikabarkan Jadi Utusan Khusus Presiden, Hasan Nasbi: Kalau Diperintah Presiden, Saya Siap
Dari latar belakang pendidikan, pria kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 11 Oktober 1979 itu mengenyam kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (Fisip UI).
Selain dari pendidikan formal, Hasan juga mempelajari dunia politik dari organisasi yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Di mana, dia sendiri pernah menjabat sebagai Ketua HMI Komisariat UI pada 2000.
Kemudian, Hasan melanjutkan perjalanannya dengan ikut serta mendirikan lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat Tan Malaka yang didirikan pada Juni 2002. Kemudian, dia juga pernah bekerja di media nasional selama sekitar 1 tahun pada 2005 hingga 2006.
Lihat video: Reshuffle Kabinet Hari Ini! Siapa Menteri yang Akan Diganti Prabowo?
Selain itu, Hasan juga ternyata memiliki rekam jejak sebagai peneliti di Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia hingga tahun 2008. Sampai akhirnya, Hasan mendirikan lembaga survei bernama Cyrus Network.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Hasan Nasbi untuk menjabat sebagai Penasehat Khusus Presiden Bidang Komunikasi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026) hari ini.
Adapun keputusan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 53 P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Penasehat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Usai pembacaan Keppres, Prabowo mengambil sumpah jabatan para pejabat yang dilantik. “Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Prabowo mendiktekan sumpah jabatan.
"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," ujarnya.
Setelahnya, acara pelantikan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh perwakilan pejabat yang dilantik.
(cip)
Lihat Juga :