GMNI Desak Pemerintah Tetapkan Inggit Garnasih sebagai Pahlawan Nasional
Senin, 20 April 2026 - 18:25 WIB
loading...
Ketua Umum DPP GMNI Sujahri Somar mendorong pemerintah menetapkan Inggit Garnasih sebagai Pahlawan Nasional. Usulan ini disampaikan dalam momentum Dies Natalis ke-72 GMNI di Jakarta. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) mendorong pemerintah menetapkan Inggit Garnasih sebagai Pahlawan Nasional. Usulan ini disampaikan dalam momentum Dies Natalis ke-72 GMNI di Jakarta.
Ketua Umum DPP GMNI Sujahri Somar menuturkan peran Inggit Garnasih dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia belum mendapatkan pengakuan yang setara dari negara. “Inggit Garnasih bukan sekadar pendamping Soekarno, tetapi sosok yang menyokong perjuangan di masa-masa paling sulit,” ujar Sujahri, Minggu (19/4/2026).
Baca juga: Gubernur Tegaskan Surat Nikah dan Cerai Inggit-Soekarno Jadi Milik Negara
Inggit memiliki kontribusi besar saat Soekarno menjalani masa penahanan di Banceuy dan Sukamiskin hingga pengasingan di Ende dan Bengkulu. Dalam periode tersebut, Inggit berperan sebagai penyambung komunikasi, penyedia kebutuhan logistik, sekaligus pemberi dukungan moral.
“Ibu Inggit adalah pilar penting di balik keteguhan Bung Karno. Dia memastikan api perjuangan tidak pernah padam,” ucapnya.
GMNI menilai ada sejumlah alasan yang memperkuat usulan tersebut di antaranya pengorbanan material dan moril yang dilakukan Inggit, keteguhan dalam mendampingi perjuangan di masa pengasingan, serta perannya sebagai simbol keteladanan perempuan dalam sejarah bangsa.
“Pengakuan terhadap Inggit Garnasih merupakan bagian dari upaya menghadirkan keadilan sejarah,” kata Sujahri.
Dalam kesempatan sama, GMNI juga menyampaikan sejumlah sikap lain, termasuk desakan agar pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) dilakukan secara terbuka dan melibatkan partisipasi publik.
Selain itu, peringatan Dies Natalis ke-72 GMNI juga diisi dengan sejumlah kegiatan seperti peluncuran buku bunga rampai, penerbitan modul kaderisasi, serta kerja sama dengan Komite Nasional Advokat Indonesia (KNAI) melalui program beasiswa Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA).
Ketua Umum DPP GMNI Sujahri Somar menuturkan peran Inggit Garnasih dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia belum mendapatkan pengakuan yang setara dari negara. “Inggit Garnasih bukan sekadar pendamping Soekarno, tetapi sosok yang menyokong perjuangan di masa-masa paling sulit,” ujar Sujahri, Minggu (19/4/2026).
Baca juga: Gubernur Tegaskan Surat Nikah dan Cerai Inggit-Soekarno Jadi Milik Negara
Inggit memiliki kontribusi besar saat Soekarno menjalani masa penahanan di Banceuy dan Sukamiskin hingga pengasingan di Ende dan Bengkulu. Dalam periode tersebut, Inggit berperan sebagai penyambung komunikasi, penyedia kebutuhan logistik, sekaligus pemberi dukungan moral.
“Ibu Inggit adalah pilar penting di balik keteguhan Bung Karno. Dia memastikan api perjuangan tidak pernah padam,” ucapnya.
GMNI menilai ada sejumlah alasan yang memperkuat usulan tersebut di antaranya pengorbanan material dan moril yang dilakukan Inggit, keteguhan dalam mendampingi perjuangan di masa pengasingan, serta perannya sebagai simbol keteladanan perempuan dalam sejarah bangsa.
“Pengakuan terhadap Inggit Garnasih merupakan bagian dari upaya menghadirkan keadilan sejarah,” kata Sujahri.
Dalam kesempatan sama, GMNI juga menyampaikan sejumlah sikap lain, termasuk desakan agar pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) dilakukan secara terbuka dan melibatkan partisipasi publik.
Selain itu, peringatan Dies Natalis ke-72 GMNI juga diisi dengan sejumlah kegiatan seperti peluncuran buku bunga rampai, penerbitan modul kaderisasi, serta kerja sama dengan Komite Nasional Advokat Indonesia (KNAI) melalui program beasiswa Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA).
(jon)
Lihat Juga :