Istana Tegaskan Belum Ada Keputusan Penarikan Pasukan TNI dari UNIFIL
Rabu, 08 April 2026 - 16:28 WIB
loading...
Upacara penghormatan terhadap jenazah prajurit TNI personel UNIFIL yang gugur di Lebanon. Foto/Tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah belum memutuskan apa pun soal penarikan pasukan TNI dari United Nations Interim Force in Lebanon ( UNIFIL ). Desakan ini muncul setelah tiga prajurit TNI yang sedang menjalankan misi perdamaian gugur di Lebanon.
"Kalau pertanyaannya sampai ke keputusan penarikan belum ya," ucap Prasetyo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Pras menyebut, pascainsiden yang menewaskan tiga prajurit TNI, pemerintah terus melakukan koordinasi lintas kementerian. Insiden itu ia sebut juga menjadi catatan evaluasi bagi pemerintah. Pras meminta publik untuk menunggu keputusan resmi nantinya terkait penarikan prajurit TNI.
Baca Juga: Lagi, 3 Pasukan UNIFIL Jadi Korban Serangan di Lebanon
"Tapi bahwa dengan adanya kejadian yang kemarin tentu kami pemerintah terus melakukan koordinasi dipimpin oleh Bapak Menlu melakukan evaluasi. Nanti kita tunggu perkembangannya," pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyebut pemerintah Indonesia perlu menarik pasukan perdamaian di Lebanon lantaran saat ini sudah dalam kondisi perang.
"Bilamana kondisinya ini memang tidak bisa dinyatakan aman, ada baiknya untuk pemerintah melakukan penarikan ataupun juga evaluasi terhadap keberadaan prajurit kita di Lebanon," kata Dave di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026).
Dave juga menyinggung langkah pemerintahan Italia yang sudah menyampaikan akan menarik pasukan perdamaian dari Lebanon. Menurutnya, Indonesia perlu mengikuti langkah tersebut.
"Saya juga sempat baca tadi katanya ada salah satu negara Eropa Barat, Italia tepatnya, menyampaikan siap menarik personelnya dari sana. Maka itu apakah kita harus mengambil hal tersebut, nah tentu harus ada pertimbangan dan juga harus ada komunikasi," ujarnya.
Legislator Partai Golkar ini menilai, langkah penarikan pasukan itu dibutuhkan untuk menjaga keselamatan prajurit Indonesia. "Dari PBB sudah menyampaikan belasungkawa dan mengutuk akan serangan tersebut. Nah, ini ini harus dilihat apakah dibutuhkan tindak lanjut dari kita untuk menyampaikan sikap kita demi menjaga keselamatan prajurit kita," tuturnya.
"Kalau pertanyaannya sampai ke keputusan penarikan belum ya," ucap Prasetyo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Pras menyebut, pascainsiden yang menewaskan tiga prajurit TNI, pemerintah terus melakukan koordinasi lintas kementerian. Insiden itu ia sebut juga menjadi catatan evaluasi bagi pemerintah. Pras meminta publik untuk menunggu keputusan resmi nantinya terkait penarikan prajurit TNI.
Baca Juga: Lagi, 3 Pasukan UNIFIL Jadi Korban Serangan di Lebanon
"Tapi bahwa dengan adanya kejadian yang kemarin tentu kami pemerintah terus melakukan koordinasi dipimpin oleh Bapak Menlu melakukan evaluasi. Nanti kita tunggu perkembangannya," pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyebut pemerintah Indonesia perlu menarik pasukan perdamaian di Lebanon lantaran saat ini sudah dalam kondisi perang.
"Bilamana kondisinya ini memang tidak bisa dinyatakan aman, ada baiknya untuk pemerintah melakukan penarikan ataupun juga evaluasi terhadap keberadaan prajurit kita di Lebanon," kata Dave di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026).
Dave juga menyinggung langkah pemerintahan Italia yang sudah menyampaikan akan menarik pasukan perdamaian dari Lebanon. Menurutnya, Indonesia perlu mengikuti langkah tersebut.
"Saya juga sempat baca tadi katanya ada salah satu negara Eropa Barat, Italia tepatnya, menyampaikan siap menarik personelnya dari sana. Maka itu apakah kita harus mengambil hal tersebut, nah tentu harus ada pertimbangan dan juga harus ada komunikasi," ujarnya.
Legislator Partai Golkar ini menilai, langkah penarikan pasukan itu dibutuhkan untuk menjaga keselamatan prajurit Indonesia. "Dari PBB sudah menyampaikan belasungkawa dan mengutuk akan serangan tersebut. Nah, ini ini harus dilihat apakah dibutuhkan tindak lanjut dari kita untuk menyampaikan sikap kita demi menjaga keselamatan prajurit kita," tuturnya.
(zik)
Lihat Juga :