Jalur Ketapang-Gilimanuk Lumpuh, Legislator Kritik Tajam Manajemen Logistik Nasional
Kamis, 02 April 2026 - 16:54 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, kata Sonny, para peternak juga mengalami dampak kerugian karena ternaknya mengalami stres berat dan mengalami penyusutan bobot badan drastis selama tertahan di jalur macet. Sementara para nelayan merugi akibat kualitas ikan segar yang dikirim memgalami penurunan hingga bahkan busuk dan tidak laku dijual.
"Dan yang lebih parah lagi, hal itu semua akan bermuara pada inflasi daerah yang mengakibatkan lonjakan harga dan ujung-ujungnya masyarakat semuanya yang akan merasakan akibatnya," ujar wakil rakyat yang telah duduk selama dua periode ini.
Putra asli Banyuwangi ini menilai skema Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) atau penambahan armada kapal yang dilakukan pemerintah hanyalah "obat pereda nyeri" yang tidak menyentuh akar permasalahan.
Merujuk pada data GAPASDAP, Sonny menyoroti fakta bahwa hampir 50% kapal justru menganggur di tengah laut karena antrean sandar yang panjang. Ia menegaskan bahwa bottleneck atau leher botol persoalan ini terletak pada minimnya jumlah dermaga, bukan jumlah kapal.
"Pemerintah sepertinya kurang serius. Mau ditambah seribu kapal pun, kalau dermaganya tidak ditambah, kemacetan ini akan menjadi ritual tahunan yang menyiksa rakyat. Dan bahkan bisa berpotensi kecelakaan jika kapal-kapal itu banyak mwngapung menunggu antri sandar," kata Sonny.
"Jangan hanya sibuk retorika kalau di lapangan rakyat masih terjebak 6 jam hanya untuk bergerak 50 meter!" cetusnya dengan nada tinggi.
"Dan yang lebih parah lagi, hal itu semua akan bermuara pada inflasi daerah yang mengakibatkan lonjakan harga dan ujung-ujungnya masyarakat semuanya yang akan merasakan akibatnya," ujar wakil rakyat yang telah duduk selama dua periode ini.
Putra asli Banyuwangi ini menilai skema Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) atau penambahan armada kapal yang dilakukan pemerintah hanyalah "obat pereda nyeri" yang tidak menyentuh akar permasalahan.
Merujuk pada data GAPASDAP, Sonny menyoroti fakta bahwa hampir 50% kapal justru menganggur di tengah laut karena antrean sandar yang panjang. Ia menegaskan bahwa bottleneck atau leher botol persoalan ini terletak pada minimnya jumlah dermaga, bukan jumlah kapal.
"Pemerintah sepertinya kurang serius. Mau ditambah seribu kapal pun, kalau dermaganya tidak ditambah, kemacetan ini akan menjadi ritual tahunan yang menyiksa rakyat. Dan bahkan bisa berpotensi kecelakaan jika kapal-kapal itu banyak mwngapung menunggu antri sandar," kata Sonny.
"Jangan hanya sibuk retorika kalau di lapangan rakyat masih terjebak 6 jam hanya untuk bergerak 50 meter!" cetusnya dengan nada tinggi.
Lihat Juga :