Mendagri Soroti Perjalanan Dinas Kepala Daerah, Ingatkan Pentingnya Efisiensi!
Rabu, 25 Maret 2026 - 20:10 WIB
loading...
Mendagri Tito Karnavian mengingatkan pentingnya efisiensi anggaran di tingkat Pemda. Khususnya dengan mengurangi perjalanan dinas yang dinilai tidak perlu. Foto/Riyan Rizki Roshali
A
A
A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengingatkan pentingnya efisiensi anggaran di tingkat pemerintah daerah (Pemda). Khususnya dengan mengurangi perjalanan dinas yang dinilai tidak perlu.
“Kalau dari dulu saya sudah menyampaikan untuk efisiensi kepala daerah dan saya akan menekankan lagi efisiensi terutama efisiensi anggaran ya," kata Tito kepada wartawan di Kantor Kepala Staf Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026).
Baca juga: Gaji Pejabat RI Bakal Dipotong demi Efisiensi, Purbaya: Setuju! Itu Bagus, Sudah Kegedean
Mendagri menyebutkan, salah satu pos anggaran yang perlu ditekan adalah perjalanan dinas yang tidak mendesak, agar anggaran dapat dialihkan untuk kepentingan masyarakat.
"Ya terutama perjalanan dinas yang tidak perlu, dari dulu saya sampaikan. Jadi uangnya diarahkan untuk program yang prorakyat," ujarnya.
Mantan Kapolri itu menjelaskan, bahwa efisiensi tidak secara spesifik menyasar penggunaan BBM. Namun bisa dilakukan melalui berbagai langkah penghematan seperti yang pernah diterapkan saat pandemi Covid-19.
Baca juga: Purbaya Matangkan Skenario Efisiensi, Anggaran Kementerian Dipotong Besar-besaran
"Enggak spesifik ke sana. Nanti kita bisa gunakan sebetulnya, mekanisme pada waktu Covid itu. Misalnya, lampu dimatikan dulu, Jangan ninggalin kantor lampu hidup, AC masih hidup," ungkapnya.
Tito mencontohkan sistem pengawasan kerja berbasis digital yang pernah digunakan untuk memastikan efektivitas kerja dari rumah, sekaligus menekan mobilitas yang berpotensi meningkatkan konsumsi BBM.
“Kemudian misalnya lagi, kalau dulu saya absen, dulu ada sistem namanya SIMPEG, sistem administrasi pegawai. Jadi begitu, untuk menjaga, karyawan itu betul-betul working from home, dia ada di rumah, supaya nggak lari-lari ke mana-ke mari yang nanti malah nambah BBM,” jelas dia.
“Kalau dari dulu saya sudah menyampaikan untuk efisiensi kepala daerah dan saya akan menekankan lagi efisiensi terutama efisiensi anggaran ya," kata Tito kepada wartawan di Kantor Kepala Staf Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026).
Baca juga: Gaji Pejabat RI Bakal Dipotong demi Efisiensi, Purbaya: Setuju! Itu Bagus, Sudah Kegedean
Mendagri menyebutkan, salah satu pos anggaran yang perlu ditekan adalah perjalanan dinas yang tidak mendesak, agar anggaran dapat dialihkan untuk kepentingan masyarakat.
"Ya terutama perjalanan dinas yang tidak perlu, dari dulu saya sampaikan. Jadi uangnya diarahkan untuk program yang prorakyat," ujarnya.
Mantan Kapolri itu menjelaskan, bahwa efisiensi tidak secara spesifik menyasar penggunaan BBM. Namun bisa dilakukan melalui berbagai langkah penghematan seperti yang pernah diterapkan saat pandemi Covid-19.
Baca juga: Purbaya Matangkan Skenario Efisiensi, Anggaran Kementerian Dipotong Besar-besaran
"Enggak spesifik ke sana. Nanti kita bisa gunakan sebetulnya, mekanisme pada waktu Covid itu. Misalnya, lampu dimatikan dulu, Jangan ninggalin kantor lampu hidup, AC masih hidup," ungkapnya.
Tito mencontohkan sistem pengawasan kerja berbasis digital yang pernah digunakan untuk memastikan efektivitas kerja dari rumah, sekaligus menekan mobilitas yang berpotensi meningkatkan konsumsi BBM.
“Kemudian misalnya lagi, kalau dulu saya absen, dulu ada sistem namanya SIMPEG, sistem administrasi pegawai. Jadi begitu, untuk menjaga, karyawan itu betul-betul working from home, dia ada di rumah, supaya nggak lari-lari ke mana-ke mari yang nanti malah nambah BBM,” jelas dia.
(shf)
Lihat Juga :