ISKI Dorong Peran Strategis Komunikasi untuk Kedaulatan Bangsa dan Perdamaian Dunia

Sabtu, 14 Maret 2026 - 20:09 WIB
loading...
ISKI Dorong Peran Strategis...
Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) 2026-2030 resmi dilantik. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Di era digital yang ditandai oleh percepatan teknologi, banjir informasi, dan meningkatnya disinformasi, komunikasi memiliki peran krusial dalam menjaga kedaulatan bangsa. Komunikasi yang berbasis ilmu pengetahuan, etika, dan dialog dapat menjadi jembatan untuk memperkuat persatuan nasional sekaligus membangun perdamaian global.

Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Atwar Bajari, M.Si., dalam sambutannya pada pelantikan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) 2026-2030 yang berlangsung di Auditorium Prof. Dr. Djayusman, Kampus LSPR Sudirman Park, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Menurut Guru Besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) tersebut, komunikasi saat ini tidak lagi sekadar aktivitas penyampaian pesan, tetapi telah menjadi instrumen strategis dalam menjaga kedaulatan negara di tengah arus globalisasi informasi.

Baca juga: Effendi Gazali dkk Merapat ke Rumah JK, Bahas Jurang Komunikasi

“Karena itu, Sarjana Ilmu Komunikasi memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa ruang komunikasi publik tidak hanya dipenuhi oleh arus informasi yang cepat, tetapi juga oleh narasi yang membangun, memperkuat demokrasi, serta memperkaya kehidupan masyarakat,” tegas Atwar yang terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat ISKI periode 2026-2030 ini.

Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) secara resmi melantik jajaran pengurus baru untuk masa bakti 2026–2030 dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi komunitas sarjana komunikasi Indonesia untuk memperkuat peran ilmu komunikasi dalam menghadapi berbagai tantangan nasional dan global di era transformasi digital.

Lihat video: Pakar Komunikasi Politik: Pemerintah Perlu Miliki Protokol Komunikasi Bencana


Mengusung tema “Communication for National Sovereignty and Global Peace”, kepengurusan baru ISKI diharapkan mampu memperkuat kontribusi strategis ilmu komunikasi dalam menjaga kedaulatan informasi bangsa, memperkuat identitas nasional, serta mendorong dialog global yang konstruktif dan berorientasi pada perdamaian.

ISKI sendiri merupakan organisasi profesi yang menghimpun sarjana komunikasi Indonesia yang berdiri sejak 12 Oktober 1983. Organisasi ini memiliki tujuan untuk mengembangkan ilmu komunikasi serta mengabdikan keahlian para anggotanya bagi kemajuan bangsa dan kemanusiaan secara luas.

Pelantikan pengurus baru ini juga menandai komitmen ISKI untuk memperkuat peran sarjana komunikasi sebagai aktor penting dalam pembangunan sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Di tengah perkembangan teknologi digital, komunikasi tidak hanya memengaruhi cara masyarakat berinteraksi, tetapi juga menentukan arah kebijakan publik, dinamika demokrasi, hingga hubungan antarbangsa.

Kepengurusan ISKI periode 2026–2030 diisi oleh kalangan akademisi yang berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta dari seluruh Indonesia. Selain itu, kepengurusan periode ini juga diisi oleh praktisi dari berbagai perusahaan swasta dan lembaga-lembaga pemerintah.

Kepengurusan periode ini akan fokus mengusung sejumlah agenda strategis, di antaranya Penguatan Ekosistem Keilmuan Komunikasi, Peningkatan Literasi Media dan Informasi, Penguatan Diplomasi Komunikasi Indonesia, dan Pengembangan Kompetensi Profesional Sarjana Komunikasi.

Melalui serangkaian program tersebut, ISKI akan mendorong pengembangan riset komunikasi yang relevan dengan isu-isu strategis seperti transformasi digital, komunikasi krisis, komunikasi kebijakan publik, hingga diplomasi komunikasi global. Selain itu, di tengah maraknya misinformasi dan disinformasi di ruang digital, ISKI berkomitmen memperkuat literasi media masyarakat agar mampu memahami, memverifikasi, dan menggunakan informasi secara kritis dan bertanggung jawab.

ISKI juga akan mendorong kolaborasi internasional dalam bidang komunikasi untuk memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan global serta membangun dialog lintas budaya yang berkontribusi pada perdamaian dunia. Melalui berbagai program pelatihan, seminar, dan kolaborasi lintas sektor, ISKI akan terus meningkatkan kapasitas profesional para sarjana komunikasi agar mampu beradaptasi dengan dinamika industri komunikasi dan media yang terus berkembang.

Selain itu, kepengurusan baru juga menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, praktisi, pemerintah, industri media, serta masyarakat sipil dalam menciptakan ekosistem komunikasi yang sehat dan produktif.

Tema “Communication for National Sovereignty and Global Peace” dipilih sebagai refleksi atas peran komunikasi yang semakin strategis dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat solidaritas nasional, serta membangun hubungan internasional yang lebih damai dan berkeadilan.

Melalui kepengurusan baru ini, ISKI berharap dapat terus menjadi ruang kolaborasi bagi para sarjana komunikasi Indonesia untuk berkontribusi secara nyata dalam pembangunan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa yang aktif mempromosikan dialog, toleransi, dan perdamaian di tingkat global.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
Buku Sejarah Gerakan...
Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Diluncurkan, Rekam Perjuangan Sebelum Reformasi 1998
Kurikulum S3 Manajemen...
Kurikulum S3 Manajemen Pendidikan Islam: Membangun Organisme Ilmu yang Hidup
Transformasi Akademi...
Transformasi Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Menuju Sekolah Tinggi Kesehatan
Value-Driven University:...
Value-Driven University: Ikhtiar Universitas Darunnajah Menjawab Tantangan Link and Match
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Rekomendasi
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah yang dijadikan Kiblat Salat? Simak Penjelasannya di Sini!
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Berita Terkini
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved