Siapkan 6.859 Masjid Ramah Pemudik, Wamenag: Dibuka 24 Jam, Tempat Singgah yang Nyaman
Kamis, 12 Maret 2026 - 14:12 WIB
loading...
A
A
A
Lihat video: Siap Sambut Pemudik, Jalur Nasional Pangandaran Dipastikan Mulus!
Menurut Wamenag, keberadaan masjid di sepanjang jalur mudik dapat menjadi tempat singgah yang aman dan nyaman bagi para musafir selama perjalanan menuju kampung halaman. “Masjid tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga tempat singgah yang memberikan berbagai kemudahan bagi para pemudik,” katanya.
Berbagai layanan disiapkan di masjid-masjid tersebut untuk mendukung kebutuhan pemudik. Di antaranya akses masjid dan musala yang dibuka selama 24 jam, area parkir, toilet bersih, ruang istirahat, layanan kesehatan untuk pertolongan pertama, serta ketersediaan air bersih.
Selain itu, pengelola masjid juga diharapkan menyediakan fasilitas pengisian daya baterai ponsel dan perangkat komunikasi, pusat informasi bagi pemudik, serta air minum dan makanan ringan.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, program Masjid Ramah Pemudik merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik.
“Ini merupakan bentuk kehadiran negara sekaligus layanan kami kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” ujar Abu Rokhmad.
Ia menambahkan, masjid-masjid yang terlibat dalam program tersebut berada di jalur mudik strategis dan telah dikoordinasikan dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama di berbagai daerah untuk memastikan kesiapan fasilitasnya.
Menurut Wamenag, keberadaan masjid di sepanjang jalur mudik dapat menjadi tempat singgah yang aman dan nyaman bagi para musafir selama perjalanan menuju kampung halaman. “Masjid tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga tempat singgah yang memberikan berbagai kemudahan bagi para pemudik,” katanya.
Berbagai layanan disiapkan di masjid-masjid tersebut untuk mendukung kebutuhan pemudik. Di antaranya akses masjid dan musala yang dibuka selama 24 jam, area parkir, toilet bersih, ruang istirahat, layanan kesehatan untuk pertolongan pertama, serta ketersediaan air bersih.
Selain itu, pengelola masjid juga diharapkan menyediakan fasilitas pengisian daya baterai ponsel dan perangkat komunikasi, pusat informasi bagi pemudik, serta air minum dan makanan ringan.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, program Masjid Ramah Pemudik merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik.
“Ini merupakan bentuk kehadiran negara sekaligus layanan kami kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” ujar Abu Rokhmad.
Ia menambahkan, masjid-masjid yang terlibat dalam program tersebut berada di jalur mudik strategis dan telah dikoordinasikan dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama di berbagai daerah untuk memastikan kesiapan fasilitasnya.
Lihat Juga :