Purbaya Pertimbangkan Naikkan Harga BBM Subsidi, DPR: Hati-hati Ambil Keputusan
Senin, 09 Maret 2026 - 22:24 WIB
loading...
Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Kholid menyoroti langkah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang membuka kemungkinan penyesuaian harga BBM bersubsidi. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Kholid menyoroti langkah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang membuka kemungkinan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi . Hal ini menyusul meningkatnya tekanan pada APBN akibat lonjakan harga minyak dunia.
Dia mengingatkan Purbaya berhati-hati dalam mengambil keputusan. Keputusan menaikkan harga BBM bersubsidi akan berdampak pada kenaikan harga pangan
Baca juga: 6 Dampak Perang AS-Iran, Harga Minyak Dunia hingga Gas Langsung Bergejolak
"Menkeu harus hati-hati dalam mengambil keputusan. Menaikkan harga BBM bersubsidi akan berdampak pada kenaikan harga-harga di berbagai sektor lainnya," ujar Kholid, Senin (9/3/2026).
Menurut dia, kenaikan harga pangan bakal memukul daya beli masyarakat. Padahal, mayoritas sumber pertumbuhan berada di konsumsi masyarakat. "Kalau daya beli tertekan maka pertumbuhan ekonomi juga terdampak," ucapnya.
Dia menyarankan Purbaya meninjau ulang anggaran lainnya. Purbaya masih bisa menekan sejumlah program pemerintah lainnya.
"Sebaiknya Menkeu meninjau ulang postur anggaran APBN lainnya yang masih memungkinkan dilakukan efisiensi dan realokasi. Beliau bisa melakukan adjustment terkait program-program pemerintah yang masih bisa diefisiensikan atau direalokasi," ujar Kholid.
"Pak Menkeu pernah sampaikan akan meninjau ulang terkait alokasi anggaran MBG dan KDMP. Apakah masih memungkinkan dievaluasi? Jika masih, mungkin bisa menjadi opsi. Tentu harus dihitung secara cermat, matang, dan hati-hati," kata Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Sebelumnya, pemerintah mulai membuka kemungkinan penyesuaian harga BBM bersubsidi menyusul meningkatnya tekanan pada APBN akibat lonjakan harga minyak dunia.
Pemerintah telah melakukan berbagai simulasi untuk mengukur dampak fluktuasi harga minyak mentah global terhadap kondisi fiskal nasional. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi risiko pelebaran defisit anggaran di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menurut Purbaya, jika harga minyak mentah dunia mencapai rata-rata 92 dolar Amerika Serikat per barel, tekanan terhadap defisit anggaran negara akan semakin besar.
Dia mengingatkan Purbaya berhati-hati dalam mengambil keputusan. Keputusan menaikkan harga BBM bersubsidi akan berdampak pada kenaikan harga pangan
Baca juga: 6 Dampak Perang AS-Iran, Harga Minyak Dunia hingga Gas Langsung Bergejolak
"Menkeu harus hati-hati dalam mengambil keputusan. Menaikkan harga BBM bersubsidi akan berdampak pada kenaikan harga-harga di berbagai sektor lainnya," ujar Kholid, Senin (9/3/2026).
Menurut dia, kenaikan harga pangan bakal memukul daya beli masyarakat. Padahal, mayoritas sumber pertumbuhan berada di konsumsi masyarakat. "Kalau daya beli tertekan maka pertumbuhan ekonomi juga terdampak," ucapnya.
Dia menyarankan Purbaya meninjau ulang anggaran lainnya. Purbaya masih bisa menekan sejumlah program pemerintah lainnya.
"Sebaiknya Menkeu meninjau ulang postur anggaran APBN lainnya yang masih memungkinkan dilakukan efisiensi dan realokasi. Beliau bisa melakukan adjustment terkait program-program pemerintah yang masih bisa diefisiensikan atau direalokasi," ujar Kholid.
"Pak Menkeu pernah sampaikan akan meninjau ulang terkait alokasi anggaran MBG dan KDMP. Apakah masih memungkinkan dievaluasi? Jika masih, mungkin bisa menjadi opsi. Tentu harus dihitung secara cermat, matang, dan hati-hati," kata Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Sebelumnya, pemerintah mulai membuka kemungkinan penyesuaian harga BBM bersubsidi menyusul meningkatnya tekanan pada APBN akibat lonjakan harga minyak dunia.
Pemerintah telah melakukan berbagai simulasi untuk mengukur dampak fluktuasi harga minyak mentah global terhadap kondisi fiskal nasional. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi risiko pelebaran defisit anggaran di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menurut Purbaya, jika harga minyak mentah dunia mencapai rata-rata 92 dolar Amerika Serikat per barel, tekanan terhadap defisit anggaran negara akan semakin besar.
(jon)
Lihat Juga :