Terobos Langit Timur Tengah, 6.047 Jemaah Umrah Tiba di Tanah Air dengan Selamat

Senin, 02 Maret 2026 - 20:57 WIB
loading...
Terobos Langit Timur...
Kemenhaj mencatat ribuan jemaah secara bergelombang berhasil mendarat di Tanah Air. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memaksa pemerintah Indonesia mengambil langkah taktis dan terukur untuk melindungi warganya. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memaksa pemerintah Indonesia mengambil langkah taktis dan terukur untuk melindungi warga negaranya. Di tengah ancaman keamanan wilayah udara, keselamatan nyawa jemaah umrah menjadi prioritas absolut negara. Evakuasi kepulangan secara bertahap pun mulai membuahkan hasil positif yang melegakan.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat ribuan jemaah secara bergelombang telah berhasil mendarat di Tanah Air.

Baca juga: Iran Siapkan Kuburan untuk Ribuan Tentara AS Jika Amerika Luncurkan Perang

Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha memaparkan data kepulangan yang terus dipantau secara ketat oleh pemerintah. “Sejak 28 Februari hingga 1 Maret 2026, sebanyak 6.047 jemaah telah kembali ke Tanah Air dengan aman,” ujarnya di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Kepulangan ribuan tamu Allah ini berlangsung dalam dua fase krusial di akhir pekan lalu. Pada Sabtu (28/2/2026), tercatat 4.200 jemaah berhasil menembus dinamika penerbangan menggunakan 12 armada. Menyusul kemudian pada hari berikutnya, sebanyak 2.047 jemaah mendarat dengan selamat melalui lima jadwal penerbangan reguler.

Meski gelombang kepulangan awal berjalan mulus, pemerintah masih dihadapkan pada pekerjaan rumah yang sangat masif. Tercatat ada 43.363 calon jemaah dari 439 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang masuk dalam daftar tunggu keberangkatan hingga 18 April 2026. Angka raksasa ini membutuhkan penanganan tingkat tinggi agar tidak menimbulkan kekacauan baru di lapangan.

Menyikapi hal tersebut, Kemenhaj secara tegas memperingatkan seluruh pihak PPIU untuk tidak lepas tangan di tengah situasi krisis. Tanggung jawab biro perjalanan membentang dari proses pemberangkatan, pelayanan akomodasi di Arab Saudi, hingga jaminan kepulangan.

“Kami memastikan setiap PPIU menjalankan kewajibannya secara penuh. Tanggung jawab itu tidak boleh diabaikan,” tegas Ichsan.

Memburuknya situasi kawasan menuntut komunikasi yang transparan dan proaktif antara pihak travel dengan jemaah. Pemerintah meminta kedua belah pihak saling memahami kondisi force majeure ini demi mengutamakan keselamatan bersama. Negara pun menjamin akan hadir penuh bagi jemaah yang terjebak kendala darurat maupun persoalan hukum di luar negeri.

Sinergi lintas lembaga kini terus diperkuat bersama Kementerian Luar Negeri melalui jejaring KBRI dan KJRI setempat. Seluruh jemaah diimbau tidak panik dan hanya merujuk pada arahan resmi perwakilan Republik Indonesia. Sebagai langkah mitigasi paling rasional, Kemenhaj kembali menggaungkan imbauan keras agar jemaah menunda jadwal keberangkatan umrah hingga langit Timur Tengah kembali kondusif.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Berangkatkan Umrah Gratis untuk Guru PAUD
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Rekomendasi
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
Kapal Induk Kedua Tiba...
Kapal Induk Kedua Tiba di Timur Tengah, AS Serius Ancam Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved