Gandeng IPB Rancang Cetak Biru, Kemenhaj Bidik Potensi Raksasa Ekosistem Ekonomi Haji
Rabu, 25 Februari 2026 - 16:51 WIB
loading...
A
A
A
Lihat video: Haji 2026 Lebih Nyaman? Intip Fokus Baru Kemenhaj untuk Perlindungan Jemaah
Dalam konteks inilah IPB University dilibatkan secara khusus untuk memperkuat substansi akademik dan teknis. Kepakaran IPB difokuskan untuk menggarap pilar konsumsi pangan jemaah serta integrasi inovasi berbasis teknologi. Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menyatakan kesiapan penuh institusinya untuk menjadi mitra strategis pemerintah.
“IPB siap berkontribusi dalam penyusunan naskah akademik dan penguatan cetak biru, termasuk melalui standar gizi dan formulasi menu jemaah, inovasi produk pangan adaptif, serta pengembangan sistem rantai pasok berbasis teknologi,” tegas Alim.
Dalam pemaparannya, tim pakar IPB menawarkan sejumlah solusi konkret yang siap diimplementasikan. Mereka merancang standar gizi berbasis bukti ilmiah klinis dan formulasi pangan berindeks glikemik rendah yang mampu bertahan menghadapi dinamika distribusi ekstrem di Arab Saudi.
Lebih jauh, IPB juga menyiapkan penerapan teknologi pelacakan cerdas (smart traceability) berbasis Kecerdasan Buatan (AI) dan instrumen digital mutakhir. Teknologi ini didesain khusus untuk menjamin kepastian mutu dan keamanan pangan jemaah dari hulu ke hilir secara real-time.
Melalui sinergi lintas sektoral ini, Kemenhaj menargetkan lahirnya cetak biru yang tidak hanya komprehensif di atas kertas, tetapi juga implementatif di lapangan. Transformasi ini diharapkan segera menjadikan sektor haji sebagai ekosistem ekonomi yang produktif dan berdaulat bagi bangsa.
Dalam konteks inilah IPB University dilibatkan secara khusus untuk memperkuat substansi akademik dan teknis. Kepakaran IPB difokuskan untuk menggarap pilar konsumsi pangan jemaah serta integrasi inovasi berbasis teknologi. Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menyatakan kesiapan penuh institusinya untuk menjadi mitra strategis pemerintah.
“IPB siap berkontribusi dalam penyusunan naskah akademik dan penguatan cetak biru, termasuk melalui standar gizi dan formulasi menu jemaah, inovasi produk pangan adaptif, serta pengembangan sistem rantai pasok berbasis teknologi,” tegas Alim.
Dalam pemaparannya, tim pakar IPB menawarkan sejumlah solusi konkret yang siap diimplementasikan. Mereka merancang standar gizi berbasis bukti ilmiah klinis dan formulasi pangan berindeks glikemik rendah yang mampu bertahan menghadapi dinamika distribusi ekstrem di Arab Saudi.
Lebih jauh, IPB juga menyiapkan penerapan teknologi pelacakan cerdas (smart traceability) berbasis Kecerdasan Buatan (AI) dan instrumen digital mutakhir. Teknologi ini didesain khusus untuk menjamin kepastian mutu dan keamanan pangan jemaah dari hulu ke hilir secara real-time.
Melalui sinergi lintas sektoral ini, Kemenhaj menargetkan lahirnya cetak biru yang tidak hanya komprehensif di atas kertas, tetapi juga implementatif di lapangan. Transformasi ini diharapkan segera menjadikan sektor haji sebagai ekosistem ekonomi yang produktif dan berdaulat bagi bangsa.
(cip)
Lihat Juga :