Restitusi Pajak Terus Meningkat, Golkar Desak Pengawasan DPR dan Audit BPK Diperkuat

Rabu, 11 Februari 2026 - 19:40 WIB
loading...
Restitusi Pajak Terus...
Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar Abdul Rahman Farisi menyoroti peningkatan angka pengembalian kelebihan pembayaran atau restitusi pajak dalam beberapa tahun terakhir. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Partai Golkar menyoroti peningkatan angka pengembalian kelebihan pembayaran atau restitusi pajak dalam beberapa tahun terakhir. Situasi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius dari DPR dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Berdasarkan data dihimpun, realisasi restitusi pajak pada 2022 tercatat sebesar Rp280,41 triliun. "Pada tahun 2023 sempat turun menjadi Rp223,66 triliun, namun kembali meningkat pada tahun 2024 sebesar Rp265,67 triliun, dan melonjak pada tahun 2025 hingga mencapai Rp361 triliun," ujar Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar Abdul Rahman Farisi, Rabu (11/2/2026).

Baca juga: Gelar OTT Restitusi Pajak, KPK Tangkap Kepala KPP Madya Banjarmasin

Dalam tiga tahun terakhir tren restitusi pajak menunjukkan kenaikan signifikan, khususnya lonjakan tajam pada 2025 yang mencapai lebih dari Rp95 triliun dibandingkan tahun sebelumnya atau meningkat sekitar 35,9 persen dari 2024 ke 2025.

“Restitusi pajak pada dasarnya adalah uang yang sudah masuk ke kas negara kemudian dikembalikan kepada wajib pajak. Karena itu, mekanisme dan akuntabilitasnya harus benar-benar dijaga,” ujar mantan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin tersebut.

Dengan nilai yang sudah menembus Rp361 triliun, restitusi pajak bukan lagi angka kecil dalam struktur fiskal nasional. Jika dibandingkan dengan total penerimaan pajak tahunan, nilai tersebut merepresentasikan porsi yang signifikan dan berimplikasi langsung terhadap arus kas negara serta ruang fiskal pemerintah.

Abdul mendorong DPR RI menjadikan peningkatan restitusi pajak sebagai objek pengawasan yang lebih intensif, terutama melalui fungsi pengawasan di Komisi XI DPR RI. Bila perlu dibentuk Panja Khusus tentang Restitusi Pajak.

“Saya juga memandang penting mendorong BPK melakukan audit dengan tujuan tertentu (PDTT) terhadap restitusi pajak sehingga dapat diperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai praktik dan risiko kebocoran dari pelaksanaan restitusi pajak selama ini. Optimalisasi pengawasan DPR dan audit diharapkan dapat mengurangi potensi kebocoran serta memperbaiki tata kelola dan mekanisme administrasi dalam pelaksanaan restitusi pajak,” ungkapnya.

“Perlu dilihat secara menyeluruh apakah terdapat potensi moral hazard atau fraud dalam pelaksanaannya yang bisa merugikan keuangan negara. Pengawasan DPR dan audit BPK harus diperkuat apalagi dengan tren kenaikan yang signifikan,” tambahnya.

Menurut dia, dua langkah tersebut akan sangat membantu visi Presiden dalam mendorong optimalisasi seluruh penerimaan negara dari sektor pajak serta meminimalkan risiko kebocoran baik yang disebabkan oleh sistem administrasi maupun moral hazard dari para pemangku kepentingan perpajakan.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Duit Rp200 Juta hingga...
Duit Rp200 Juta hingga Mobil Disita KPK dalam OTT BPK
Massa HMI MPO Datangi...
Massa HMI MPO Datangi Gedung DPR, Sampaikan Tuntutan Ini
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Rekomendasi
Miss Indonesia 2025...
Miss Indonesia 2025 dan Liliana Tanoesoedibjo Bangun Listrik Tenaga Surya untuk Masyarakat NTT
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Berita Terkini
Penampakan Roy Suryo...
Penampakan Roy Suryo usai Ditahan: Menenteng Rompi Oranye, Enggan Komentar
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Polda Metro Jaya: Berkas Perkara Lengkap
Usai Ditangkap, Roy...
Usai Ditangkap, Roy Suryo dan Dokter Tifa Bakal Dibawa ke RS Polri
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Silmy Karim, Bukti-bukti Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi Didalami
Sikapi Putusan PN Jakpus,...
Sikapi Putusan PN Jakpus, Kuasa Hukum PPP Maluku Akan Tempuh Kasasi
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved