5 Kali Kunjungi Indonesia, PM Australia Albanese: Kita Tetangga dan Sahabat
Jum'at, 06 Februari 2026 - 10:26 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kerja Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026). Foto/Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kerja Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026). Pertemuan keduanya menegaskan eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Australia sebagai negara tetangga dan sahabat.
Prabowo mulanya menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menyambut langsung PM Albanese di bandara lantaran harus menghadiri pertemuan di Istana.
"Saya mohon maaf tidak menjemput Anda di bandara, karena saya ada pertemuan di Istana," kata Prabowo.
Baca Juga: PM Australia Albanese Tiba di Istana Merdeka, Disambut Tarian Asal NTT
Menanggapi hal itu, Albanese menegaskan bahwa Indonesia dan Australia merupakan tetangga dan sahabat. Apalagi, kunjungan ini merupakan kelima kalinya sejak Albanese menjadi PM Australia.
"Kita adalah tetangga dan sahabat, dan ini adalah kunjungan kelima saya ke Indonesia sebagai Perdana Menteri, dan saya sudah jauh lebih sering datang ke sini sebelum itu," kata Albanese.
Menurut Albanese, penandatanganan kerja sama dalam kunjungan kali ini akan mempererat hubungan Indonesia–Australia. "Hari ini dengan penandatanganan ini, kita akan membawa hubungan tersebut ke tingkat terkuat yang pernah ada, dan itu sangat penting," tegasnya.
Merespons hal itu, Prabowo berharap sama dengan Albanese, yakni agar hubungan kedua negara semakin erat. "Terima kasih. Terima kasih banyak. Saya sebenarnya sangat berharap (hubungan Indonesia-Australi) ini bisa (semakin erat)."
Albanese menambahkan, kunjungan yang telah dibicarakan dengan Prabowo pada Desember lalu ini membawa makna penting bagi kedua negara. "Kami sepakat pada bulan Desember bahwa ini adalah kunjungan singkat tapi penting. Dan kunjungan berikutnya akan jauh lebih lama," pungkasnya.
Prabowo mulanya menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menyambut langsung PM Albanese di bandara lantaran harus menghadiri pertemuan di Istana.
"Saya mohon maaf tidak menjemput Anda di bandara, karena saya ada pertemuan di Istana," kata Prabowo.
Baca Juga: PM Australia Albanese Tiba di Istana Merdeka, Disambut Tarian Asal NTT
Menanggapi hal itu, Albanese menegaskan bahwa Indonesia dan Australia merupakan tetangga dan sahabat. Apalagi, kunjungan ini merupakan kelima kalinya sejak Albanese menjadi PM Australia.
"Kita adalah tetangga dan sahabat, dan ini adalah kunjungan kelima saya ke Indonesia sebagai Perdana Menteri, dan saya sudah jauh lebih sering datang ke sini sebelum itu," kata Albanese.
Menurut Albanese, penandatanganan kerja sama dalam kunjungan kali ini akan mempererat hubungan Indonesia–Australia. "Hari ini dengan penandatanganan ini, kita akan membawa hubungan tersebut ke tingkat terkuat yang pernah ada, dan itu sangat penting," tegasnya.
Merespons hal itu, Prabowo berharap sama dengan Albanese, yakni agar hubungan kedua negara semakin erat. "Terima kasih. Terima kasih banyak. Saya sebenarnya sangat berharap (hubungan Indonesia-Australi) ini bisa (semakin erat)."
Albanese menambahkan, kunjungan yang telah dibicarakan dengan Prabowo pada Desember lalu ini membawa makna penting bagi kedua negara. "Kami sepakat pada bulan Desember bahwa ini adalah kunjungan singkat tapi penting. Dan kunjungan berikutnya akan jauh lebih lama," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :