Selly DPR: Siswa Bunuh Diri Tak Mampu Beli Buku Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Rabu, 04 Februari 2026 - 17:11 WIB
loading...
Selly DPR: Siswa Bunuh...
Anggota Komisi VIII DPR Selly Andriany Gantina menilai meninggalnya YBS (10) di Ngada, NTT potret nyata kemiskinan struktural. Siswa kelas IV SD itu mengakhiri hidupnya karena tak bisa membeli buku dan pena sebesar Rp10.000. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDIP Selly Andriany Gantina menilai meninggalnya YBS (10) di Ngada, NTT merupakan potret nyata kemiskinan struktural. Hal itu karena kegagapan negara dalam menjamin hak dasar anak atas pendidikan dan kehidupan yang layak.

Ketika buku pelajaran kebutuhan paling elementer dalam pendidikan menjadi penghalang hidup, maka persoalan yang dihadapi bangsa ini adalah kemiskinan struktural yang belum terselesaikan.

"Saya menegaskan bahwa kemiskinan tidak hanya soal keterbatasan ekonomi, tetapi juga soal runtuhnya martabat, kesehatan mental, dan perlindungan sosial, terutama bagi perempuan dan anak," ujar Selly, Rabu (4/2/2026).

Baca juga: Perlindungan Anak Harus Ditingkatkan Cegah Kasus Siswa SD Bunuh Diri di NTT Terulang

Sebelumnya, kematian YBS (10) menjadi sorotan publik. Peristiwa itu sangat miris lantaran siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur itu mengakhiri hidupnya karena tak bisa membeli buku dan pena seharga kurang dari Rp10.000.

Alasannya sang ibu MGT (47) tidak memiliki uang karena menjadi orang tua tunggal hanya bekerja sebagai petani dan buruh serabutan. Dia juga harus menafkahi 5 anaknya.

Menurut Selly, dalam banyak keluarga miskin beban ekonomi kerap dipikul ibu. Sementara, anak-anak menjadi pihak paling rentan yang menanggung dampaknya secara psikologis dan sosial. Negara tidak boleh menutup mata terhadap realitas ini.

Padahal, konstitusi dengan jelas menempatkan pendidikan sebagai hak dasar setiap warga negara. Namun, ketika akses pendidikan dasar masih menyisakan biaya tidak langsung yang memberatkan rakyat miskin seperti buku dan perlengkapan sekolah, maka negara belum sepenuhnya hadir.

"Tragedi ini menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan belum sepenuhnya berpihak pada kelompok paling rentan," kata Legislator Dapil Jabar VIII itu.

Dalam Rakernas I PDIP Tahun 2026, mantan Bupati Cirebon itu menegaskan partainya berada di garis depan ideologis keberpihakan wong cilik, perempuan, dan anak. Termasuk mendorong negara untuk memerangi kemiskinan ekstrem, memperkuat perlindungan sosial yang menyentuh akar persoalan, serta memastikan pemenuhan hak dasar rakyat secara nyata, bukan sebatas administratif.

"Tragedi ini harus menjadi momentum evaluasi serius bagi negara baik di tingkat pusat maupun daerah agar tidak ada lagi anak Indonesia yang kehilangan masa depan, bahkan nyawa akibat kemiskinan dan kelalaian sistem," ujar Selly.

Politik pada akhirnya harus kembali pada hakikatnya melindungi kehidupan, menegakkan keadilan sosial, dan memastikan negara hadir secara nyata bagi mereka yang paling lemah.

Sebagai mitra kerja strategis Komisi VIII DPR, keberadaan Kementerian Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), serta lembaga terkait lainnya seharusnya menjadi garda depan dalam mencegah tragedi kemanusiaan semacam ini.

Dia mendesak penguatan dan integrasi program perlindungan sosial, mulai dari bantuan sosial adaptif, jaminan pemenuhan kebutuhan dasar anak, hingga pendampingan psikososial bagi keluarga rentan, harus dijalankan secara proaktif dan berbasis data lapangan, bukan sekadar menunggu laporan atau kejadian ekstrem.

Sebagai mitra kerja strategis Komisi VIII DPR, Kementerian Sosial bersama kementerian dan lembaga terkait perlu pemberdayaan sosial yang berkelanjutan.

“Negara tidak boleh berhenti pada bantuan sesaat, tetapi harus memperkuat kapasitas keluarga miskin, terutama yang memiliki anak usia sekolah melalui penguatan ekonomi, akses pendidikan yang utuh, dan pendampingan sosial berbasis kebutuhan nyata di lapangan agar kemiskinan tidak terus diwariskan lintas generasi,” ungkapnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
Panja SPMB Cari Formula...
Panja SPMB Cari Formula Penerimaan Mahasiswa yang Adil dan Setara
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Perompak Somalia Sandera...
Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
Menkes Usul Penderita...
Menkes Usul Penderita TBC Dapat MBG, DPR: Wacana Tidak Masuk Akal
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Gus Falah: Ancaman Serius terhadap Supremasi Hukum
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Rekomendasi
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Berita Terkini
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil KDMP setelah 5 Peserta Meninggal
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Infografis
Analis: Israel Omong...
Analis: Israel Omong Besar tapi Tak Mampu Serang Dahsyat Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved