Jokowi Diibaratkan Messi Tanpa Piala Dunia
Selasa, 03 Februari 2026 - 19:59 WIB
loading...
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) membakar semangat dan mendeklarasikan diri akan memenangkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Pemilu 2029. Foto/Dok PSI
A
A
A
JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) membakar semangat dan mendeklarasikan diri akan memenangkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Pemilu 2029. Sikap politik Jokowi yang walaupun belum tercatat sebagai kader itu dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legacy-nya.
Wakil Sekretaris Jenderal PSI Andi Saiful Haq menuturkan bahwa Jokowi sebagai sosok besar yang telah menorehkan hampir seluruh prestasi politik. Namun, kata dia, masih ada satu pencapaian yang belum diraih Jokowi.
“Pak Jokowi itu ibarat Messi tanpa Piala Dunia” katanya pasca hiruk pikuk Rakernas PSI di Makassar, Selasa (3/2/2026).
![Jokowi Diibaratkan Messi Tanpa Piala Dunia]()
Wakil Sekretaris Jenderal PSI Andi Saiful Haq
Baca juga: Banyak Tokoh Bakal Bergabung ke PSI, Jokowi: Hati-hati
Lebih lanjut dia menjelaskan, analogi tersebut merujuk pada perjalanan karier Lionel Messi yang telah mengoleksi hampir seluruh gelar prestisius di level klub dan individu. Sebelum akhirnya melengkapi prestasinya dengan Piala Dunia bersama Argentina pada 2022.
“Messi sudah memenangkan hampir semua liga, mulai dari 10 gelar La Liga, 7 gelar Copa Del Rey dan 4 Liga Champion. Belum lagi penghargaan bergengsi Ballon d’Or dan Sepatu Emas Eropa. Mirip seperti Pak Jokowi,” ujarnya.
Menurut dia, Jokowi juga memiliki rekam jejak politik yang nyaris sempurna di jalur eksekutif. Dia memandang, keberhasilan Jokowi menapaki seluruh jenjang pemilihan langsung menjadi pencapaian langka dalam politik nasional.
“Pak Jokowi memenangkan Pilkada Wali Kota Solo 2 kali dengan kemenangan fantastis, Menang Pilkada Gubernur DKI dan dua kali memenangkan kursi Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.
“Bahkan namanya disebut-sebut sebagai faktor kemenangan Prabowo-Gibran. Jarang politisi nasional meliki karir cemerlang seperti beliau. Setelah tidak menjabat pun, approval rating beliau masih tinggi,” sambungnya.
Kendati demikian, Saiful menilai masih ada satu capaian politik yang belum diraih Jokowi, yakni kemenangan dalam Pemilu Legislatif. Ini serupa dengan ambisi Messi di penghujung kariernya sebelum mengangkat trofi Piala Dunia.
“Namun ada yang kurang bagi Messi diantara semua kariernya di sepakbola dunia. Di penghujung kariernya, Messi tentu ingin mengangkat trophi Piala Dunia untuk Argentina, lalu itu terwujud pada tahun 2022. Kira-kira sama halnya dengan Pak Jokowi. Semua tingkatan pemilu eksekutif sudah pernah beliau menangkan. Tinggal satu lagi, Pemilu legislatif,” ungkapnya.
Walaupun Jokowi pernah memenangkan Pemilu Legislatif bersama PDI Perjuangan, dia menambahkan, kemenangan tersebut tidak pernah sepenuhnya dikaitkan dengan kontribusi mantan Wali Kota Solo itu. Padahal dalam berbagai survei menunjukkan pengaruh signifikan Jokowi.
“Memang Pak Jokowi pernah bersama PDIP, namun kemenangan PDIP di Pemilu Legislatif, tidak akan pernah diakui sebagai kontribusi Jokowi, meski survei-survei menyatakan berbeda. Jadi wajar jika dalam Rakernas PSI 2026 di Makassar, Jokowi akan mati-matian membawa PSI ke Senayan. Bagi Pak Jokowi ini adalah karir paripurna, sama halnya Piala Dunia bagi Messi,” pungkasnya.
Wakil Sekretaris Jenderal PSI Andi Saiful Haq menuturkan bahwa Jokowi sebagai sosok besar yang telah menorehkan hampir seluruh prestasi politik. Namun, kata dia, masih ada satu pencapaian yang belum diraih Jokowi.
“Pak Jokowi itu ibarat Messi tanpa Piala Dunia” katanya pasca hiruk pikuk Rakernas PSI di Makassar, Selasa (3/2/2026).

Wakil Sekretaris Jenderal PSI Andi Saiful Haq
Baca juga: Banyak Tokoh Bakal Bergabung ke PSI, Jokowi: Hati-hati
Lebih lanjut dia menjelaskan, analogi tersebut merujuk pada perjalanan karier Lionel Messi yang telah mengoleksi hampir seluruh gelar prestisius di level klub dan individu. Sebelum akhirnya melengkapi prestasinya dengan Piala Dunia bersama Argentina pada 2022.
“Messi sudah memenangkan hampir semua liga, mulai dari 10 gelar La Liga, 7 gelar Copa Del Rey dan 4 Liga Champion. Belum lagi penghargaan bergengsi Ballon d’Or dan Sepatu Emas Eropa. Mirip seperti Pak Jokowi,” ujarnya.
Menurut dia, Jokowi juga memiliki rekam jejak politik yang nyaris sempurna di jalur eksekutif. Dia memandang, keberhasilan Jokowi menapaki seluruh jenjang pemilihan langsung menjadi pencapaian langka dalam politik nasional.
“Pak Jokowi memenangkan Pilkada Wali Kota Solo 2 kali dengan kemenangan fantastis, Menang Pilkada Gubernur DKI dan dua kali memenangkan kursi Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.
“Bahkan namanya disebut-sebut sebagai faktor kemenangan Prabowo-Gibran. Jarang politisi nasional meliki karir cemerlang seperti beliau. Setelah tidak menjabat pun, approval rating beliau masih tinggi,” sambungnya.
Kendati demikian, Saiful menilai masih ada satu capaian politik yang belum diraih Jokowi, yakni kemenangan dalam Pemilu Legislatif. Ini serupa dengan ambisi Messi di penghujung kariernya sebelum mengangkat trofi Piala Dunia.
“Namun ada yang kurang bagi Messi diantara semua kariernya di sepakbola dunia. Di penghujung kariernya, Messi tentu ingin mengangkat trophi Piala Dunia untuk Argentina, lalu itu terwujud pada tahun 2022. Kira-kira sama halnya dengan Pak Jokowi. Semua tingkatan pemilu eksekutif sudah pernah beliau menangkan. Tinggal satu lagi, Pemilu legislatif,” ungkapnya.
Walaupun Jokowi pernah memenangkan Pemilu Legislatif bersama PDI Perjuangan, dia menambahkan, kemenangan tersebut tidak pernah sepenuhnya dikaitkan dengan kontribusi mantan Wali Kota Solo itu. Padahal dalam berbagai survei menunjukkan pengaruh signifikan Jokowi.
“Memang Pak Jokowi pernah bersama PDIP, namun kemenangan PDIP di Pemilu Legislatif, tidak akan pernah diakui sebagai kontribusi Jokowi, meski survei-survei menyatakan berbeda. Jadi wajar jika dalam Rakernas PSI 2026 di Makassar, Jokowi akan mati-matian membawa PSI ke Senayan. Bagi Pak Jokowi ini adalah karir paripurna, sama halnya Piala Dunia bagi Messi,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :