Stafsus Menaker: Kemajuan Dunia Industri Wajib Diikuti Kesejahteraan Pekerja
Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:31 WIB
loading...
Talkshow Perburuhan Nasional bertema Babak Baru Ketenagakerjaan Indonesia yang digelar di Kantor DPTP PKS, Jakarta, Jumat (30/1/2026). Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Indra menegaskan adanya paradigma baru dalam kebijakan ketenagakerjaan nasional yang berorientasi pada upaya memajukan dunia industri dengan komitmen menyejahterakan pekerja .
Hal itu disampaikan Indra dalam Talkshow Perburuhan Nasional bertema “Babak Baru Ketenagakerjaan Indonesia” yang digelar di Kantor DPTP PKS, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Menurut Indra, paradigma baru ketenagakerjaan Indonesia berpijak pada tagline Menteri Ketenagakerjaan “Maju industrinya, sejahtera pekerjanya” yang tidak boleh dipahami secara terpisah. “Kemajuan industri harus selalu diiringi dengan kesejahteraan para pekerjanya,” ucapnya.
Tugas Kementerian Ketenagakerjaan tidaklah mudah. Dengan jumlah pekerja sekitar 146 juta orang, beban yang dihadapi sangat kompleks, mulai dari persoalan administratif hingga isu-isu substantif.
Salah satu pekerjaan rumah besar adalah persolan kompetensi atau link and match antara dunia pendidikan dengan dunia industri. Harus ada penataan kompetensi dan relasi dunia pendidikan dan dunia industri agar lulusan pendidikan mampu menjawab kebutuhan pasar kerja.
Indra juga menyoroti regulasi ketenagakerjaan seperti UU Cipta Kerja yang tidak memberikan rasa keadilan untuk pekerja/buruh. Undang-undang ketenagakerjaan yang baru adalah sebuah kebutuhan tentunya UU yang berkeadilan untuk semua. Adil untuk buruhnya dan adil untuk dunia industri.
Dalam 1 tahun kepemimpinan Yassierli di Kementerian Ketenagakerjaan, Indra menegaskan bahwa sudah banyak legacy baik yang dihadirkan dan perubahan parigma yang mewarnai berbagai kebijakan ketenagakerjaan.
Kebijakan pengupahan yang lebih baik, pembinaan hubungan industrial yang harmonis dan transformatif, penguatan law enforcement, upaya masif dan sistemik dalam pembudayaan K3, program pemagangan nasional bagi fresh graduate dengan uang saku setara upah minimum, berbagi program skilling, up skilling, dan re skilling, serta reformasi birokrasi dalam rangka menghadirkan birokrasi yang bersih dan profesional.
Dengan semangat meaningful participation, Yassierli memposisikan kantor Kementerian Ketenagakerjaan sebagai rumah bersama bagi buruh, pengusaha, dan rakyat secara umum.
Berbagai upaya dan komitmen kuat dari Menaker Yassierli untuk menata dan menghadirkan Kementerian Ketenagakerjaan yang baik. Dalam kurun waktu kurang lebih 1 tahun ini, Kementerian Ketenagakerjaan berhasil meraih lebih dari 46 penghargaan. Ini adalah konfirmasi nyata dari berbagai pihak atas kinerja baik Kementerian Ketenagakerjaan.
Hal itu disampaikan Indra dalam Talkshow Perburuhan Nasional bertema “Babak Baru Ketenagakerjaan Indonesia” yang digelar di Kantor DPTP PKS, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Menurut Indra, paradigma baru ketenagakerjaan Indonesia berpijak pada tagline Menteri Ketenagakerjaan “Maju industrinya, sejahtera pekerjanya” yang tidak boleh dipahami secara terpisah. “Kemajuan industri harus selalu diiringi dengan kesejahteraan para pekerjanya,” ucapnya.
Tugas Kementerian Ketenagakerjaan tidaklah mudah. Dengan jumlah pekerja sekitar 146 juta orang, beban yang dihadapi sangat kompleks, mulai dari persoalan administratif hingga isu-isu substantif.
Salah satu pekerjaan rumah besar adalah persolan kompetensi atau link and match antara dunia pendidikan dengan dunia industri. Harus ada penataan kompetensi dan relasi dunia pendidikan dan dunia industri agar lulusan pendidikan mampu menjawab kebutuhan pasar kerja.
Indra juga menyoroti regulasi ketenagakerjaan seperti UU Cipta Kerja yang tidak memberikan rasa keadilan untuk pekerja/buruh. Undang-undang ketenagakerjaan yang baru adalah sebuah kebutuhan tentunya UU yang berkeadilan untuk semua. Adil untuk buruhnya dan adil untuk dunia industri.
Dalam 1 tahun kepemimpinan Yassierli di Kementerian Ketenagakerjaan, Indra menegaskan bahwa sudah banyak legacy baik yang dihadirkan dan perubahan parigma yang mewarnai berbagai kebijakan ketenagakerjaan.
Kebijakan pengupahan yang lebih baik, pembinaan hubungan industrial yang harmonis dan transformatif, penguatan law enforcement, upaya masif dan sistemik dalam pembudayaan K3, program pemagangan nasional bagi fresh graduate dengan uang saku setara upah minimum, berbagi program skilling, up skilling, dan re skilling, serta reformasi birokrasi dalam rangka menghadirkan birokrasi yang bersih dan profesional.
Dengan semangat meaningful participation, Yassierli memposisikan kantor Kementerian Ketenagakerjaan sebagai rumah bersama bagi buruh, pengusaha, dan rakyat secara umum.
Berbagai upaya dan komitmen kuat dari Menaker Yassierli untuk menata dan menghadirkan Kementerian Ketenagakerjaan yang baik. Dalam kurun waktu kurang lebih 1 tahun ini, Kementerian Ketenagakerjaan berhasil meraih lebih dari 46 penghargaan. Ini adalah konfirmasi nyata dari berbagai pihak atas kinerja baik Kementerian Ketenagakerjaan.
(jon)
Lihat Juga :