Fantastis! Perputaran Uang Judol pada 2025 Capai Rp286 Triliun, Ada 12 Juta Pemain Aktif
Kamis, 29 Januari 2026 - 15:03 WIB
loading...
PPATK melaporkan perputaran uang transaksi judi online (judol) sepanjang 2025 mencapai Rp286,84 Triliun. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melaporkan perputaran uang transaksi judi online (judol) sepanjang 2025 mencapai Rp286,84 Triliun. PPATK juga mencatat ada 12 juta pemain aktif judol.
Kepala Biro Humas PPATK Natsir Kongah mengungkapkan total perputaran uang itu tercatat dalam 422,1 juta transaksi yang terjadi selama tahun 2025.
"Jumlah perputaran dana ini menurun 20% jika dibandingkan tahun 2024 yaitu sebesar Rp359,81 triliun," kata Natsir, Kamis (29/1/2026).
Baca juga: Kapolri Sebut FOMO Jadi Salah Satu Faktor Maraknya Judi Online
Sementara itu berdasarkan jumlah pemain aktif, Natsir menyebut masih ada 12,3 juta masyarakat yang menaruh deposit judol melalui transfer bank, e-wallet hingga QRIS.
Menurut Natsir, PPATK juga menyoroti modus penyetoran dana judol melalui QRIS yang meningkat secara signifikan ketimbang metode lainnya. Meski begitu, Natsir mengklaim total jumlah deposit yang disetor para pemain jumlahnya sudah menurun dari 2024 yang mencapai Rp51,3 triliun menjadi Rp36,01 triliun pada 2025.
Lihat video: 1.711 Warga Penerima Dana Bansos Terafiliasi dengan Akun Judi Online
"Ada perubahan modus penyetoran deposit menggunakan QRIS yang meningkat signifikan dibandingkan melalui setoran di bank ataupun e-wallet," ujarnya.
Natsir menambahkan turunnya jumlah deposit dan nilai transaksi judol pada tahun 2025 karena upaya penegakan hukum yang terus dilakukan pemerintah.
Di sisi lain, kata dia, PPATK juga terus memberikan Laporan Hasil Analisis (LHA) transaksi keuangan yang dicurigai menjadi rekening penampungan judol kepada penyidik untuk segera diproses dan diblokir.
"Turunnya nominal deposit dan angka perputaran dana judol disebabkan karena penerapan strategi yang tepat dan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan swasta dalam upaya pencegahan dan pemberantasan judol," ucapnya.
Kepala Biro Humas PPATK Natsir Kongah mengungkapkan total perputaran uang itu tercatat dalam 422,1 juta transaksi yang terjadi selama tahun 2025.
"Jumlah perputaran dana ini menurun 20% jika dibandingkan tahun 2024 yaitu sebesar Rp359,81 triliun," kata Natsir, Kamis (29/1/2026).
Baca juga: Kapolri Sebut FOMO Jadi Salah Satu Faktor Maraknya Judi Online
Sementara itu berdasarkan jumlah pemain aktif, Natsir menyebut masih ada 12,3 juta masyarakat yang menaruh deposit judol melalui transfer bank, e-wallet hingga QRIS.
Menurut Natsir, PPATK juga menyoroti modus penyetoran dana judol melalui QRIS yang meningkat secara signifikan ketimbang metode lainnya. Meski begitu, Natsir mengklaim total jumlah deposit yang disetor para pemain jumlahnya sudah menurun dari 2024 yang mencapai Rp51,3 triliun menjadi Rp36,01 triliun pada 2025.
Lihat video: 1.711 Warga Penerima Dana Bansos Terafiliasi dengan Akun Judi Online
"Ada perubahan modus penyetoran deposit menggunakan QRIS yang meningkat signifikan dibandingkan melalui setoran di bank ataupun e-wallet," ujarnya.
Natsir menambahkan turunnya jumlah deposit dan nilai transaksi judol pada tahun 2025 karena upaya penegakan hukum yang terus dilakukan pemerintah.
Di sisi lain, kata dia, PPATK juga terus memberikan Laporan Hasil Analisis (LHA) transaksi keuangan yang dicurigai menjadi rekening penampungan judol kepada penyidik untuk segera diproses dan diblokir.
"Turunnya nominal deposit dan angka perputaran dana judol disebabkan karena penerapan strategi yang tepat dan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan swasta dalam upaya pencegahan dan pemberantasan judol," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :