IHC Bersama RS Kemenkes Perkuat Ketahanan Kesehatan Nasional
Rabu, 28 Januari 2026 - 07:59 WIB
loading...
Indonesia Healthcare Corporation (IHC), Holding Rumah Sakit BUMN menjalin kerja sama strategis dengan lima rumah sakit rujukan nasional Kemenkes. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Indonesia Healthcare Corporation (IHC), Holding Rumah Sakit BUMN, menjalin kerja sama strategis dengan lima rumah sakit rujukan nasional Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kerja sama tersebut terkait pengembangan Center of Excellence (CoE) layanan kesehatan nasional.
Kolaborasi lintas institusi ini merupakan bagian dari upaya bersama pemerintah dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional melalui sistem pelayanan kesehatan yang komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Baca juga: IHC RSPP dan IDAI Gelar Pelatihan Penanganan Kondisi Bahaya pada Anak
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Selasa, 27 Januari 2025 sebagai wujud sinergi dalam mendukung Transformasi Sistem Kesehatan Nasional, khususnya penguatan layanan rujukan dan peningkatan kualitas layanan spesialistik. Inisiatif ini sejalan dengan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan RI 2025-2029 yang menitikberatkan pada penguatan sistem layanan, optimalisasi sumber daya kesehatan, serta peningkatan kemandirian layanan di dalam negeri.
Melalui pengembangan Center of Excellence, IHC, dan Rumah Sakit Kemenkes membangun jejaring layanan berbasis spesialistik unggulan yang mencakup optimalisasi tenaga kesehatan yang andal, diagnosis dan terapi terpadu, hingga rehabilitasi pasien. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan kesinambungan perawatan pasien dan pencapaian hasil klinis yang paripurna, sekaligus memperkuat kapasitas layanan kesehatan nasional secara menyeluruh.
Adapun lima Rumah Sakit Kemenkes yang terlibat dalam kolaborasi ini meliputi RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (jantung dan pembuluh darah), RS Kanker Dharmais (onkologi), RS Pusat Otak Nasional (otak dan saraf), RSUP Nasional dr. Cipto Mangunkusumo, RSCM (digestif), serta RSUP Fatmawati (ortopedi). Kelima bidang layanan tersebut merupakan layanan spesialistik strategis yang berperan penting dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat dan penguatan sistem pelayanan kesehatan nasional.
Baca juga: IHC RSPP dan Sudinkes Jaksel Kolaborasi Perkuat Pencegahan Anemia bagi Remaja Putri
Direktur Utama IHC Lukman Ma’ruf menyampaikan bahwa pengembangan Center of Excellence merupakan bagian dari strategi jangka panjang IHC dalam mendukung agenda ketahanan kesehatan nasional.
“IHC memfokuskan pengembangan Center of Excellence pada lima layanan utama yang kami sebut sebagai CONGO—Cardiology, Oncology, Neurology, Gastroenterology, dan Orthopedy. Melalui kolaborasi dengan Rumah Sakit Kemenkes, kami membangun sistem pelayanan yang komprehensif dan terintegrasi, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan berkualitas tinggi secara berkelanjutan di dalam negeri,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).
Sementara itu, Plt Direktur Medis IHC Harmeni Wijaya menambahkan penguatan dan pemerataan sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam pengembangan Center of Excellence.
"Pengembangan Center of Excellence tidak hanya berfokus pada layanan, tetapi juga pada peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pelatihan, clinical fellowship, dan pertukaran keilmuan antar rumah sakit. Dengan demikian, kualitas layanan dapat terus terjaga dan berkembang,” jelasnya.
Ke depan, jejaring Center of Excellence ini diharapkan dapat meningkatkan pemerataan akses layanan spesialistik, memperkuat efektivitas sistem rujukan, serta mendukung kemandirian layanan kesehatan nasional. Sinergi lintas kementerian dan BUMN ini menjadi langkah konkret dalam membangun sistem kesehatan Indonesia yang tangguh, adaptif, dan berorientasi pada hasil.
Kolaborasi lintas institusi ini merupakan bagian dari upaya bersama pemerintah dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional melalui sistem pelayanan kesehatan yang komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Baca juga: IHC RSPP dan IDAI Gelar Pelatihan Penanganan Kondisi Bahaya pada Anak
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Selasa, 27 Januari 2025 sebagai wujud sinergi dalam mendukung Transformasi Sistem Kesehatan Nasional, khususnya penguatan layanan rujukan dan peningkatan kualitas layanan spesialistik. Inisiatif ini sejalan dengan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan RI 2025-2029 yang menitikberatkan pada penguatan sistem layanan, optimalisasi sumber daya kesehatan, serta peningkatan kemandirian layanan di dalam negeri.
Melalui pengembangan Center of Excellence, IHC, dan Rumah Sakit Kemenkes membangun jejaring layanan berbasis spesialistik unggulan yang mencakup optimalisasi tenaga kesehatan yang andal, diagnosis dan terapi terpadu, hingga rehabilitasi pasien. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan kesinambungan perawatan pasien dan pencapaian hasil klinis yang paripurna, sekaligus memperkuat kapasitas layanan kesehatan nasional secara menyeluruh.
Adapun lima Rumah Sakit Kemenkes yang terlibat dalam kolaborasi ini meliputi RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (jantung dan pembuluh darah), RS Kanker Dharmais (onkologi), RS Pusat Otak Nasional (otak dan saraf), RSUP Nasional dr. Cipto Mangunkusumo, RSCM (digestif), serta RSUP Fatmawati (ortopedi). Kelima bidang layanan tersebut merupakan layanan spesialistik strategis yang berperan penting dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat dan penguatan sistem pelayanan kesehatan nasional.
Baca juga: IHC RSPP dan Sudinkes Jaksel Kolaborasi Perkuat Pencegahan Anemia bagi Remaja Putri
Direktur Utama IHC Lukman Ma’ruf menyampaikan bahwa pengembangan Center of Excellence merupakan bagian dari strategi jangka panjang IHC dalam mendukung agenda ketahanan kesehatan nasional.
“IHC memfokuskan pengembangan Center of Excellence pada lima layanan utama yang kami sebut sebagai CONGO—Cardiology, Oncology, Neurology, Gastroenterology, dan Orthopedy. Melalui kolaborasi dengan Rumah Sakit Kemenkes, kami membangun sistem pelayanan yang komprehensif dan terintegrasi, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan berkualitas tinggi secara berkelanjutan di dalam negeri,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).
Sementara itu, Plt Direktur Medis IHC Harmeni Wijaya menambahkan penguatan dan pemerataan sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam pengembangan Center of Excellence.
"Pengembangan Center of Excellence tidak hanya berfokus pada layanan, tetapi juga pada peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pelatihan, clinical fellowship, dan pertukaran keilmuan antar rumah sakit. Dengan demikian, kualitas layanan dapat terus terjaga dan berkembang,” jelasnya.
Ke depan, jejaring Center of Excellence ini diharapkan dapat meningkatkan pemerataan akses layanan spesialistik, memperkuat efektivitas sistem rujukan, serta mendukung kemandirian layanan kesehatan nasional. Sinergi lintas kementerian dan BUMN ini menjadi langkah konkret dalam membangun sistem kesehatan Indonesia yang tangguh, adaptif, dan berorientasi pada hasil.
(shf)
Lihat Juga :