Roy Suryo Tegaskan Tak Ikuti Langkah Eggi Sudjana Temui Jokowi
Kamis, 15 Januari 2026 - 17:27 WIB
loading...
Pakar telematika, Roy Suryo menegaskan tak ingin mengikuti langkah Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis yang menemui Presiden ke-7 Jokowi dalam kasus tudingan ijazah palsu. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pakar telematika, Roy Suryo menegaskan dirinya tak ingin mengikuti langkah Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis yang menemui Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dalam kasus tudingan ijazah palsu.
"Nggak, nggak, nggak (akan bertemu Jokowi)," kata Roy Suryo di Polda Metro Jaya, Kamis (15/1/2026).
Roy Suryo juga mengaku sudah berkomunikasi dengan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis. Menurutnya, dalam pertemuan itu tidak ada permintaan maaf.
"Orang yang bersangkutan sudah menyatakan nggak ada minta maaf minta maaf itu. Nah jadi makannya kita tunggu saja, nggak ada minta maaf-minta maaf. Ini (foto pertemuan) palsu ya, nggak ada," ujar dia.
Baca juga: Jokowi Temui 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, Buka Peluang Restorative Justice
"Jadi statement dari ES Eggie Sudjana kemudian Damai Hari Lubis itu akan membuat orang-orang itu bertanya-tanya, dan sekaligus orang-orang itu akan membuat satu pemikiran di kepala pemikirannya budrek mereka, budrek itu pusing," sambungnya.
Sebelumnya, Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) buka suara mengenai pertemuannya dengan dua tersangka kasus dugaan fitnah ijazah palsu, Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis. Jokowi berharap pertemuan yang berlangsung Kamis, 8 Januari 2026, dapat menjadi jalan menuju restorative justice.
Lihat video: Jokowi Buka Suara soal Pertemuan dengan Eggi Sudjana
"Telah hadir bersilaturahmi Bapak Prof Eggy Sudjana dan Bapak Damai Hari Lubis SH ke rumah saya. Benar beliau-beliau hadir didampingi pengacara Ibu Elida Netty, dan itu adalah kehadiran untuk silaturahmi," kata Jokowi di kediamannya di Gang Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu, 14 Januari 2026.
Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku sangat menghargai dan sangat menghormati silaturahmi yang dilakukan keduanya. Dari pertemuan silaturahmi itu, Jokowi berharap dapat menjadi pertimbangan bagi Polda Metro Jaya dan penyidik untuk kemungkinan restorative justice. "Karena itu adalah kewenangan dari penyidik Polda Metro Jaya," ujarnya.
Ditanya apakah keduanya menyampaikan permintaan maaf terkait tudingan ijazah palsu, ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini menilai hal itu tidak perlu diperdebatkan.
"Menurut saya, ada atau tidak (permintaan maaf), tidak perlu diperdebatkan. Karena menurut saya, niat baik silaturahmi itu harus saya hormati dan hargai," ucapnya.
"Nggak, nggak, nggak (akan bertemu Jokowi)," kata Roy Suryo di Polda Metro Jaya, Kamis (15/1/2026).
Roy Suryo juga mengaku sudah berkomunikasi dengan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis. Menurutnya, dalam pertemuan itu tidak ada permintaan maaf.
"Orang yang bersangkutan sudah menyatakan nggak ada minta maaf minta maaf itu. Nah jadi makannya kita tunggu saja, nggak ada minta maaf-minta maaf. Ini (foto pertemuan) palsu ya, nggak ada," ujar dia.
Baca juga: Jokowi Temui 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, Buka Peluang Restorative Justice
"Jadi statement dari ES Eggie Sudjana kemudian Damai Hari Lubis itu akan membuat orang-orang itu bertanya-tanya, dan sekaligus orang-orang itu akan membuat satu pemikiran di kepala pemikirannya budrek mereka, budrek itu pusing," sambungnya.
Sebelumnya, Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) buka suara mengenai pertemuannya dengan dua tersangka kasus dugaan fitnah ijazah palsu, Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis. Jokowi berharap pertemuan yang berlangsung Kamis, 8 Januari 2026, dapat menjadi jalan menuju restorative justice.
Lihat video: Jokowi Buka Suara soal Pertemuan dengan Eggi Sudjana
"Telah hadir bersilaturahmi Bapak Prof Eggy Sudjana dan Bapak Damai Hari Lubis SH ke rumah saya. Benar beliau-beliau hadir didampingi pengacara Ibu Elida Netty, dan itu adalah kehadiran untuk silaturahmi," kata Jokowi di kediamannya di Gang Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu, 14 Januari 2026.
Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku sangat menghargai dan sangat menghormati silaturahmi yang dilakukan keduanya. Dari pertemuan silaturahmi itu, Jokowi berharap dapat menjadi pertimbangan bagi Polda Metro Jaya dan penyidik untuk kemungkinan restorative justice. "Karena itu adalah kewenangan dari penyidik Polda Metro Jaya," ujarnya.
Ditanya apakah keduanya menyampaikan permintaan maaf terkait tudingan ijazah palsu, ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini menilai hal itu tidak perlu diperdebatkan.
"Menurut saya, ada atau tidak (permintaan maaf), tidak perlu diperdebatkan. Karena menurut saya, niat baik silaturahmi itu harus saya hormati dan hargai," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :