Tegur Keras Petinggi BUMN, Prabowo: Kalau Tak Sanggup Mengabdi, Berhenti Saja
Selasa, 13 Januari 2026 - 08:43 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto menegur keras jajaran pimpinan BUMN untuk bekerja jujur, bersih, dan berorientasi kepentingan rakyat saat meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP di Kaltim, Senin (12/1/2026). Foto: Setpres
A
A
A
BALIKPAPAN - Presiden Prabowo Subianto menegur keras seluruh jajaran pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk bekerja jujur, bersih, dan berorientasi kepentingan rakyat. JIka mereka tidak sanggup menjalankan amanah tersebut diminta mengundurkan diri dari jabatannya.
Prabowo menyoroti masih lemahnya tata kelola dan integritas di sejumlah BUMN. Salah satu pangkal utama persoalan adalah kualitas kepemimpinan yang belum optimal.
Baca juga: Prabowo Sentil BUMN Kerjanya Lambat dan Boros Anggaran
Terdapat direksi BUMN yang tidak kompeten dalam menjalankan tugasnya, sehingga berdampak pada kinerja perusahaan. Bahkan, lemahnya kepemimpinan membuat sejumlah BUMN harus menanggung kerugian yang tidak sedikit.
“Terlalu banyak pengalaman kita. Direksi-direksi BUMN, saya katakan saja, tidak baik. Saya tugaskan Kepala Danantara dan beberapa menteri untuk membersihkan semua BUMN. BUMN sangat banyak, banyak yang rugi,” ujar Prabowo saat meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).
Dia gerah dengan praktik sejumlah direksi BUMN yang tetap meminta tantiem meski perusahaan yang mereka kelola membukukan kerugian. Tindakan tersebut tidak dapat diterima karena tidak sejalan dengan kinerja dan tanggung jawab yang diemban.
Karena itu, Prabowo mempersilakan para direksi yang tidak mampu mengemban amanah untuk mundur dari jabatannya. Dia menegaskan memimpin BUMN berarti mengabdi kepada negara dan rakyat, bukan memperkaya diri sendiri.
“(BUMN) sudah rugi, minta tantiem lagi. Tidak tahu malu. Kalau tidak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang tersedia, berhenti saja. Banyak yang siap menggantikan,” katanya.
Pemerintahan yang dipimpinnya berkomitmen penuh membenahi tata kelola BUMN. Perusahaan pelat merah harus diisi sosok-sosok yang memahami bahwa kekayaan negara wajib dikelola dengan prinsip tanggung jawab yang tinggi.
“Untuk mengisi kemerdekaan, kita harus mengelola sumber daya dan sumber-sumber kekayaan kita. Kita harus menjalankan misi itu dengan rasa tanggung jawab,” ujar Prabowo.
Prabowo menyoroti masih lemahnya tata kelola dan integritas di sejumlah BUMN. Salah satu pangkal utama persoalan adalah kualitas kepemimpinan yang belum optimal.
Baca juga: Prabowo Sentil BUMN Kerjanya Lambat dan Boros Anggaran
Terdapat direksi BUMN yang tidak kompeten dalam menjalankan tugasnya, sehingga berdampak pada kinerja perusahaan. Bahkan, lemahnya kepemimpinan membuat sejumlah BUMN harus menanggung kerugian yang tidak sedikit.
“Terlalu banyak pengalaman kita. Direksi-direksi BUMN, saya katakan saja, tidak baik. Saya tugaskan Kepala Danantara dan beberapa menteri untuk membersihkan semua BUMN. BUMN sangat banyak, banyak yang rugi,” ujar Prabowo saat meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).
Dia gerah dengan praktik sejumlah direksi BUMN yang tetap meminta tantiem meski perusahaan yang mereka kelola membukukan kerugian. Tindakan tersebut tidak dapat diterima karena tidak sejalan dengan kinerja dan tanggung jawab yang diemban.
Karena itu, Prabowo mempersilakan para direksi yang tidak mampu mengemban amanah untuk mundur dari jabatannya. Dia menegaskan memimpin BUMN berarti mengabdi kepada negara dan rakyat, bukan memperkaya diri sendiri.
“(BUMN) sudah rugi, minta tantiem lagi. Tidak tahu malu. Kalau tidak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang tersedia, berhenti saja. Banyak yang siap menggantikan,” katanya.
Pemerintahan yang dipimpinnya berkomitmen penuh membenahi tata kelola BUMN. Perusahaan pelat merah harus diisi sosok-sosok yang memahami bahwa kekayaan negara wajib dikelola dengan prinsip tanggung jawab yang tinggi.
“Untuk mengisi kemerdekaan, kita harus mengelola sumber daya dan sumber-sumber kekayaan kita. Kita harus menjalankan misi itu dengan rasa tanggung jawab,” ujar Prabowo.
(jon)
Lihat Juga :