Buku Spirit Kemanusiaan Manajemen Risiko Bencana Ala Megawati Diluncurkan
Minggu, 11 Januari 2026 - 20:33 WIB
loading...
Buku berjudul Spirit Kemanusiaan, Manajemen Risiko Bencana Ala Megawati Soekarnoputri diluncurkan di Ancol, Jakarta, pada Minggu (11/1/2026). Foto/Ari Sandita Murti
A
A
A
JAKARTA - Buku berjudul Spirit Kemanusiaan, Manajemen Risiko Bencana Ala Megawati Soekarnoputri diluncurkan di kawasan Ancol, Jakarta, pada Minggu (11/1/2026). Peluncuran buku dihadiri langsung oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Buku tersebut berjumlah lebih dari 240 halaman, yang mana buku tersebut diantaranya berisi padangan Megawati tentang kecintaannya pada lingkungan hidup. Lalu, tentang Badan Penanggulangan Bencana PDIP (Baguna), hingga kegiatan yang telah dilakukan dalam membantu penanganan bencana di Indonesia.
Baca juga: Polemik Pilkada lewat DPRD, Megawati: Rakyat Berdaulat jika Pemimpin Dipilih Langsung
"Pada hari ini diluncurkan buku Spirit Kemanusiaan yang menggambarkan manajemen mitigasi bencana Ibu Megawati Soekarnoputri dan perhatian beliau yang begitu besar terhadap berbagai gerakan menjaga lingkungan dan kemudian menjaga bumi," ujar Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta pada Minggu (11/1/2026).
Bahkan, dalam peluncuran buku yang ditulis Kristin Samah tersebut, Megawati pun sempat menerima laporan dari Ketua DPP PDIP Ribka Tjibtaning dan Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDIP Tri Rismaharini tentang penanganan bencana yang dilakukan Baguna di Aceh. Terlebih, di Aceh pada Minggu (11/1/2026) ini tengah dilakukan kegiatan pengobatan gratis oleh kapal milik PDIP bernama Laksamana Malahayati.
Disitu, Megawati pun sempat berdialog dengan Kapten Kapal dan perwakilan DPP PDIP yang bertugas di Aceh serta warga yang terdampak bencana. Megawati menanyakan tentang kecukupan kebutuhan bantuan yang harus diberikan pada warga.
Baca juga: Hari Kedua Rakernas PDIP, Megawati Bakal Beri Pandangan ke Kader secara Tertutup
Manakala ada kebutuhan yang diperlukan, atau kurang, dan kebutuhan darurat lainnya, Megawati menginstruksikan kader PDIP di Aceh untuk segera mengajukannya ke DPP PDIP. Sehingga, DPP PDIP bakal segera mengirimkan bantuan tersebut.
"Mbak Yayu untuk semuanya segera dicatat obat-obatan yang masih kurang, seperti yang saya katakan, mempergunakan waktu secepat-cepatnya supaya kami dari sini bisa segera menyediakannya kembali," jelas Megawati.
Dia juga sempat menanyakan pada tim medis di Aceh tentang kondisi kesehatan warga di Aceh dan kebutuhan untuk anak-anak, khususnya bayi. Dari dialog tersebut, diketahui penyakit yang umumnya dialami warga, termasuk pula dialami anak-anak di antaranya gatal, sakit mata, diare, ISPA, batuk dan pilek.
"Harus ada sistem untuk terus-menerus melihat kebutuhan dan lalu berapa banyak diperlukan, jangan sampai habis dahulu (stoknya baru bilang). Jadi tolong kepada kami diberikan masukan untuk apa saja lagi yang akan diberikan kepada mereka. Kalau untuk anak-anak bayi kira-kira bagaimana ya? Kalau susu bagaimana ya?" tanya Megawati.
Selanjutnya Megawati menginstruksikan pada kader PDIP untuk mencukupi kebutuhan warga yang ada di Aceh, khususnya kebutuhan anak, baik susu maupun popok.
Buku tersebut berjumlah lebih dari 240 halaman, yang mana buku tersebut diantaranya berisi padangan Megawati tentang kecintaannya pada lingkungan hidup. Lalu, tentang Badan Penanggulangan Bencana PDIP (Baguna), hingga kegiatan yang telah dilakukan dalam membantu penanganan bencana di Indonesia.
Baca juga: Polemik Pilkada lewat DPRD, Megawati: Rakyat Berdaulat jika Pemimpin Dipilih Langsung
"Pada hari ini diluncurkan buku Spirit Kemanusiaan yang menggambarkan manajemen mitigasi bencana Ibu Megawati Soekarnoputri dan perhatian beliau yang begitu besar terhadap berbagai gerakan menjaga lingkungan dan kemudian menjaga bumi," ujar Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta pada Minggu (11/1/2026).
Bahkan, dalam peluncuran buku yang ditulis Kristin Samah tersebut, Megawati pun sempat menerima laporan dari Ketua DPP PDIP Ribka Tjibtaning dan Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDIP Tri Rismaharini tentang penanganan bencana yang dilakukan Baguna di Aceh. Terlebih, di Aceh pada Minggu (11/1/2026) ini tengah dilakukan kegiatan pengobatan gratis oleh kapal milik PDIP bernama Laksamana Malahayati.
Disitu, Megawati pun sempat berdialog dengan Kapten Kapal dan perwakilan DPP PDIP yang bertugas di Aceh serta warga yang terdampak bencana. Megawati menanyakan tentang kecukupan kebutuhan bantuan yang harus diberikan pada warga.
Baca juga: Hari Kedua Rakernas PDIP, Megawati Bakal Beri Pandangan ke Kader secara Tertutup
Manakala ada kebutuhan yang diperlukan, atau kurang, dan kebutuhan darurat lainnya, Megawati menginstruksikan kader PDIP di Aceh untuk segera mengajukannya ke DPP PDIP. Sehingga, DPP PDIP bakal segera mengirimkan bantuan tersebut.
"Mbak Yayu untuk semuanya segera dicatat obat-obatan yang masih kurang, seperti yang saya katakan, mempergunakan waktu secepat-cepatnya supaya kami dari sini bisa segera menyediakannya kembali," jelas Megawati.
Dia juga sempat menanyakan pada tim medis di Aceh tentang kondisi kesehatan warga di Aceh dan kebutuhan untuk anak-anak, khususnya bayi. Dari dialog tersebut, diketahui penyakit yang umumnya dialami warga, termasuk pula dialami anak-anak di antaranya gatal, sakit mata, diare, ISPA, batuk dan pilek.
"Harus ada sistem untuk terus-menerus melihat kebutuhan dan lalu berapa banyak diperlukan, jangan sampai habis dahulu (stoknya baru bilang). Jadi tolong kepada kami diberikan masukan untuk apa saja lagi yang akan diberikan kepada mereka. Kalau untuk anak-anak bayi kira-kira bagaimana ya? Kalau susu bagaimana ya?" tanya Megawati.
Selanjutnya Megawati menginstruksikan pada kader PDIP untuk mencukupi kebutuhan warga yang ada di Aceh, khususnya kebutuhan anak, baik susu maupun popok.
(shf)
Lihat Juga :