Bertolak ke Turki, Menlu dan Menhan Bakal Bahas Pertahanan hingga Palestina
Kamis, 08 Januari 2026 - 13:25 WIB
loading...
Menlu Sugiono bersama Menhan Sjafrie Sjamsoeddin akan bertolak ke Ankara, Turki bahas kerja sama pertahanan hingga Palestina. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono bersama Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin akan bertolak ke Ankara, Turki pada Kamis (8/1/2026) malam. Keduanya akan melangsungkan pertemuan 2+2 dengan Menlu Turki dan Mehan Turki pada Jumat, 9 Januari 2026.
"Ini merupakan pertemuan pertama Indonesia-Turki 2+2 dan merupakan tindak lanjut dari pertemuan High-Level Strategic Cooperation Council atau HLSC antara Presiden Prabowo dan Presiden Erdogan yang dilaksanakan di Bogor bulan Februari tahun yang lalu," ujar Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang, Kamis (8/1/2026).
Pertemuan tersebut akan membahas seputar ekonomi, kerja sama bidang pertahanan meliputi industrinya, serta berbagai isu regional dan global. Keamanan di Palestina juga akan masuk dalam pembahasan pertemuan 2+2.
Baca juga: 6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan Desember 2025, Ini Namanya
"Pokok-pokok pembahasan pertemuan 2+2 nantinya ini merupakan kerja sama strategis bilateral di bidang keamanan, perdagangan, ekonomi pembangunan, dan juga energi," ujarnya.
"Yang pasti akan ada pembahasan mengenai perkembangan kerja sama multilateral antara kedua negara, termasuk G20, ASEAN, BRICS, dan juga pastinya akan membahas terkait situasi Palestina, Gaza, dan ISF," sambungnya.
Baca juga: Selamat! 155 Prajurit TNI Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari Panglima TNI dan Menhan
Sugiono dan Sjafrie juga dijadwalkan akan menemui presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu (10/1). Kedua menteri itu akan menyampaikan undangan kepada Erdogan agar menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 di Jakarta.
"Pada pertemuan dengan Presiden Turki juga dijadwalkan Pak Menlu akan menyampaikan undangan Presiden Prabowo kepada Presiden Turki untuk menghadiri KTT D-8 yang akan dijadwalkan dilakukan pada April tahun ini," ucapnya.
"Ini merupakan pertemuan pertama Indonesia-Turki 2+2 dan merupakan tindak lanjut dari pertemuan High-Level Strategic Cooperation Council atau HLSC antara Presiden Prabowo dan Presiden Erdogan yang dilaksanakan di Bogor bulan Februari tahun yang lalu," ujar Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang, Kamis (8/1/2026).
Pertemuan tersebut akan membahas seputar ekonomi, kerja sama bidang pertahanan meliputi industrinya, serta berbagai isu regional dan global. Keamanan di Palestina juga akan masuk dalam pembahasan pertemuan 2+2.
Baca juga: 6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan Desember 2025, Ini Namanya
"Pokok-pokok pembahasan pertemuan 2+2 nantinya ini merupakan kerja sama strategis bilateral di bidang keamanan, perdagangan, ekonomi pembangunan, dan juga energi," ujarnya.
"Yang pasti akan ada pembahasan mengenai perkembangan kerja sama multilateral antara kedua negara, termasuk G20, ASEAN, BRICS, dan juga pastinya akan membahas terkait situasi Palestina, Gaza, dan ISF," sambungnya.
Baca juga: Selamat! 155 Prajurit TNI Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari Panglima TNI dan Menhan
Sugiono dan Sjafrie juga dijadwalkan akan menemui presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu (10/1). Kedua menteri itu akan menyampaikan undangan kepada Erdogan agar menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 di Jakarta.
"Pada pertemuan dengan Presiden Turki juga dijadwalkan Pak Menlu akan menyampaikan undangan Presiden Prabowo kepada Presiden Turki untuk menghadiri KTT D-8 yang akan dijadwalkan dilakukan pada April tahun ini," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :