Retret Jilid II Kabinet Merah Putih Lanjut Malam Ini, Bahas Apa?
Selasa, 06 Januari 2026 - 20:22 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto kembali memberikan arahan kepada para menteri dalam lanjutan Retret Kabinet Merah Putih Jilid II di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026) malam. Foto/BPMI Setpres
A
A
A
BOGOR - Retret Kabinet Merah Putih Jilid II yang digelar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat dilanjutkan pada Selasa (6/1/2026) malam. Presiden Prabowo Subianto akan kembali memberikan sejumlah arahan kepada para pembantunya di kabinet.
Hal ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi disela-sela pelaksanaan Retret. Dia menyampaikan bahwa pada sesi yang berlangsung sejak siang tadi, baru ada beberapa menteri yang menyampaikan paparannya hingga masuk waktu Magrib beberapa waktu lalu.
Baca juga: Retret Kabinet di Hambalang, Prabowo Singgung Gejolak Dunia
"Maka kemudian bapak Presiden memutuskan untuk break, istirahat, salat Magrib dan makan. Yang nanti akan dilanjutkan lagi pada pukul 18.45 WIB," kata Mensesneg.
Dia menyampaikan bahwa masih ada sejumlah program prioritas pemerintah yang belum dibahas dalam kegiatan Retret Jilid II ini. Salah satunya, terkait program hilirisasi pangan hingga energi.
"Rencananya nanti mungkin di sesi yang malam itu akan beliau (Presiden) sampaikan," ujarnya.
Baca juga: Prabowo Ucapkan Terima Kasih ke Menterinya: Apa yang Kita Capai Sangat Membanggakan
Prasetyo menyampaikan bahwa terkait hilirasi ini ada sejumlah kegiatan dalam waktu dekat yang akan dilakukan Pemerintah.
Mensesneg menyebut, pada Bulan Januari, ada sekitar enam groundbreaking dari program hilirisasi, yang kemudian dilanjutkan di bulan Februari dan di bulan Maret untuk menyelesaikan sekitar 18 program hilirisasi yang sudah disepakati.
Sebagai contoh yang pertama adalah berkenaan dengan Waste to Energy yang akan dibangun di 34 kabupaten/kota atau di 34 titik yang hari ini, kata dia, sampahnya sudah mencapai 1.000 ton lebih per hari.
Menurutnya, ini memerlukan penanganan sesegera mungkin untuk diolah sehingga sampah-sampah tersebut tidak menggunung dan menimbulkan banyak masalah.
"Kemudian juga ada beberapa program yang berkenaan dengan energi, pembangunan beberapa titik DME," tuturnya.
"Kemudian juga ada program-program di bidang pertanian yang tadi sudah kami sebutkan, itu adalah salah satu program padat karya tetapi juga memiliki nilai investasi yang cukup besar karena kita adalah negara yang dikaruniai oleh Tuhan Yang Maha Besar kita dapat memproduksi komoditas-komoditas yang memiliki nilai jual tinggi seperti kopi, cokelat, pala, dan sebagainya," tandasnya.
Hal ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi disela-sela pelaksanaan Retret. Dia menyampaikan bahwa pada sesi yang berlangsung sejak siang tadi, baru ada beberapa menteri yang menyampaikan paparannya hingga masuk waktu Magrib beberapa waktu lalu.
Baca juga: Retret Kabinet di Hambalang, Prabowo Singgung Gejolak Dunia
"Maka kemudian bapak Presiden memutuskan untuk break, istirahat, salat Magrib dan makan. Yang nanti akan dilanjutkan lagi pada pukul 18.45 WIB," kata Mensesneg.
Dia menyampaikan bahwa masih ada sejumlah program prioritas pemerintah yang belum dibahas dalam kegiatan Retret Jilid II ini. Salah satunya, terkait program hilirisasi pangan hingga energi.
"Rencananya nanti mungkin di sesi yang malam itu akan beliau (Presiden) sampaikan," ujarnya.
Baca juga: Prabowo Ucapkan Terima Kasih ke Menterinya: Apa yang Kita Capai Sangat Membanggakan
Prasetyo menyampaikan bahwa terkait hilirasi ini ada sejumlah kegiatan dalam waktu dekat yang akan dilakukan Pemerintah.
Mensesneg menyebut, pada Bulan Januari, ada sekitar enam groundbreaking dari program hilirisasi, yang kemudian dilanjutkan di bulan Februari dan di bulan Maret untuk menyelesaikan sekitar 18 program hilirisasi yang sudah disepakati.
Sebagai contoh yang pertama adalah berkenaan dengan Waste to Energy yang akan dibangun di 34 kabupaten/kota atau di 34 titik yang hari ini, kata dia, sampahnya sudah mencapai 1.000 ton lebih per hari.
Menurutnya, ini memerlukan penanganan sesegera mungkin untuk diolah sehingga sampah-sampah tersebut tidak menggunung dan menimbulkan banyak masalah.
"Kemudian juga ada beberapa program yang berkenaan dengan energi, pembangunan beberapa titik DME," tuturnya.
"Kemudian juga ada program-program di bidang pertanian yang tadi sudah kami sebutkan, itu adalah salah satu program padat karya tetapi juga memiliki nilai investasi yang cukup besar karena kita adalah negara yang dikaruniai oleh Tuhan Yang Maha Besar kita dapat memproduksi komoditas-komoditas yang memiliki nilai jual tinggi seperti kopi, cokelat, pala, dan sebagainya," tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :